Iman Ahok yang Teguh

Oleh: Jonro I. Munthe, S.Sos 533 dibaca


                BERITANARWASTU.COM. Ketika Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri meresmikan kantor DPD PDIP Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu, 10 Mei 2017 lalu, ia menyatakan terenyuh dengan banyaknya warga DKI Jakarta yang bersimpati atas penahanan Ahok (Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M.) setelah divonis dua tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus dugaan penistaan agama. Megawati menuturkan, banyaknya warga yang datang melihat Ahok ke lembaga pemasyarakatan, karena ia memang terbukti dicintai rakyat.

                “Ternyata mencari pemimpin yang dicintai rakyat itu tidak gampang,” ujar Ketua Umum PDI Perjuangan itu. Sedangkan Menteri Hukum dan HAM, Dr. Yasonna Laoli menerangkan, kalau Ahok dipindahkan dari LP Cipinang ke Mako Brimob Depok, semata-mata karena faktor keamanan, apalagi ada yang ingin membunuhnya. Terlebih di LP Cipinang penghuninya lebih dari 3.000 orang narapidana. Dan ada pula kabar bahwa Ahok akan dihabisi orang yang tak menyukainya selama ini. Sehingga atas inisiatif Yasonna Laoli yang juga tokoh PDIP ia berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, lalu Ahok dipindahkan ke Mako Brimob agar aman.

                Dikutip harian Warta Kota (12 Mei 2017), semenjak ditahan di Mako Brimob, Ahok sudah bertemu dengan anak-anaknya, bahkan berkomunikasi lewat video skype. Menurut kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, Ahok sudah meminta anak-anaknya agar kuat setelah sang ayah dipenjara, karena politik. Dia dipenjara bukan karena korupsi, jadi ia berharap anak-anaknya bangga. Sedangkan di luar penjara, ribuan warga, baik di DKI Jakarta, Yogyakarta, Medan, Denpasar, Bandung, Manado, Ambon, dan banyak lagi kota kecil dan sejumlah negara di dunia, menyampaikan simpatinya atas penahanan Ahok lewat menyalakan lilin dan berdoa.

           Soalnya, Ahok selama ini meskipun kerap bicara ceplas-ceplos dikenal seorang gubernur di  Indonesia yang tegas menyuarakan pemberantasan korupsi. Dan ia banyak mengubah wajah Jakarta menjadi lebih baik, serta banyak warga DKI Jakarta yang menyatakan puas dengan hasil kerjanya sejak bersama Joko Widodo (Kini: Presiden RI) memimpin DKI Jakarta pada 2012 lalu. Ahok juga selama ini terbuka menerima pengaduan masyarakat, sehingga banyak warga DKI Jakarta yang bersimpati dan mencintainya. Termasuk saat ia dinyatakan kalah di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, ada ribuan papan bunga dikirimkan warga kepadanya di Balai Kota, Jakarta, sebagai tanda cinta dan doa kepada Ahok.

                Sementara saat tokoh nasional yang juga Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menjenguk Ahok di Mako Brimob pada Jumat sore, 12 Mei 2017 lalu, Surya menyemangati dan memberikan dukungan moral kepada Ahok yang juga deklarator ormas Nasional Demokrat. Pemilik Metro TV yang selama ini gigih menyokong Ahok, mengatakan, agar Ahok tegar karena di luar sana banyak sekali  mendukungnya. Wakil Ketua Badan Hukum DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, S.H. yang kala itu ikut mendampingi Surya Paloh membesuk Ahok bersama anggota DPR-RI Victor Laiskodat dan Effendy Choirie pun mengatakan, di ruangan 2x3 Ahok lebih nyaman, dan ia tegar dan sehat, bahkan tetap teguh menyatakan imannya sebagai pengikut Kristus.

                Di harian Rakyat Merdeka (15 Mei 2017) seperti disampaikan pengacaranya, I Wayan Sudiarta, aktivitas Ahok selama berada di tahanan adalah berdoa dan membaca buku. Menurut Wayan yang juga mantan anggota DPD-RI, “Ahok sehat, baik-baik saja. Dia kuat karena rasa percayanya kepada Tuhannya yang sangat tinggi. Baginya, apapun yang terjadi di bumi ini tak mungkin terjadi tanpa seizin Tuhan.”

                Hamba Tuhan Pdt. DR. Anna B. Nenoharan kepada majalah ini juga menuturkan, sesungguhnya kalau dilihat dari sisi rohani Ahok itu “dipromosikan” Tuhan. Dia digembleng dulu lewat penjara, agar kelak lebih tangguh saat punya jabatan tinggi. Tokoh Alkitab, seperti Yusuf dan Daniel, imbuhnya, pun mengalami seperti itu, dan justru ada rencana Tuhan yang indah bagi orang-orang pilihanNya. “Ahok orang luar biasa, yang Tuhan kirimkan buat Indonesia, jadi kita harus dukung dan terus doakan dia,” ujar Ketua Sinode GEKINDO dan salah satu Penasihat NARWASTU ini.

           Perjalanan karier Ahok di panggung politik selama ini, baik sebagai Bupati Belitung Timur, anggota DPR-RI dan gubernur dipuji banyak orang, karena ia berkarakter, antikorupsi dan peduli rakyat, meskipun sering bicara ceplas ceplos. Dia pun dinilai kontroversial sekaligus hebat. Perjalanan hidup Ahok adalah potret seorang anak bangsa yang cukup memprihatinkan, karena putra terbaik Indonesia ini begitu mudahnya dimasukkan ke penjara tanpa memperhatikan jasa-jasanya bagi negeri ini.

              Sementara ada koruptor yang mencuri uang rakyat, bahkan ada tokoh-tokoh ormas di negeri ini, justru masih dibiarkan bebas. Dan Ahok, karena ia dinilai antikorupsi, apalagi Tionghoa dan Kristen, dengan mudahnya diproses secara hukum, lalu ditahan di penjara. Ahok pun kini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca Alkitab, berdoa dan berolahraga, apalagi ia tak jadi mengajukan banding. Karena, menurutnya, ia lebih baik menjalani vonis majelis hakim, yang dinilai banyak kalangan sebuah vonis yang kontroversial dan menimbulkan polemik.

·         Penulis adalah Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU.

 

Berita Terkait