Ketua DPD PIKI DKI Jakarta Nilai Pilkada DKI Serasa Pilpres, Tapi Jangan Main Isu SARA

1054 dibaca
Ir Basuki Tjahaya Purnama, M.M. (Ahok) dan Jose T.P. Silitonga, S.H., M.A., M.PdK.

                BERITANARWASTU.COM. Akhirnya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017 muncul tiga pasangan. Ketiga pasangan itu, yakni Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang didukung PDIP, Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar. Lalu Prof. Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Partai Gerindra dan PKS) dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Partai Demokrat, PKB, PAN dan PKB).

                Pertarungan ketiga pasangan calon ini pun disebut-sebut pertarungan tiga poros tokoh nasional, yakni Megawati Soekarnoputri yang menyokong Ahok-Djarot, Letjen TNI (Purn.) Prabowo Soebianto yang mendukung Anies-Sandiaga, dan Jenderal TNI (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendukung Agus-Sylviana. Dalam pandangan tokoh Kristiani dan advokat/pengacara senior, T.P. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.PdK, pertarungan di Pilkada DKI 2017 ini mirip-mirip atau serasa dengan pemilihan presiden (pilpres), karena lokasinya di ibukota RI, dan calon yang tampil popularitasnya sudah menasional.

                Jose Silitonga yang juga Ketua Panitia Seminar Jemaat Kristiani Pilkada DKI Jakarta 2007 lalu dan Ketua DPD PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) DKI Jakarta, meminta warga DKI Jakarta agar cerdas di dalam menyikapi Pilkada DKI Jakarta 2017. “Calon-calon yang tampil ini saya lihat figur orang-orang baik dan mendapat simpati di masyarakat. Sehingga para elite politik mestinya bijaksana agar jangan diadu orang baik dengan orang baik,” cetusnya.

               “Mestinya orang baik seperti Ahok yang sudah ada di DKI Jakarta jangan lagi diadu dengan Prof. Anies Baswedan yang juga orang baik dan disukai masyarakat,” ujar Penasihat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Indonesia dan Penasihat PERWAMKI (Perkumpulan wartawan Media Kristiani Indonesia) ini. Jose Silitonga yang dikenal vokal dan cerdas serta kini dipercaya sebagai Dosen Luar Biasa Ilmu Hukum Bisnis di Universitas Trisakti, Jakarta, menerangkan, Pilkada DKI Jakarta akan menjadi barometer bagi tokoh-tokoh nasional untuk melihat peluang di Pilpres 2019 mendatang.

              “Kita belajar dari Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Jokowi saat itu menang lalu menjadi Gubernur DKI Jakarta, lalu dia tampil lagi di Pilpres 2014. Jokowi menang lagi, lalu naik menjadi Presiden RI. Pemenang di Pilkada DKI Jakarta 2017 pasti akan sangat diperhitungkan di Pilpres 2019 mendatang,” ujar peraih award sebagai “Pahlawan Bumi 2003 Pilihan Walhi” dan  salah satu figur yang termasuk dalam “20 Tokoh Kristiani 2007 Pilihan NARWASTU.”

                Pria yang pernah disebut-sebut sebagai calon Bupati Tapanuli Utara ini, sekarang masih menekuni studi S3 Ilmu Tata Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cilandak, Jakarta. Dan ia banyak menekuni ilmu tata pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Pemerintahan. “Kami banyak berdiskusi tentang Pilkada DKI Jakarta di kampus, dan kebetulan mahasiswanya banyak pejabat dan intelektual terkemuka. Intinya bahwa kepala daerah itu harus punya kemampuan manajerial, tahu hukum, punya integritas, karakter dan paham tata pemerintahan agar bisa memimpin masyarakat,” pungkas pria yang kerap membela warga gereja yang mengalami gangguan beribadah ini.

                Pejuang HAM ini menambahkan, lewat Pilkada DKI Jakarta kita berharap agar masyarakat semakin cerdas menyikapi politik. “Jangan sampai isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) dimainkan, sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Tuhan sudah menganugerahkan kepada bangsa ini agama  Kristen, Islam, Budha atau Hindu, dan ada pula Batak, Jawa, Tionghoa dan Betawi, itu mesti dihargai sebagai karunia Tuhan. Jangan SARA itu dibenturkan agar terjadi kebencian sesama anak bangsa,” pungkas Jose Silitonga.

                Ia menambahkan, DPD PIKI DKI Jakarta berencana membuat seminar dengan tokoh-tokoh nasional dan pemuka Kristiani untuk menyikapi Pilkada DKI Jakarta. “PIKI DKI Jakarta tak akan diam menyikapi Pilkada DKI Jakarta. Kita akan memberikan pencerahan dan pencerdasan politik kepada masyarakat bersama cendekiawan-cendekiawan Kristiani. Kita mengharapkan Pilkada DKI Jakarta aman, damai dan lancar, serta bisa melahirkan pemimpin yang mampu mensejahterakan rakyat, yang mampu menghargai semua suku dan agama di negeri ini,” cetus Jose Silitonga yang juga Ketua Forum Peduli Jemaat HKBP.

                Pendiri LBH Petrus ini menambahkan, Ahok sebagai petahana jangan sampai dihina, karena dia Kristen dan Tionghoa. “Masyarakat DKI Jakarta banyak yang mendoakan dan suka dengan dia, sekalipun Ahok tak disukai sejumlah elite politik tertentu. Kita harus akui Ahok berani memberantas korupsi, dan infrastruktur di DKI Jakarta sudah semakin tertata dengan baik. Ia pun peduli pada persoalan masyarakat agar semakin sejahtera dan bermartabat,” ujar Jose.

“Hanya saja memang, Ahok kita minta kalau berbicara ke publik jangan emosional. Harus lebih tenang dan santunlah kalau bicara. Peluang Ahok untuk menang sangat besar. Survei-survei pun menyatakan peluang dia untuk menang sangat besar. Jadi jangan dong saudara kita Ahok diserang dengan isu SARA. Melawan Ahok harus dengan program kerja, dan lihat track record-nya. Kita akui Ahok hebat, berani dan itu anugerah Tuhan bagi warga DKI Jakarta,” ujar advokat yang tergabung di Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan PERADI ini. TR

Berita Terkait