Pdt. DR. Nus Reimas
Hidup Kita Berarti Bila Berserah Kepada Tuhan

811 dibaca
Pdt. DR. Nus Reimas

Beritanarwastu.com. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil, dan Allah menciptakan manusia itu segambar dengan diriNya, dan Allah memberi RohNya kepada manusia. Makanya kita bisa memuji Tuhan dan bernyanyi, karena Allah membuat kita istimewa. Kalau kambing mana bisa bernyanyi atau memuji Tuhan seperti kita. Allah itu sangat mengasihi kita, makanya saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Dia yang berinisiatif mencari Adam dan Hawa, karena Dia sangat membuat kita istimewa. Kasih Allah itu begitu besar, sehingga AnakNya yang tunggal pun dikaruniakan untuk menyelamatkan kita.

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, Pdt. DR. Nus Reimas saat menyampaikan khotbah di Gereja Isa Almasih (GIA) Taman Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini. Sembari mengutip Lukas 1:37-38, mantan Ketua Umum PGLII dua periode ini menerangkan, sering kita tidak menghargai kasih Tuhan yang ada di dalam hidup kita, dan kita cenderung lebih menghargai orang yang memberikan materi kepada kita. Padahal, katanya, berkat yang diberikan Tuhan kepada kita itu melebihi apa yang kita pikirkan.

Dalam hidup ini, kalau kita orang percaya meminta orang untuk berbuat sesuatu, namun tidak menolong kita, maka Tuhan akan berbuat sesuatu bagi kita. Seperti Ester yang dulu menyelamatkan bangsa Israel yang akan dibunuh oleh penguasa, ia didatangi Mordekhai, dan Ester berbuat sesuatu yang berani, sehingga bangsa Israel selamat dari upaya pembunuhan. Ester menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, dan ia mau meninggalkan kenyamanannya untuk menolong orang banyak, sehingga Tuhan menyertainya.

“Kalau kita mau menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, maka kita tidak akan takut isi dompet atau tabungan kita habis. Kalau kita berbuat dengan tulus, maka Tuhan bisa menyatakan mukjizatNya kepada kita. Dalam hidup ini kita akan semakin bernilai kalau hidup kita dipakai Tuhan hanya untuk kemuliaanNya. Kalau kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, maka hidup kita akan semakin bernilai dan terangkat,” ujar Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU ini.

Menurut Ketua Dewan Pembina LPMI ini, kalau kita selalu menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka harta atau uang yang kita miliki akan jadi berkat bagi banyak orang. Orang yang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, imbuhnya, akan selalu tekun berdoa. “Dulu kalau Marthin Luther menghadapi masalah, ia selalu berdoa kepada Tuhan 45 menit agar dia mendapatkan hikmat. Jadi dalam hidup ini, kita harus berserah kepada Tuhan. Ketika kita bangun pagi, kita perlu bertanya, ‘Tuhan, apa yang Kau kehendaki untuk aku lakukan hari ini?’. Kalau semua para pemimpin melakukan itu, maka bangsa ini akan lebih baik,” paparnya.

Orang yang berserah kepada Tuhan, katanya lagi, akan terus memberitakan kabar keselamatan bagi banyak orang. “Dulu Maria yang melahirkan Yesus, hanya seorang gadis lugu dari Desa Nazareth, tapi ia percaya dengan kuasa Tuhan. Lewat anugerah Tuhan, ia akhirnya melahirkan Juruselamat yesus Kristus, dia merasakan mukjizat Tuhan. Dia sangat sadar bahwa di dunia ini ia bukan siapa-siapa. Demikian juga kita sebagai manusia, harus senantiasa bergantung pada Tuhan, jangan bergantung pada isi dompet atau harta yang kita miliki,” terang tokoh lintas agama, yang juga Penasihat FORKOM NARWASTU ini. IW

Berita Terkait