Kehangatan Natal dalam Keluarga

302 dibaca


Beritanarwastu.com. Setiap keluarga punya cara tersendiri dalam menyambut dan merayakan Natal. Juga punya pandangan tersendiri dalam memaknai Natal, yang adalah bentuk ekspresi kasih Allah kepada dunia dengan datang ke dalam dunia menjadi manusia dan hidup di tengah-tengah manusia itu sendiri. Kebiasaan baik beberapa saudara ini, kiranya menjadi inspirasi bagi kita dalam mempersiapkan dan merayakan Natal tahun ini bersama keluarga yang dicintai.

 

Candy Hartawan (Wiraswasta)

Dua aktivitas yang selalu keluarga kami lakukan pada saat Natal tiba adalah, bersama-sama menata pohon Natal dan bersama keluarga besar melakukan gathering di suatu tempat. Lewat gathering itu rasa kekeluargaan kami dipupuk untuk semakin erat. Anak-anak kami bertemu dengan sepupu-sepupu mereka dalam suasana lain, merayakan Natal bersama dalam suka cita. Bahkan, dalam keberagaman pun kami merayakan Natal bersama karena keluarga dari ibu mertua saya yang beragama Muslim.


Lydia Prilly Carmelitta (Karyawati)

Berkumpul dan berdoa bersama di malam Natal bersama keluarga besar adalah agenda rutin dalam keluarga kami. Biasanya dilanjutkan dengan makan malam bersama di rumah. Kerinduan kami lewat kebersamaan di malam Natal itu tumbuh kehangatan baru dalam keluarga lewat mengembalikan memori-memori masa kecil saya dan dua saudara lelaki saya. Apalagi saat ini saya sudah berkeluarga dan punya seorang anak laki-laki. Suasana Natal dalam keluarga semakin hangat dan meriah.

 

Juwita Pesireron (Ibu rumah tangga/aktivis gereja)

Persekutuan keluarga kami lakukan di rumah saat malam Natal. Kami bersyukur atas penyertaan, kasih, dan anugerah Tuhan bagi kami sekeluarga. Momen itu juga jadi menyenangkan, karena anak-anak kami kembali berkumpul bersama kami di rumah. Saling mendoakan dan menguatkan satu dengan yang lainnya. Kebiasaan ini kami harapkan dapat diteladani dan diteruskan ke dalam hidup keluarga anak-anak kami kelak.

 

Valentino Pulu (Karyawan)

Sambil mendengarkan lagu-lagu Natal kami keluarga besar berkumpul sambil menikmati masakan papa yang memang diberi kelebihan oleh Tuhan pintar masak. Semua kami doyan makan enak, jadi kloplah. Saat malam Natal kami berdoa bersama, bersyukur atas kebaikan Tuhan bagi kami sekeluarga. Juga menyerahkan perjalanan kami ke depan. Di dalamnya kami juga sharing dan saling introspeksi diri satu sama lain sebagai anggota keluarga. Kami juga saling menguatkan dan mengingatkan bahwa Tuhan yang sama, yang sudah menyertai sepanjang tahun, Dia pula yang akan menuntun kami sekeluarga di tahun yang baru nanti.

 

Glen Arusingsing (Karyawan)

Minum susu coklat dan nonton film bersama di rumah, itulah kebiasaan kami sekeluarga setiap malam Natal. Semakin anak-anak besar, kami semakin merayakan Natal dalam kesederhanaan. Bukan lagi harus selalu ada baju dan sepatu baru untuk mereka. Kami ajarkan mereka untuk belajar berbagi, belajar memberi. Kami ajarkan kepada mereka bahwa Natal itu peristiwa memberi dengan kasih, dan mereka harus belajar melakukan itu sejak dini.

 

Cornelia Emma Apituley (Ibu rumah tangga/Aktivis gereja)

Saling mengeluarkan uneg-uneg di antara anggota keluarga biasanya kami lakukan di momen malam Natal itu. Memaknai Natal dengan saling menerima dan mengampuni. Waktu berkumpul bersama keluarga itu selalu kami akhiri dengan doa syukur bersama. RR

Berita Terkait