HMT Tours & Travel dan TLT Klarifikasi Soal Peziarah yang Terkendala Masuk Ke Israel

2465 dibaca


Beritanarwastu.com. Biro perjalanan ternama, PT. Hidup Makmur Terencana (HMT Tours and Travel) mengalami kendala saat membawa beberapa peserta ziarah masuk ke Israel pada Oktober 2018 lalu. Mengenai kendala tersebut, manajemen HMT Tour and Travel menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para peserta wisata. Hal ini dilakukan, karena pihak manajemen tidak ingin mengecewakan para peserta, dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen adalah prioritas bagi perusahaan yang sudah berdiri selama 9 tahun ini.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebab selama 9 tahun berdiri dan sudah memberangkatkan hampir 15.000 orang peserta ziarah ke Holyland, PT. HMT belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Melalui peristiwa tersebut ini menjadi perhatian khusus bagi kami untuk perbaikan yang lebih baik lagi di kemudian hari,” jelas Direktur Utama PT. HMT Tours and Travel, Ronny Benyamin Tambayong, S.E., MACM kepada media di ruang kerjanya di Jakarta, pada Rabu 31 Oktober 2018.

Sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada peserta ziarah, Ronny menegaskan seluruh peserta yang terkendala masuk sudah ditangani dengan sangat baik oleh Tim HMT selama di Mesir dan Jordan. Mereka juga diberikan pelayanan maksimal serta diberikan bonus itinerary tambahan selama di Mesir dan Jordan. Kuasa Hukum PT. HMT Tours and Travel, Andre Victor, S.H., M.H., dan Mohammad Hasan, S.H., menerangkan, pihak manajemen juga memberikan klarifikasi terkait ketidaknyamanan tersebut.

Salah satunya disebutkan bahwa HMT Tours and Travel telah memproses dan mengurus semua pengajuan visa Israel melalui partnernya yang berada di Israel, dalam hal ini The Land Tours (TLT). “Kami informasikan bahwa HMT telah bekerja dengan sangat baik dan menyajikan semuanya tepat waktu untuk mendapatkan visa,” terangnya seperti disampaikan pihak TLT dalam suratnya kepada PT. HMT  terkait visa tersebut.

 Bukan hanya itu, pihak TLT juga sudah mendapatkan Approval Letter (Surat Persetujuan) masuk ke Israel untuk seluruh Group HMT pada Oktober 2018 dari pejabat berwenang di Ministry Israel. Namun, ternyata terjadi di lapangan, terdapat miss-administrasi antara pihak TLT dengan Ministry Israel yang menyebabkan Group HMT pada Oktober 2018 ini terkendala masuk ke Israel.

 Dalam surat klarifikasinya, pihak TLT bersedia memberangkatkan kembali seluruh peserta wisata ziarah pada Oktober 2018 melalui HMT Tours and Travel pada Januari, Februari atau Maret 2019 sesuai tanggal yang diminta oleh peserta. Mengenai semua biaya keberangkatan akan ditanggung pihak TLT, sehingga tidak dibebankan kepada para peserta ziarah. Sementara itu untuk group keberangkatan HMT pada November 2018 dan seterusnya, pihak manajemen akan tetap memberangkatkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dan tidak ada kendala untuk masuk ke Israel.

 Untuk pihak TLT sendiri dalam suratnya kepada PT. HMT mengakui bahwa hal ini bukanlah kesalahan di pihak HMT. Tetapi masalah internal di Israel, di samping untuk aplikasi visa di kantor Israel. Di Israel, TLT berkolaborasi dengan HMT, dan mereka sudah menerapkan visa untuk semua group pada Oktober 2018 oleh sistem. “Tetapi saat ini di Israel masalah teknis dan sistem  serta yang menentukan group-group tersebut akan menerima izin khusus dari otorisasi pelayanan resmi,” ujar Eduardo Yosef,  Silvera Incoming Department TLT dalam keteranganya.

 Dalam suratnya ia menambahkan, pihaknya telah menerima surat persetujuan dari kementerian berwenang, sehingga semua group HMT pada Oktober 2018 dapat memasuki Israel. Surat persetujuan ini juga jaminan dan berlaku masuk Israel untuk group HMT pada Oktober 2018. Namun pada 25 Oktober 2018, Eduardo mengatakan, tanpa diketahui TLT dan HMT, Kementerian membatalkan surat persetujuan tanpa alasan yang jelas dan kemungkinan ada masalah teknis/administrasi yang terjadi. “Inilah alasan mengapa group itu terkendala masuk ke Israel. Saat ini kami terus mengurus dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui titik permasalahannya,” tukas Eduardo Yosef.

 Untuk itu ia menegaskan, TLT dan HMT bukan yang utama dalam situasi ini. Akan tetapi, keduanya bersama-sama akan memikul tanggung jawab bahwa setiap turis yang tidak dapat masuk ke Israel tahun ini dapat melakukannya tahun depan tanpa biaya. “Kami di TLT akan menanggung biaya terrestrial sesuai dengan nama dan nama keluarga dari setiap penumpang yang terkena dampak selama Oktober ini,” terang Eduardo Yosef. Dan pada 2 November 2018, dua group HMT yang berjumlah 83 orang sudah kembali masuk ke Israel untuk berziarah. Semua group HMT bisa masuk ke Israel tanpa halangan. BTY

Berita Terkait