Ibadah Syukur HUT ke-68 PGI Digelar di Jakarta

419 dibaca
Suasana acara HUT ke-68 PGI di Gereja KGPM Sidang Yeremia, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

          Beritanarwastu.com. Persekutuan gereja-gereja di Indonesia (PGI) menggelar Ibadah Syukur atas hari ulang tahun (HUT)-nya ke-68 di Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Sidang Yeremia, Jakarta Utara, pada Minggu, 20 Mei 2018 lalu. Selain MPH PGI serta seluruh staf dan karyawan, ibadah dihadiri pensiunan MP PGI, lembaga mitra, mantan MPH PGI, serta jemaat.

Dalam khotbahnya, mantan Sekretaris Umum PGI, Pdt. Dr. Richard Daulay menegaskan pada kesempatan itu, bahwa dalam suasana Pentakosta Tuhan memberikan kuasa cinta kasih, kesatuan, keberanian, dan pengatahuan kepada seluruh umatNya. Dan di atas semua kuasa itu, cinta kasih yang paling utama ditanamkan Yesus.

“Kita perlu menyebarkan kuasa cinta kasih di tengah situasi bangsa saat ini. Sementara kuasa kesatuan sangat dibutuhkan sebagai kunci dari pekabaran Injil. Juga di tengah perpecahan gereja yang sekarang marak terjadi. Sedangkan kuasa keberanian, lewat kuasa ini PGI harus berani menyampaikan pesan-pesannya kepada siapapun, termasuk Pemerintah, jika terjadi hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya,” kata mantan Wakil Sekum PGI ini.

Ibadah Syukur HUT ke-68 PGI berlangsung semarak dengan diisi puji-pujian oleh Paduan Suara Gita Sirafika dari Rumah Sakit PGI Cikini, Paduan Suara Anak Indonesia, paduan suara gabungan karyawan Rumah Sakit PGI Cikini dan PGI, Psalment Voice, serta Edo Kondologit. Usai ibadah, Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang dalam sambutannya menegaskan, merayakan HUT ke-68 berarti kita bersama-sama merayakan perjalanan dan komitmen bersama sebagai gereja-gereja di Indonesia, untuk lebih mewujudnyatakan kesatuan sebagai tubuh Kristus dalam pelayanan dan kesaksian kita di tanah air Indonesia tercinta ini.

Selain itu, ibadah syukur ini bagian dari perayaan “Bulan Oikoumene” yang mengusung tema “Ini Aku, Utuslah Aku”, dan dalam suasana Pentakosta, Allah tidak membiarkan umatNya berjalan sendiri. Allah memberikan kepada kita Roh Kudus untuk menuntun, menguatkan, mempersatukan dan mengarahkan kita dalam ziarah iman mewujudnyatakan kehendakNya di tengah dunia. 

“Dan dalam suasana Pentakosta, kita merayakan kuasa yang Kristus berikan bagi umatNya, untuk pergi dan memberitakan kabar suka cita, sekaligus menjadi kesempatan atau saat di mana gereja diingatkan kembali akan tugas gereja yang tidak pernah berubah, yakni mengabarkan Injil Kristus di tengah bangsa kita yang dililit oleh berbagai persoalan ini. Kiranya kita semakin kokoh, bukan pesimis. Tetapi makin diperkuat untuk mewujudkan kasih Allah,” katanya.

Ditemui usai ibadah, Ketua Umum DPP GAMKI, Michael Wattimena, M.M. menyampaikan harapan agar PGI dapat memainkan perannya di tengah bangsa ini. “Jika dianalogikan dengan usia manusia, maka usia 68 itu boleh dikatakan sangat matang. Maka dengan kematangannya itu, dapat memberikan kontribusi bagi pelayanan internal maupun eksternal. Di mana akhir-akhir ini cukup menggerogoti kesatuan dan persatuan bangsa kita, sehingga PGI bisa mengambil peran di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai komunitas bangsa yang lain dalam menjaga kesatuan NKRI  supaya tetap terjaga dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ujar mantan Bendahara Umum PP GMKI ini.

Sementara itu, mantan Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. SAE Nababan, L.LD mengatakan, setiap kali kita merayakan hari ulang tahun sebenarnya kita ditantang untuk mengadakan evaluasi. Dan membayangkan langkah apa yang akan diambil untuk lebih mendorong kesadaran kebersamaan terutama di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesi yang sekarang ini banyak mengalami gangguan.

“Salah satu yang perlu dipertimbangkan dalam waktu yang akan datang ialah untuk merayakan ulang tahun dengan melaksanakan kebaktian secara bersama. Dulu kami mulai berganti-ganti jemaat supaya jemaat itu makin sadar, tetapi barangkali sudah tiba waktunya untuk dilaksanakan per wilayah. Katakanlah di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, semua gereja-gereja di wilayah itu bersama-sama mengadakan kebaktian. Menurut saya, ini ungkapan yang sangat berharga bagi perjalanan gerakan oikoumene, tetapi juga sebagai sumbangan untuk kesatuan bangsa kita. Ini harapan saya,” jelas mantan Ephorus HKBP dan mantan Moderator Dewan Gereja-gereja se-Dunia itu. KH

Berita Terkait