Hangatnya Diskusi Edisi ke-2 FORKOM NARWASTU

704 dibaca
* Oleh: Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A.

beritanarwastu.com. Pelaksanaan Diskusi Panel Edisi ke-2 yang diselenggarakan FORKOM (Forum Komunikasi) NARWASTU pada Jumat, 19 Agustus 2016 di Restaurant Paramount, Gondangdia, Jakarta Pusat, dengan peserta 50-an undangan khusus telah sukses dilaksanakan. Para narasumber, Prof. Gayus Lumbuun, S.H. (Hakim Agung RI), Prof. Marten Napang (Ketua FORKOM NARWASTU), Kombes Pol. Dr. W. Marbun (Mabes Polri), Drs. Saut Situmorang (Wakil Ketua KPK) dengan “cemerlang” memberikan pencerahan.

Ini catatan pertama. Sebagai rasa hormat dan menghargai Indonesia yang telah merdeka selama 71 tahun, semua peserta termasuk narasumber diskusi dengan sikap sempurna berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saya bertugas sebagai MC dan memandu ibadah. Ketika memimpin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, selintas saya terkenang masa-masa belajar di SMPN 9 Jakarta Pusat yang sering menugaskan saya seperti itu. Hm...saya merasa “hangat”.

Hal lain, yang menjadi catatan saya adalah kehadiran (lengkap) para narasumber yang memang ahli di bidangnya, menambah pencerahan luar biasa bagi yang hadir. Kesediaan wakil dari peserta yang dengan sukacita dan spontan diminta untuk memimpin doa pembukaan dan makan siang adalah hal “kecil-kecil” namun penuh makna, yaitu merasa di rumah sendiri. Bahkan, penyampai Firman Tuhan, Pdt. DR. Nus Reimas dengan  gaya khasnya turut memukau yang hadir sehingga mendapat pesan yang menohok hati dari kebenaran Firman Tuhan.

Di acara Diskusi Panel Edisi ke-2 ini, usai ibadah, dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata sambutan yang dipandu Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos yang juga pendamping di FORKOM NARWASTU. Usai itu, masuk ke makan siang. Di sinilah muncul kehangatan istimewa, beberapa peserta dan narasumber yang sudah usai makan dengan spontan maju ke depan mimbar dan bernyanyi bersama dengan gembira. Ternyata, lengkingan dan liukan suara mereka yang diiringi tim musik yang dibawa bapak John S.E. Panggabean, S.H., M.H. (Bendahara Pengurus FORKOM NARWASTU)  sangat menghibur.

Selanjutnya, para narasumber dengan moderator Bung Dr. Natalis Situmorang yang baru saja meraih gelar doktor di Universitas Negeri Jakarta, juga tampil dengan profesional di mimbar. Uraian dari para  narasumber dengan lantang dan menohok menggambarkan betapa “korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan” jangan terus bertumbuh di negeri ini, tetapi harus dibasmi sampai ke akar-akarnya. Oh, ya...narasumber dari Mabes Polri (Kombes Pol. Dr. Warasman Marbun) tak disangka-sangka menyelipkan pantun-pantun dan humor yang membuat hadirin tertawa terpingkal-pingkal. Luar biasa. Sekalipun berpantun, namun saya rasakan persoalan yang diangkat itu sangat substansial, sama halnya dengan yang diungkap narasumber lainnya.

Hm...bagaimana dengan sesi tanya jawab? Ouw...antusiasme peserta diskusi luar biasa karena juga memberikan “kejutan-kejutan” yang sangat tajam dalam mengungkap kasus berikut argumentasi/solusinya. Hal-hal yang tak terungkap di media massa (off the record) sesekali muncul, sehingga kita (peserta) menjadi utuh melihat persoalannya. Sehingga solusi baru terhadap kasus-kasus itu pun muncul.

Benang merah yang bisa saya tarik dari diskusi ini adalah, membasmi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di negeri ini harus dimulai dari rumah, dari anak-anak sudah ditanamkan perilaku kejujuran dengan orang tua memberi keteladanan. Rendah hati adalah sikap/karakter yang mutlak ada bagi setiap orang terlebih lagi bila dia seorang pejabat.

Dalam hal ini aspek spiritual sangat perlu. Konsistensi menjalankan hukum, dan kecepatan menyelesaikan perkara di area peradilan sangat membantu mempercepat Indonesia yang “bersih korupsi dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan”. Begitulah. Dan resume/hasil dari diskusi panel edisi ke-2 ini akan dipublikasikan via media massa dan dikirimkan juga ke lembaga gereja/institusi pemerintah yang terkait. Puji Tuhan!

Penulis adalah pemerhati media, konsultan radio, dosen. 

Berita Terkait