Tina V.C. Purba, S.E., M.Si
Harapkan dan Doakan Kaum Perempuan Kristiani Bersatu

948 dibaca
Tina V.C. Purba, S.E., M.Si. bersama Hakim Agung MA-RI, Prof. Dr. Gayus Lumbuun, S.H., M.H.

BERITANARWASTU.COM. Perempuan yang dikenal aktif membangun persatuan dan kesatuan di tengah kaum perempuan

Kristiani, terutama di DKI Jakarta ini, ternyata terus mencermati persoalan yang tengah terjadi di kalangan gereja dan masyarakat. Misalnya, baru-baru ini ia aktif mengikuti diskusi seputar bahaya narkoba dan bahaya korupsi yang diadakan Forum Komunikasi (FORKOM) Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU. Menurutnya, persoalan narkoba dan korupsi juga harus menjadi perhatian dari kaum perempuan Kristiani, baik kaum perempuan Kristen maupun Katolik.

                Tina V.C. Purba, S.E., M.Si yang merupakan anggota Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cikoko, Jakarta Selatan, adalah seorang aktivis yang giat di berbagai organisasi gereja dan ormas. Misalnya, ia kini dipercaya sebagai Ketua Komisi Perempuan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonmesia) Wilayah DKI Jakarta. Dan ia sudah dua periode dipercaya sebagai ketua di situ. Ia pun kini dipercaya sebagai Ketua I Badan Kerjasama Wanita Kristen dan Katolik (BKSWKK) DKI Jakarta. Tak heran, kalau ia cukup populer di kalangan aktivis kaum perempuan Kristen dan Katolik.

                Dalam aktivitasnya, perempuan yang dikenal religius ini, pernah dipercaya sebagai Perutusan Sinode Bolon GKPS Distrik VII, Sekretaris Persatuan Istri Purnawirawan TNI/Polri Jakarta Barat, dan Wakil Sekretaris Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) se-Indonesia. Tak hanya itu, anggota FORKOM NARWASTU yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU” ini pernah dipercaya sebagai salah satu Ketua KKSU (Kerukunan Keluarga Sumatera Utara). Tak heran, kalau setiap harinya ibu tiga anak dan istri tercinta almarhum F. Sipayung ini sibuk dengan berbagai aktivitas.

                Sebagai seorang aktivis gereja, Tina Purba pun peduli terhadap masyarakat di kampung halamannya. Beberapa tahun lalu, ia sudah mendirikan sebuah tempat berdoa bernama Rumah Doa De Ri Dei (derita, rindu dan dewasa iman). Rumah doa yang dibangunnya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, itu berawal dari adanya isu begu ganjang (ilmu hitam atau santet) yang pernah heboh di Simalungun, sampai ada korban nyawa akibat isu liar itu. Tak ayal, ia terpanggil untuk menguatkan iman warga di kampungnya lewat kegiatan ibadah agar tidak terusik dengan aktivitas kekuatan ilmu hitam itu.

                “Doa sangat berkuasa di dalam kehidupan orang Kristen atau orang yang percaya kepada Kristus. Kalau kita tekun dan disiplin berdioa kepada Tuhan Yesus, maka yakinlah akan ada kekuatan, penghiburan dan mukjizat kita alami. Asal kita imani bahwa doa itu berkuasa. Jadi jangan remehkan kekuatan doa, apalagi doa dari Hamba Tuhan. Makanya kalau saya bangun pagi selalu saya awali dengan doa sembari memuji Tuhan dengan lagu-lagu penyembahan,” ujar Tina Purba yang menyukai lagu rohani, Tuhan Menetapkan Langkah Orang Benar ini.

                Ketika berbincang-bincang dengan Majalah NARWASTU baru-baru ini, Tina Purba yang pada 19 Oktober 2015 lalu pernah menghimpun 500 kaum perempuan Kristen untuk beribadah bersama di Gereja GPIB Paulus, Jakarta Pusat, punya harapan kepada kaum wanita Kristiani. “Saya berharap kaum perempuan sebagai tiang doa dan agen perubahan bisa terus bersatu untuk ikut membangun gereja, masyarakat, bangsa dan negara ini. Tidak hanya kaum pria, kaum perempuan pun harus ikut berpartisipasi untuk membangun gereja, masyarakat dan negara ini,” paparnya.

                Menurutnya, pertama, kaum perempuan Kristen yang ada di bawah PGI Wilayah DKI Jakarta jumlahnya sangat banyak, dan berada di 311 gereja di DKI Jakarta. “Kalau perempuan Kristen di DKI Jakarta saja bisa bersatu, solid dan menyatukan hati untuk berbuat sesuatu, maka dampaknya luar biasa. Kita bisa melakukan sesuatu untuk kebaikan negeri ini. Misalnya berdoa bersama, ikut memberi penyuluhan tentang hidup sehat, disiplin dan religius kepada tiap keluarga-keluarga Kristen. Termasuk bagaimana kita menyikapi persoalan-persoalan teknologi komunikasi sekarang,” ujarnya.

                Tina Purba menerangkan, kaum perempuan Kristen harus bisa menyikapi dengan bijaksana dan cerdas fenomena maraknya kini warga gereja yang sibuk dengan gadget saat beribadah, karena ada dampak sosialnya. “Karena sekarang orang pun sudah banyak memakai gadget atau handphone untuk melihat ayat-ayat dari Alkitab saat kebaktian di gereja,” paparnya. Kedua, perempuan Kristen harus bisa membangun kerjasama yang lebih baik dan intens dengan kaum perempuan Katolik, PGLII dan PGPI. “Karena kalau kita bisa bersatu, itu menjadi kekuatan yang luar biasa dan bisa memuliakan Tuhan,” tukasnya.

                Ketiga, para pejabat Kristiani, baik yang di eksekutif, legislatif dan yudikatif, serta para pemimpin di luar pemerintahan bisa mengajak kaum perempuan Kristen untuk bersinergi dalam melakukan sesuatu untuk kepentingan bangsa ini. “Karena jumlah kaum perempuan Kristiani itu sangat banyak di Indonesia ini. Kalau potensi ini bisa dimanfaatkan dengan cerdas dan bijaksana, maka dampaknya luar biasa. Tentu para pemimpin dan pejabat itulah yang mendekatkan diri kepada kaum perempuan Kristiani, lalu tanya apa yang mau kita lakukan. Hal sederhana yang paling bisa dilakukan adalah berdoa bersama. Kalau kita berdoa bersama, maka itu sangat bagus,” papar mantan Bendahara Komisi Perempuan PGI Wilayah DKI Jakarta yang pernah maju sebagai caleg DPR-RI itu. KD  

Berita Terkait