Ibu Bertha Saragih 81 Tahun Berjalan Bersama Tuhan

* Oleh: Betty Bahagianty, S.Sos 57 dibaca
Ibu St. Bertha Saragih, S.PAK pada Jumat 21 Juni 2019 lalu kala merayakan HUT-nya ke-81 di Aula Apartemen Palm Court Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

 

            Beritanarwastu.com Usia 81 tahun bukanlah angka yang sedikit. Dalam firman Tuhan dikatakan jika seseorang sampai menginjak usia 80 tahun adalah bonus dari Tuhan. Jika sampai sekarang, Ibu St. Bertha Saragih, S.PAK atau akrab disapa Ibu L.J. Purba masih sehat dan bisa beraktivitas dengan segala kesibukan, tentu itu anugerah Tuhan semata. Lima hari menjelang perayaan ulang tahunnya ke-81, Inang Purba, begitu biasa saya memanggilnya, meminta tolong kepada saya untuk membuat buku acara dalam rangka hari jadinya itu. Sebagai salah satu wartawan di Majalah NARWASTU yang dipimpin Bang Jonro I. Munthe, S.Sos, sudah pasti hal ini sebuah kehormatan bagi saya pribadi. Berbincang dengan nenek beberapa cucu dan sudah punya cicit dari dua orang anaknya itu, ada momen tertentu bagi kami terlibat dalam perbincangan secara pribadi dalam mempersiapkan buku acara ulang tahunnya itu. 

            Sebagai perempuan yang telah menginjak usia lansia bukan perkara mudah mempersiapkan segala sesuatunya bagi dia. Karena dibutuhkan stamina dan konsentrasi. Namun, mantan anggota DPR-RI yang juga salah satu Penasihat Majalah NARWASTU ini dengan sigap dan nyaris sempurna mampu membuktikan kepiawaiannya menyusun rencana acara sampai dengan tata ibadah, termasuk siapa-siapa saja yang akan terlibat dalam acara itu. 

           Usia mungkin bisa saja sudah menua, akan tetapi dalam hal ingatan akan momen tertentu, perempuan yang aktif di Gereja GKPS Cikoko, Jakarta Selatan, ini pun masih tokcer. Hal itu juga kian menegaskan kadar intelegensianya yang cukup baik. Tak heran, jika sampai saat ini beliau masih produktif dalam menulis tentang beragam topik di Majalah NARWASTU, terutama menulis tentang perjalanan hidupnya bersama Tuhan, hari lepas hari. Baginya, Tuhan tak hanya sosok yang dihormati dan disembahnya tiap waktu, melainkan juga sahabat, teman dan orangtua yang selalu menemani hari-harinya sehingga ia merasa terhibur dan tidak pernah merasa sendiri. 

          Dari jerih payahnya mengikut Tuhan, ada begitu banyak berkat yang dapat dinikmatinya sampai hari ini. Bukan semata-mata tentang kelimpahan materi, melainkan hidup yang terus mencari kehendak Tuhan sehingga anak dan cucunya melihat ada keteladanan darinya. Cerminan itu bisa terlihat dari hati yang lembut dan tutur katanya yang tak pernah mau menyakiti orang lain. Pantaslah kalau karakternya itu membuat orang di sekitarnya, termasuk teman-teman sepelayanannya merasa nyaman dengannya. Tentu semua bisa terjadi, karena lagi-lagi hasil hubungan pribadinya bersama Tuhan. Selamat ulang tahun ke-81 buat inang (Ibu) Purba, kiranya terus sehat dan giat dalam mencari kehendakNya. Karena setiap jerih payah yang dilakukan seseorang pasti diperhitungkan sebagai upah dalam kehidupan kekal oleh Allah Yang Maha Kuasa. Syalom dan salam kasih NARWASTU.

 

* Penulis adalah jurnalis Majalah NARWASTU, anggota PERWAMKI dan lulusan Fakultas Komunikasi IISIP Jakarta.

 

 

Ibu St. Bertha Saragih, S.PAK pada Jumat 21 Juni 2019 lalu kala merayakan HUT-nya ke-81 di Aula Apartemen Palm Court Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

 

Berita Terkait