Laksma TNI (Purn.) Ir. Paruntungan Girsang, M.Sc, M.A.
Jenderal Purnawirawan TNI AL yang Giat Menginjil

917 dibaca
Laksma TNI (Purn.) Ir. Paruntungan Girsang, M.Sc, M.A. Cinta Tuhan dan cerdas.

                BERITANARWASTU.COM. Perwira tinggi bintang satu yang sudah purnawirawan di TNI Angkatan Laut (AL) kelahiran Asahan, Sumatera Utara, 2 November 1956 ini, adalah figur berjiwa nasionalis, cerdas dan religius. Lantaran punya kecerdasan yang patut diacungi jempol, Laksma TNI (Purn.) Ir. Paruntungan Girsang, M.Sc, M.A. sudah pernah ditugaskan TNI untuk tugas belajar, seperti mengikuti berbagai kursus dan seminar di sejumlah negara. Ia pernah  belajar ke Amerika Serikat (AS) pada 1992-1994, mengikuti pendidikan LEMHANNAS di Australia, serta pernah menjadi kepala rombongan tim humas (penerangan) TNI/Polri ke AS untuk belajar mengenai pusat-pusat penerangan AS.

                “Waktu ini kami melihat kegiatan di CNN dan Pentagon di Amerika Serikat. Saya percaya, kalau itu bisa saya alami, semata-mata karena kemurahan Tuhan. Dalam setiap aktivitas, saya selalu awali dengan doa supaya Tuhan menyertai saya. Kalau kita bekerja dengan baik dan tulus, pasti pimpinan kita memperhatikannya. Kalau kita berdoa kepada Tuhan, Dia akan membuka jalan dan mengerakkan orang-orang lain untuk membantu kita. Dalam hidup kita ini, Tuhan itu tidak tidur, dan saya memegang motto Ora Et Labora atau bekerja sambil berdoa,” ucap kakek satu cucu dan mantan Sekretaris Dinas Penerangan TNI AL ini.

                Paruntungan yang punya tiga anak, yaitu Jean Agustine Girsang, S.Psi, John Samuel Sebastian Girsang dan Grace Naomi Christina Girsang adalah sosok yang haus ilmu. Makanya, di tengah kesibukannya yang amat padat, ia masih menyempatkan diri membaca banyak buku. Bahkan ia sedang menyelesaikan disertasi untuk meraih gelar doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dan juga sedang menekuni program S3 konseling, yang bermanfaat bagi pelayanannya. Selain itu, suami tercinta Ediana Hutabarat, B.A. ini tak pernah lupa membagi waktu untuk pelayanan di gereja.

                Paruntungan kini dipercaya sebagai Wakil Gembala di GBI Otista, Jakarta Timur. Tak heran, kalau ia sering berkhotbah di tengah jemaat, dan bicara seputar firman Tuhan di berbagai lembaga, baik di Gereja TNI Angkatan Laut, Full Gospel Businesmen Fellowship International (FGBFI) dan dosen pascasarjana di STT IKAT, Jakarta. Menurutnya, “Saya bukan sombong rohani, dulu kalau saya ibadah rasanya hanya rutinitas. Sekarang beda, kalau ibadah saya merasakan ada sentuhan Tuhan. Bahkan, dulu saya tak pernah mencucurkan air mata kalau memuji Tuhan. Sekarang karena terharu dan menyadari kebaikan Tuhan di dalam hidup ini, saya bisa mencucurkan air mata. Bahkan, dulu saya merasa gengsi bertepuk tangan bila ibadah, maklum dulu kami di gereja tradisional,” ujar pria yang pernah bertugas sebagai Staf Perencanaan Umum di Mabes TNI ini.

                Paruntungan yang pernah bekerja di Puskom Publik Kementerian Pertahanan RI adalah lulusan S1 dari Fakultas Elektro dari Universitas Sumatera Utara (USU), Medan (1983). Setelah menyelesaikan kuliahnya, pada 1983-1984 ia masuk Sekolah Perwira Militer Wajib di Bandung. Menurutnya, sejak kecil ia bercita-cita masuk militer, apalagi dalam keluarganya tidak ada berlatar belakang militer. Hanya saja, dalam perjalanan selanjutnya, ia sempat kecewa, karena ilmu yang diperolehnya tidak bisa dipakai setelah ia di militer.

             “Namun waktu itu saya berdoa kepada Tuhan. Saya minta kepada Tuhan agar saya diberkati bila memang saya mau ditempatkan di militer. Ketika itu, rasanya masih gelap dan saya belum berpikir tentang pangkat atau jabatan,” ucap penulis terbaik Taskap (semacam skripsi) di Seskoal Angkatan 36 (1998-1999) ini. Benar saja, Tuhan menjawab doanya. Kemudian instansi AL mengutusnya tugas belajar ke Amerika Serikat pada 1992-1994. Apalagi ia rajin belajar bahasa Inggris, sehingga ia terampil berbahasa asing. Di Amerika ia menekuni ilmu komputer.

             Sepulang dari negeri Paman Sam itu, Paruntungan ditugaskan di Litbang TNI AL. Di Litbang TNI AL ia mencurahkan ilmu dan kemampuannya. “Jadi saya berkontribusi aktif saat ditempatkan di Litbang. Posisi Litbang AL amat strategis, misalnya, kalau ada pengadaan barang untuk TNI AL, harus melewat Litbang dulu,” pungkasnya. Sejak itulah karier Paruntungan menanjak, apalagi ia mengikuti pendidikan Seskoal TNI AL dengan hasil yang amat memuaskan.

                Sejak jabatannya Letkol, tak jarang ia diundang sebagai dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi ternama, misalnya, di UI dan STIE Perbanas. Selain itu, ia kerap menjadi dosen tamu di Sesko TNI. Ia kerap pula dikirim mengikuti kursus-kursus dan pelatihan ke Hawai, India, Singapura dan sejumlah negara maju. “Apa yang saya raih itu, semua karena kemurahan Tuhan. Tidak pernah itu saya bayangkan akan saya peroleh,” ucap mantan Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kementerian Pertahanan RI itu.

              Pada 2015 lalu, Paruntungan pun pernah melayani para pengungsi asal Timur Tengah di Jerman. Dalam pelayanannya selama ini, Paruntungan sudah menyaksikan banyak mukjizat Tuhan. Misalnya, ia pernah melayani dan mendoakan orang yang terkena kanker payudara dan menderita kista, orang tersebut sembuh secara ajaib. Pernah juga ia melayani orang yang dikuasai kuasa-kuasa setan, dan kembali orang tersebut dipulihkan setelah kuasa-kuasa jahat itu keluar dari tubuh dan jiwa yang dilayaninya.

                “Saya sudah menyaksikan bahwa Allah itu hadir di setiap pelayanan saya. Banyak orang sakit dan  dikuasai roh-roh setan, setelah kita doakan dipulihkan Tuhan,” paparnya. Menurutnya, setiap kali ia melayani orang sakit selalu ia minta agar yang sakit itu mau mengampuni orang yang bersalah terhadap dirinya, selalu bersyukur kepada Tuhan dan giat beribadah. “Manakala kita mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka percayalah berkat Tuhan akan kita terima,” ucap pria yang punya lagu gereja favorit berjudul Sebab Kau Besar dan Hatiku Percaya ini

Berita Terkait