Ibadah Natal dan Tahun Baru 2017 Pemuda Kristen se-Indonesia

1758 dibaca
Suasana perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 bersama pemuda se-Indonesia.

               BERITANARWASTU.COM. Perayaan Natal Jejaring Pemuda Kristen se-Indonesia telah berlangsung pada Senin, 30 Januari 2017 di Gereja GBI Mawar Saron, Jakarta, dengan baik dan lancar. Acara tersebut diadakan oleh beberapa lembaga pemuda dan gereja, di antaranya pemuda GBI, GPIB, HKBP, GKPA, GKPS, GKI, STT Jakarta, STT Setia, UKI, GEMPAR, PERKANTAS, GMKI, dan FORGENI sebagai bentuk solidaritas dan persatuan pemuda Indonesia.

Hadir dalam acara ini Kuasa Usaha Kedubes Palestina, Taher Ibrahim Hamad, Pdt. Jacob Nahuway, M.A., Pdt. Dr. Martin Sinaga, Pdt. Suar Budaya, Pdt. Yohanes Nahuway,  anggota DPR-RI Maruarar Sirait, anggota DPD-RI Mamberob Rumakiek, Kemenpora RI, Sekjen PP GP Ansor, Ketua Umum DPA GBI, Ketua Umum GEMPAR, dan berbagai pimpinan lembaga lainnya, serta kaum muda yang berjumlah sekitar 1.500 orang.

“Pemuda Kristen jangan mudah diprovokasi, dan kemudian menjadi saling membenci dengan sesama pemuda dari agama lain. Sebagai pemuda Indonesia, kita jangan mau dipecah-belah. Justru seharusnya kita dapat memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa pemuda Indonesia selalu bersatu walau berbeda suku, agama, dan daerah,” ujar Ketua Panitia Sahat Martin Philip Sinurat dalam sambutannya.

Sahat yang juga Ketua Umum PP GMKI menyampaikan, perayaan yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga pemuda dan gereja ini, menunjukkan bahwa pemuda harus selalu menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila. Sementara itu, Taher Hamad dalam pesan perdamaiannya menyatakan, di Palestina, warga negara yang beragama Kristen, bahkan Yahudi dapat hidup damai dan berdampingan.

“Saya mewakili pemerintah Palestina mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat dan pemerintah Indonesia yang sudah banyak membantu kami. Namun selain menghadirkan perdamaian di Palestina, rakyat Indonesia harus juga berusaha menjaga persatuan di negaranya sendiri, yakni dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” jelas Tehar.

Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Adung Abdurrahman dalam sambutannya menyampaikan, setiap pemuda memiliki tugas menjaga kebhinnekaan, hal yang menjadi perjuangan GP Ansor selama ini. Ketua Umum PGPI, Pdt. Jacob Nahuway ikut menegaskan, kegiatan Natal ini sangat baik dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pemuda harus berjejaring dan berkarya bagi bangsa.

Maruarar Sirait dalam sambutannya pun menegaskan, tidak ada mayoritas dan minoritas di Indonesia. Orang yang tinggal di Jawa wajib menjaga dan melindungi orang dari daerah lain yang tinggal di daerahnya, dan sebaliknya. Orang yang tinggal di Sumatera ataupun Papua pun melakukan hal yang sama. Terakhir Mamberob Rumakiek, anggota DPD-RI dari Papua Barat yang baru saja dilantik melalui proses pergantian antarwaktu menuturkan, sebagai generasi muda Indonesia, kita harus selalu menjunjung tinggi Pancasila sebagai pemersatu kita.

Di akhir kegiatan para pemuda itu membacakan komitmen kebangsaan yang isinya merupakan komitmen pemuda sebagai generasi masa depan bangsa untuk membangun peradaban Indonesia menjadi masyarakat yang berdaya saing, adil, makmur, dan sejahtera. TD

Berita Terkait