Pdt. Tjepy Jones Budidharma
Firman Iman

563 dibaca
Pdt. Tjepy Jones Budidharma

Ibrani 1:3, “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang

segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan (The Word of His power).

Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang

Maha besar, di tempat yang tinggi.

 

Beritanarwastu.com. Pernahkah saudara merenungkan mengapa pada ayat di atas ditulis Firman dari kuasaNya, dan bukan kuasa dari FirmanNya? Kalimat di atas sedang menyatakan kepada kita betapa Allah dengan segala kedaulatanNya, kuasa dan segala eksistensiNya “mempercayakan” diriNya sepenuhnya untuk menjadi Firman, dan kemudian menjelma menjadi daging (Yohanes 1:14) agar menjadi sama dengan manusia, dan mendapat bagian dalam keadaan manusia, supaya oleh kematian-Nya di kayu salib Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, agar tidak lagi berkuasa mendatangkan maut atas orang percaya (Ibrani 2:14).

Kemudian Tuhan Yesus benar-benar mengosongkan diriNya, dan melayani sebagai manusia dan tidak dapat berbuat apa-apa jikalau Bapa tidak memperlihatkan pekerjaan yang harus dilakukan (Yohanes 5:19). Allah Bapa bekerja dengan cara berfirman, maka Yesuspun bekerja membuat segala mukjizat dengan mengatakan apa yang Bapa katakan kepadaNya, dan pernyataan ini diucapkanNya berulang-ulang dalam Injil Yohanes untuk menunjukkan kepada kita bahwa inilah yang disebut dengan cara Kerajaan Allah (Kingdom of God) bekerja, di mana yang diperlukan hanya percaya saja akan FirmanNya dan diucapkan dengan mulut, sehingga kita yang percaya dapat melakukan hal yang sama dengan yang Tuhan Yesus lakukan (Yohanes 14:12).

Mungkin ada orang berkata, kalau begitu hal ini akan mengajarkan orang menjadi pemalas! Tentu tidak. Ingat bahwa Firman ini adalah “creative power” atau di dalam Yohanes 1:1 tertulis bahwa Firman adalah Allah sendiri, Dia akan menciptakan segala sesuatu yang akan membuat manusia bekerja seperti di Taman Eden, yaitu bukan bekerja untuk sekadar mencari nafkah tetapi untuk menguasai bumi, memelihara dan memenuhi (mensuplai) lingkungannya. Pada waktu Nuh keluar dari bahtera setelah banjir besar, bangkai di mana-mana, dan kehancuran serta kerusakan alam di mana-mana, maka sekali lagi Allah memberikan FirmanNya yang sama persis dengan yang Allah berikan kepada Adam dan kali ini untuk merenovasi bumi, memenuhi bumi dengan kehidupan baru dan memelihara bumi.

Pada waktu Petrus tidak mendapatkan ikan semalam-malaman, maka Firman Tuhan Yesus yang dia percayai yang membuatnya mendapat tangkapan yang banyak. Demikian juga waktu Tuhan Yesus memberikan berkat dengan FirmanNya ke atas lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang lebih.

Saat ini Firman Allah ada pada kita, bahkan kita tinggal di dalam Dia seperti ada tertulis, “Tetapi apakah katanya? Ini: ‘Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.’ Itulah firman iman, yang kami beritakan” (Roma 10:8). Kita harus ingat bahwa setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, maka kita mengalami proses kelahiran kembali oleh Roh Allah (Yohanes 1:12-13) sehingga kita bukan lagi manusia natural biasa tetapi manusia yang rohnya hidup sebagai anak-anak Allah (1 Yohanes 3:1).

Yang perlu kita lakukan adalah “memprogram ulang” pikiran kita dengan Firman Allah agar roh kita dapat bersukacita di dalam Allah karena melihat pekerjaan Allah dimanifestasikan dalam setiap bidang kehidupan kita. Mazmur 138:2b (KJV) ”...Engkau membuat FirmanMu melebihi segala namaMu.” Kita tahu bahwa nama Allah saja sudah sangat mulia dan ajaib, tetapi Allah menetapkan FirmanNya di atas segala namaNya, karena FirmanNya adalah diriNya seutuhNya. Mari kita bergaul dengan FirmanNya setiap hari dan siap sedia mendapatkan surprise dari Bapa kita akan kemurahan, perlindungan, dan kesuksesan dalam hidup ini. Amin.

Berita Terkait