Ibadah Natal Rekanan DKI Jakarta Diadakan di GOR Rawamangun Jakarta Timur

329 dibaca
Suasana acara perayaan Natal Rekanan DKI Jakarta yang reflektif dan khusuk.

Beritanarwastu.com. Pada Rabu malam, 5 Desember 2018 lalu, Rekanan DKI Jakarta, yang merupakan mitra Pemda DKI Jakarta dalam membangun infrastruktur, menggelar perayaan Natal dengan tema "Akulah Pokok Anggur yang Benar dan Bapakulah PengusahaNya" (Yohanes 15:1) di Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta Timur. Acara yang mengundang Pdt. Dr. L. Hutajulu sebagai pemberita firman Tuhan itu berlangsung khusuk, reflektif dan familiar, apalagi hadir juga para keluarga dari asosiasi rekanan itu. Selain diisi dengan membacakan ayat-ayat Alkitab oleh kaum bapak dan ibu, ada pula koor dan drama yang sarat pesan spiritual dan kritik sosial.

          Sedangkan Pdt. L. Hutajulu dalam khotbahnya menyampaikan bahwa di dalam hidup ini kita tak bisa menghindari aneka tantangan dan kesulitan. Namun sering di kala kita bisa mengatasi tantangan dan kesulitan itu, kita akan merasakan buah yang manis. Dalam hidup ini, tukasnya, kita pun harus bisa jadi berkat, karena hidup ini kesempatan. Hidup ini pun sementara, sehingga hidup ini jangan disia-siakan. "Kita harus mau dipakai Tuhan selagi kita masih kuat agar jadi berkat," ujarnya.

         Kemudian Pdt. Hutajulu menceritakan kesaksian seorang pendeta di Jerman 200 tahun lalu, yang menghadapi kesulitan menjelang perayaan Natal karena organ gerejanya rusak. Ketika menghadapi kesulitan itu mereka hanya mampu berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan hadir menjawab pergumulan mereka. "Setiap kita mau bekerja atau berusaha kita harus hadirkan Tuhan agar Dia senantiasa menyertai kita. Tuhan adalah 'pengusaha' dalam hidup kita, sehingga kita harus sisihkan waktu untuk berdoa dan beribadah di tengah kesibukan kita," paparnya.

         Dalam hidup ini, kata Pdt. Hutajulu, kita harus terus dekat kepada Tuhan. Dan kita tak bisa berbuat apa-apa tanpa pertolongan Tuhan. "Kalau kita ada masalah janganlah selalu mengeluh atau bersungut-sungut, apalagi keluhannya dibuat di media sosial (medsos). Tapi berdoalah kepada Tuhan, dan sampaikan keluhan itu, karena Dia adalah Pencipta kita yang bisa terus memberi harapan kepada kita. Natal artinya Imanuel atau Tuhan beserta kita. Sehingga kita harus terus bersama-sama dengan Tuhan sekalipun ada rintangan, agar kita bisa menghasilkan buah yang baik,” cetus Pdt. Hutajulu.

         “Saat Yesus lahir, Dia berjuang dan lahir di tengah kesederhanaan. Sehingga Natal pun harus dirayakan secara sederhana, dan kita jangan hidup hedonisme dan konsumerisme. Ketika kita sudah diberkati Tuhan, maka kita pun harus mampu jadi saluran berkatNya," katanya. Acara Natal dengan ketua dan sekretaris panitia, Charles Panjaitan dan Rini Sihombing ini pun diisi dengan hiburan, makan malam, juga ada ditampilkan tortor atau tarian khas Batak. KT

Berita Terkait