Jangan Ragukan Pemeliharaan Tuhan di Dalam Hidup Kita

1762 dibaca


Beritanarwastu.com. Banyak cara dilakukan Tuhan Allah untuk menegur orang yang dikasihiNya. Termasuk dalam bacaan ini, soal bangsa Israel. Orang Israel sering bersungut-sungut kepada Allah, karena karakter mereka keras, tapi mereka dipilih Allah jadi berkat bagi banyak bangsa. Tujuan bangsa Israel ketika lepas dari Mesir adalah tanah Kanaan, yang sebenarnya jaraknya cukup dekat dari Mesir. Tapi Tuhan membuat mereka menempuh perjalanan ke Kanaan selama 40 tahun agar iman orang Israel semakin baik. Orang Israel suka bersungut-sungut kepada Tuhan, karena persoalan fisik atau urusan kebutuhan makanan. Mereka masih memiliki sifat dasar manusia, dan Tuhan menghajar mereka.

                Demikian diungkapkan Pdt. Eka Siahay-Zachawerus, S.Th dari GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, saat menyampaikan khotbah di GPIB Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, baru-baru ini. Mengutip renungan dari Kitab Bilangan 21:4-20, Pdt. Eka menegaskan, meskipun di dalam kehidupan ini selalu ada masalah atau pergumulan yang kita hadapi, seperti yang dihadapi bangsa Israel, namun belas kasihan Tuhan di dalam kehidupan kita tak akan berhenti.

                Katanya, bisa saja kita mengecewakan Tuhan, namun Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Apa yang kita minta dari Tuhan selalu diberikanNya. Buktinya, Yesus sampai disalibkan, karena Dia begitu mengasihi kita. Dia pun akan selalu bersama kita di dalam kehidupan ini, dan pertolongan Tuhan akan selalu tepat waktu atau indah pada waktuNya. Menurutnya, iman kita harus dewasa, dan kita jangan suka menyalahkan Tuhan, dan kita harus selalu bersyukur.

                Ketika ada sukacita dan dukacita, katanya, semua itu sudah diatur Tuhan. Ditulis di Kitab Pengkhotbah 3:11, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya, dan manusia tidak dapat menyelami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir. “Orang beriman kalau bergumul atau menghadapi masalah akan menyerahkan masalah tersebut kepada Tuhan. Jangan ragukan pemeliharaan Tuhan. Kita harus dewasa di dalam menyikapi setiap pergumulan. Kita harus yakini bahwa ada kasih karunia Tuhan di dalam hidup kita,” paparnya.

                Katanya lagi, apakah kita berani mengatakan, hai penyakit, saya punya Yesus yang lebih besar dari penyakit. Hai pergumulan, saya punya Yesus yang lebih besar dari setiap pergumulan. “Hati kita harus dijaga agar selalu semangat, agar selalu kuat dan selalu bersyukur. Kita harus optimis di dalam hidup ini. Jangan sedikitpun ragukan kuasa atau pemeliharan Tuhan. Kendalikan hati dan pikiran agar jangan berpikir negatif. Kalau kita bekerja atau keluar dari rumah, berdoalah kepada Tuhan agar kita terhindar dari marabahaya,” tegasnya.

                Di Kitab Mazmur 121:1-8 ditulis Tuhan adalah penjaga Israel dan kita manusia. Ketika kita tidur terlelap, Tuhan itu penjaga kita. Jadi pujilah Tuhan yang dahsyat itu dengan pujian dan penyembahan kita. Kita jangan hanya meminta agar kebutuhan kita dipenuhi Tuhan, tapi puji juga Tuhan. Selain kita bisa meminta apapun dari Tuhan, kita juga harus setia dan taat kepadaNya.

                “Percayalah, perlindungan Tuhan itu akan terus ada di dalam kehidupan kita. Dan janji Tuhan itu, Dia akan selalu melindungi kita dan berkat-berkatNya tak akan berhenti kepada kita. Tapi apakah kita menyadari kekuatan kita bahwa Dialah pemberi hidup kepada kita. Kita juga jangan percaya kepada kekuatan-kekuatan duniawi, seperti setan, paranormal, dan jangan mendatangi gunung untuk meminta kekuatan. Tapi Allah adalah sumber kehidupan kita, dan Allah kita itu ada di dalam Yesus Kristus,” tegasnya. KKH 

Berita Terkait