Jackson Kumaat Harapkan Tokoh Kristiani Bijaksana Menyikapi Pilkada DKI Jakarta

778 dibaca
Jackson A.W. Kumaat (kanan) bersama Cagub dan Cawagub DKI Jakarta (kiri).

                BERITANARWASTU.COM. Ternyata Pilkada DKI Jakarta 2017 yang mulai ramai digaungkan di media cetak, media sosial (medsos) dan perbincangan di berbagai forum dan tempat, tak kalah menariknya dari Pilpres 2014 lalu. Buktinya, saat ini media massa nasional, televisi, medsos bahkan tokoh-tokoh berpengaruh mulai membicarakan pilkada yang menampilkan tiga pasangan calon ini, yakni, pertama, Ahok-Djarot yang didukung PDIP, Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar.

               Kedua, Anies Baswedan-Sandiaga Uno didukung Partai Gerindra dan PKS. Ketiga, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni didukung Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN. Sejumlah pengamat dan pakar politik menyampaikan, pertarungan ketiga pasangan calon ini sesungguhnya pertarungan tiga tokoh nasional berpengaruh di negeri ini, yakni Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP), Soesilo Bambang Yudhoyono/SBY (Ketua Umum Partai Demokrat) dan Prabowo Soebianto (Ketua Umum Partai Gerindra). Ketiganya pun rivalitas di Pilpres 2004, 2009 dan 2014 lalu.

              Dan ketiga pasangan calon yang berlaga di Pilkada DKI Jakarta ini merupakan putra terbaik bangsa dan representasi dari calon pemimpin muda di masa depan serta figur yang relatif bersih dan jauh dari persoalan masa lalu.  Misalnya, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dikenal figur fenomenal yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan, seorang intelektual dan motivator, serta Agus Harimurti, perwira TNI berprestasi luar biasa.

             Hanya saja, sejak ketiganya mendaftar ke KPUD DKI Jakarta pada 23 September 2016 lalu, sudah mulai muncul kampanye negatif (black campaign) terhadap calon-calon tersebut. Ada calon yang diserang dengan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), ada isu menteri gagal dan isu nepotisme. Wapres RI Jusuf Kalla sudah mengimbau agar para calon yang tampil dan tim suksesnya jangan memainkan isu yang negatif, tapi bertarunglah dengan politik yang sehat.

            Tokoh muda nasionalis dan Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara, Jackson A.W. Kumaat pun meminta anak bangsa ini agar berpolitik dengan beretika dan cerdas. “Dan hindari melecehkan atau menghina calon yang tampil, karena ketiganya adalah putra terbaik bangsa. Termasuk tokoh-tokoh Kristiani jangan mendiskreditkan atau melecehkan calon lainnya, tapi mari berpolitik dengan fair, bijaksana dan cerdas,” ujar fungsionaris DPP Partai Demokrat ini.

                Jackson Kumaat yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2010 Pilihan NARWASTU” dan pernah tampil sebagai calon Wali Kota Manado menuturkan, “Tokoh-tokoh Kristiani harus bisa menghormati pilihan masing-masing. Kalau saya mendukung mas Agus Harimurti Yudhoyono, itulah keputusan partai kami, dan saya harus hormati itu dan harus kita dukung calon dari partai kita. Kita semua anak bangsa yang bersaudara, dan jangan menebar kebencian pada figur yang tampil,” mantan Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara dan mantan aktivis mahasiswa pada 1998 ini.

              “Berbeda pilihan itu biasa. Dalam tiga atau empat bulan kita bisa berbeda pandangan politik, setelah itu kita akan bersaudara dan bersama lagi. Jadi kita harus dewasa, bijaksana dan beretika berpolitik, terutama dalam menyikapi Pilkada DKI Jakarta,” ujar Jackson Kumaat, yang tercatat sebagai figur termuda dalam sejarah Indonesia memimpin parpol. Karena ia memimpin Partai Pakar Pangan di Pemilu 2008 lalu saat usianya masih 30-an tahun. KS

Berita Terkait