Kapolri Jamin Keamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017

711 dibaca
Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Beritanarwastu.com. Perayaan Natal bagi umat Kristiani dan Tahun Baru 2017 sudah di depan mata. Melihat maraknya selama ini aksi teror bom, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengatakan kepada pers, bahwa Polri menjamin keamanan masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2017. Seperti tahun-tahun lalu, katanya, Polri akan mengerahkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk memberi keamanan terhadap masyarakat yang akan merayakan Natal dan menikmati liburan panjang tahun baru.

                Untuk perayaan Natal dan tahun baru insya Allah aman dengan adanya penangkapan di beberapa tempat. Penangkapan terkait tiga sel, yakni yang menyasar pos jaga Istna, Bali yang dibawa Puspitasari, pospol di Sertpong. Ketiganya kita gagalkan, dan ini menjadi shock terapy bagi teroris,” ujar Tito Karnavian yang mantan Kapolda Metro Jaya dan bekas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) serta mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri.

                Orang nomor satu di Polri ini, seperti dikutip koran Suara Pembaruan pada 21 Desember 2016 menerangkan, pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk menangkap pelaku teror sebelum mereka menjalankan aksinya. Sekadar tahu, pada 28 Agustus 2016 lalu Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara, sudah diserang pelaku teror bom saat ada ibadah umat Katolik. Lalu pada 13 November 2016, kembali Gereja Oikoumene, Samarinda, Kalimantan Timur, diserang teroris, sehingga menimbulkan korban anak-anak hingga tewas, lantaran terkena serpihan ledakan bom.

                Tak hanya itu, Tito Karnavian pun sudah menegaskan kepada anggotanya agar menangkap anggota ormas yang melakukan sweeping atau razia terkait ornamen menjelang hari raya Natal, seperti topi sinterklas. Pernyataan Tito ini menanggapi aktivitas mengatasnamakan sosialisasi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dilakukan ormas tertentu di pusat perbelanjaan. Katanya, Polri akan mendatangi ormas-ormas itu dengan baik-baik dan suruh bubar, karena itu meresahkan masyarakat. Kalau tidak mau bubar, tegas Tito, maka akan ditangkap. KS

Berita Terkait