Pdt. Walman Tumanggor, M.A.
Iman yang Mengalahkan Dunia (1 Yohanes 5:4; Bilangan 14:1-8)

1514 dibaca


Beritanarwastu.com, Iman adalah percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan firmanNya tanpa keragu-raguan. Oleh karena itu, iman tidak dapat dipisahkan dengan fakta hidup sehari-hari, sebab hal itu merupakan cara pengungkapan bahwa kita memiliki iman. Sebab iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh adalah mati. Berbicara tentang dunia, maka kita akan diperhadapkan kepada banyak hal, seperti iblis dan penguasa-penguasa di udara, persoalan dan pergumulan hidup, uang, jabatan, dan lain sebagainya. Iman yang bagaimana yang mengalahkan dunia?

Pertama, iman yang berfokus kepada Tuhan (Bilangan 14:6-10). Ketika bangsa Israel hendak masuk ke tanah Kanaan, Musa mengutus 12 pengintai. Sepuluh orang memberikan laporan bahwa negeri itu penuh dengan madu dan susu, hanya saja bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat, tinggi-tinggi, raksasa-raksasa, sedangkan kami melihat diri kami seperti belalang (13:28-33).

Mereka ketakutan dan tawar hati, sehingga mereka memberontak, karena mereka hanya melihat besarnya persoalan, diri mereka sendiri. Berbeda dengan Yosua dan Kaleb, mereka berkata, bahwa kita akan makan mereka habis sebab Tuhan menyertai kita. Kedua, percaya bahwa Allah lebih besar dari pada persoalan mereka (14:8-9). Ketika sepuluh pengintai melihat bahwa tanah yang mereka lihat sangat luar biasa suburnya, mereka tentu sangat berharap untuk dapat memilikinya, namun melihat penduduk yang diam di negeri itu mereka menjadi ketakutan dan tawar hati (31-33).

Mereka tidak sadar bahwa Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir yang telah melakukan berbagai macam mukjizat lebih hebat dan lebih dahsyat dari pada musuh-musuh mereka. Mereka hanya melihat pada apa yang dihadapi mereka, sementara mereka melupakan Tuhan. Ketiga, belajar taat kepadaNya (9).  Ketakutan, persoalan hidup membuat bangsa Israel menjadi kalap. Mereka seperti tak sadarkan diri, sehingga mereka bertindak memberontak kepada Tuhan dan pemimpin mereka.

Mereka tidak lagi melihat wibawa Tuhan dan pemimpin, sehingga mereka dengan sembrono bertindak. Kadang-kadang keadaan membentuk kita menjadi orang lain, mungkin karena pergumulan hidup, atau karena keadaan ekonomi atau jabatan di kantor, sehingga kita tidak lagi bertindak dengan hati-hati. Iman yang mengalahkan dunia adalah iman yang hanya mengandalkan Tuhan yang disertai dengan ketaatan kepada firmanNya.

 

Berita Terkait