HKBP Adakan Konsultasi Nasional 2018 di Jakarta

453 dibaca
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika membuka Konas HKBP di Gedung Sopo Marpingkir, Jakarta Timur.

Beritanarwastu.com. Gubernur DKI Jakarta, Prof. Dr. Anies Baswedan membuka secara resmi kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) Sinode Gereja HKBP, di Gedung Sopo Marpingkir, Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa, 10 Juli 2018. Konas diikuti lebih dari 1.000 perwakilan jemaat HKBP dari seluruh Indonesia. Anies Baswedan dalam sambutannya berharap agar para anggota jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) memunculkan ide-ide baru dan brilian untuk Indonesia.

          Dia berharap Konas dapat memunculkan ide-ide baru. “Karena kita di zaman sekarang, perubahan sangat cepat. Maka harus bisa membaca perubahan zaman," ujar Anies. Anies juga mengungkapkan, bahwa peresmian Gereja HKBP di Semper, Jakarta Utara, menjadi ajang peresmian pertama ia sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia pun memuji HKBP yang bisa menjadi satu di antara organisasi besar di Indonesia, bersanding dengan Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.

"Di antara semua organisasi keagamaan, salah satu yang pertama adalah HKBP. Tetapi perjalanan 156 tahun itu, ini menggambarkan bukan kerja satu orang, tapi kerja sama kolosal. Perjalanan panjang ini harus terus dijaga," ujarnya. Konsultasi Nasional tahun 2018 ini, HKBP mengangkat tema “Revitalisasi Program Pelayanan Persekutuan, Pelayanan, dan Kesaksian HKBP untuk Masa yang akan Datang.”  Tema tersebut dianggap Anies Baswedan sebagai gambaran, bahwa HKBP tidak membanggakan masa lalu, dan berpandangan maju ke masa depan.

"Kalau seseorang dia membicarakan masa lalu, dia orang tua, kalau yang dibicarakan masa depan sesungguhnya masih muda. Masa lalu adalah bagian catatan sejarah, tapi yang penting membuat sejarah untuk masa depan," ujar Anies. Selain Anies Baswedan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan hadir sebagai keynote speaker, menggantikan Presiden RI Joko Widodo. Para menteri yang dijadwalkan hadir adalah Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Selain itu, dijadwalkan juga hadir tokoh agama, yakni pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Pembicara lainnya, Oesman Sapta Odang (Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI), Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H.,  Prof. Dr.  Hotman Siahaan, Ir. H.  Soekirman (Bupati Serdang Bedagai) dan Aris Merdeka Sirait. Usai pembukaan Konas HKBP, dilanjutkan dengan Lokakarya Konas HKBP 2018 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, pada 11 Juli 2018. Narasumber yang hadir antara lain, Ephorus HKBP, Pdt.  Dr. Darwin Lumbantobing, A.G. Simanjuntak, Maruap Siahaan, Aris Merdeka Sirait, Pdt.  Deonal Sinaga dan Pdt. Dr. Einar Sitompul.

Dan Konas HKBP 2018 digelar bertepatan dengan tahun ini peringatan 100 tahun wafatnya misionaris asal Jerman, Pdt. Dr. Ingwer Ludwig Nommensen, yang merupakan momentum untuk mengembalikan kejayaan pelayanan HKBP. Guna menindaklanjuti itu dan untuk melaksanakan keputusan Ephorus HKBP No. 91/108/I/2018, tanggal 29 Januari 2018, tentang Pengangkatan Kepanitiaan Konsultasi Nasional HKBP 2018, maka panitia yang dibentuk segera melaksanakan sejumlah persiapan penting, untuk menyelenggarakan Konas HKBP 2018 dengan tujuan "Merancang Bangun (Blue Print) Program Pelayanan dan Kesaksian HKBP Pasca 100 Tahun IL Nommensen."

Hasil Konas HKBP ini dirumuskan melalui lokakarya di Grand Cempaka Hotel pada 11 Juli 2018 lalu. Kehadiran seluruh peserta dalam Konas ini tentu saja menjadi momentum penting yang patut tercatat dalam sejarah Gereja HKBP. MS

Berita Terkait