Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan, Ir. Lintong Manurung, M.M. Tak Lelah Memberikan Pemikiran untuk Kebaikan Negeri ini

118 dibaca
Ir. Lintong Manurung, M.M. dalam sebuah acara JPIP.

Beritanarwastu.com Pada Jumat siang, 14 Juni 2019 lalu Majalah NARWASTU kedatangan tamu seorang cendekiawan, Ir. Lintong Manurung, M.M. Dia mantan Staf Ahli Partai Demokrat di DPR-RI dan pensiunan dari Kementerian Perdagangan RI. Selama ini dia dikenal seorang anak bangsa yang peduli pada persoalan negeri ini, sehingga ia aktif di berbagai organisasi memberikan ide-ide, sikap dan pokok-pokok pemikiran. Mantan aktivis GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan bekas Ketua DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) ini pernah memimpin Ahok Fans Club, dan kini ia memimpin Gerakan Bangun Nusantara. Pada 2005 lalu, ia pun pernah disebut-sebut sebagai bakal Calon Bupati Toba Samosir, Sumatera Utara. Pasalnya ia memang figur intelektual, punya kemampuan manajerial serta peduli pada persoalan masyarakat di kampung halamannya.

                 Dalam kunjungannya ke kantor NARWASTU, ia memperkenalkan buku baru yang ditulisnya bersama sejumlah cendekiawan dan tokoh nasional berjudul "Strategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan Menyongsong Tahun 2045."  Buku ini diterbitkan Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) yang dipimpinnya. Di JPIP ia menjabat sebagai ketua umum. Buku ini cukup berbobot dan di dalamnya ada sambutan menteri dan tokoh nasional, seperti Jenderal TNI (Purn.) Luhut Panjaitan (Menko Kemaritiman), Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Prof. Dr. Sri Adiningsih (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI) dan Enggartiasto Lukito (Menteri Perdagangan). 

                Lebih dari sejam Bang Lintong, begitu ia akrab disapa, bertukar pikiran dengan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos tentang bukunya, kegiatan JPIP serta peran media massa di tengah bangsa ini. Ia juga mengatakan, peran media massa itu dahsyat dalam menyampaikan gagasan-gagasan ke publik. Termasuk ia menilai bahwa Majalah NARWASTU punya peran strategis di tengah gereja, masyarakat dan bangsa ini. 

             Lintong menuturkan, sebenarnya ia berharap agar kader-kader atau intelektual Kristen terutama yang muda-muda, baik yang ada di GMKI, GAMKI, PIKI dan Perkumpulan Senior GMKI bisa juga memberikan pokok-pokok pemikiran atau rekomendasi soal industri dan perdagangan kepada pemerintah dan kepada semua pihak yang membutuhkan. "Bangsa ini butuh peran intelektual supaya negeri ini semakin baik. Kita harus lihat Pak Jokowi, dia orang baik yang terus bekerja untuk kesejahteraan dan kemakmuran negeri ini. Pak Jokowi terus bekerja dan peduli pada masa depan bangsa ini. Dalam empat tahun memimpin Indonesia, sudah terlihat hasilnya, seperti ada kemudahan berusaha, stabilitas inflasi, daya saing meningkat, produk-produk kita di pasar diperhitungkan banyak pihak dan pembangunan infrastruktur terus berlanjut. Tujuannya agar bangsa ini semakin maju," ungkap anggota jemaat Gereja POUK Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang kerap memberikan pemikiran-pemikirannya di berbagai forum dan seminar seputar industri dan perdagangan itu.

            Melalui buku yang diterbitkan JPIP ini, Lintong dan kawan-kawan berharap agar para cendekiawan atau intelektual di negeri ini bisa berbuat sesuatu yang signifikan untuk kebaikan Indonesia. "Pada 2045 Indonesia akan merdeka 100 tahun. Kita berharap Indonesia masuk dalam zona ekonomi berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Namun perlu strategi dan langkah-langkah untuk mencapai itu. Dan di dalam buku ini gagasan-gagasan kami tertuang dan kami berbagi pemikiran untuk bangsa dan negeri ini," pungkas Lintong Manurung (69 tahun) yang dikenal cerdas dan hobi berdiskusi. Semasa mahasiswa Lintong aktif dulu sebagai pengurus BPC GMKI Bandung, dan ia pun pernah menjabat sebagai Sekretaris Regional II Pengurus Pusat GMKI (1978-1980).

             Dalam buku terbitan JPIP berjudul "Strategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan Menyongsong Tahun 2045" ini sejumlah tokoh nasional ikut memberi sambutan. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan, “Saya menyambut baik penerbitan buku Strategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan Menyongsong Tahun 2045. Yang disusun oleh tim penulis dari Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan. Terbitnya buku ini dilatarbelakangi oleh kepedulian para penulis terhadap pembangunan ekonomi nasional khususnya bidang industri dan perdagangan dalam menghadapi persaingan di masa depan, di mana eskalasi ketidakpastian global terus meningkat. Oleh karena itu, saya secara khusus memberi apresiasi kepada para penulis atas kerja keras dan usaha yang telah diberikan sehingga buku ini dapat terbit dan tentunya diharapkan dapat menjadi tambahan referensi baik bagi pemerintah, akademisi, pengusaha dan masyarakat luas.”

   “Kekuatan ekonomi Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global sebagai salah satu pemain kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. Indonesia mampu memberikan kontribusi sebesar 2,5 persen terhadap pertumbuhan dunia. Pada sektor manufaktur, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masuk dalam jajaran empat besar dunia dari lima belas negara yang kontribusi industri manukfaktur terhadap PDB-nya di atas 10%. Bahkan di antara negara-negara berkembang, hanya Indonesia dan Tiongkok yang berada di posisi empat besar. Apabila dilihat dari Sisi nilai tambah manufaktur/manufacturing value added, posisi Indonesia di dunia terus melesat dari peringkat sebelas pada tahun 2015, menjadi peringkat kesembilan pada tahun 2016 melampaui Inggris dan Kanada,” kata Airlangga.

     Capaian ini menunjukkan sektor industri manufaktur terus mengalami pertumbuhan yang positif, dan diharapkan peran sektor industri terhadap penerimaan negara akan semakin besar. Pada tahun 2018 kontribusi industri pengolahan terhadap penerimaan negara melalui pajak penghasilan nonmigas adalah sebesar Rp.363,6 triliun atau tumbuh 11,12%                dibanding tahun 2017. Kekuatan ekonomi Indonesia tersebut, perlu diakselerasi agar Indonesia masuk ke dalam jajaran negara ekonomi maju berpenghasilan tinggi pada tahun 2045,” ujar Airlangga.

    Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, dalam sambutannya di buku ini pun menuturkan, “Indonesia emas 2045 yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia adalah cita-cita dan harapan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan mandiri yang berpenghasilan tinggi dan disegani oleh dunia. Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Pemerintah telah menyusun langkah-langkah strategis yang meliputi empat (4) pilar utama, yaitu Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi yang berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan.”

   “Dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan, beragam sum bangan pemikiran dari para pemerhati industri dan perdagangan melalui pembahasan secara ilmiah dan komprehensif diberbagai forum dan media yang kemudian dituangkan dalam buku berjudul Strategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan menyongsong Tahun 2045 merupakan salah satu rekomendasi strategis dan penting bagi Pemerintah. Meskipun sektor industri dan perdagangan tidak menjadi satu-satunya faktor keberhasilan pembangunan ekonomi, namun sektor industri dan perdagangan menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Airlangga.

  Menko Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Panjaitan dalam sambutannya di buku ini pun menuliskan, “Pertama mengucapkan selamat atas terbitnya buku yang berjudul Stategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan Menyongsong Tahun 2045 ini. Buku yang penting karena menjadi dokumen pembanding Visi Indonesia 2045 -tama, sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia maupun selaku pribadi, saya dan sekaligus menjadi referensi bagi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kita. Saya yakin bahwa buku yang melihat jauh ke depan itu patut dibaca karena ditulis oleh para pakar yang sudah terjamin kematangannya serta dikenal di masyarakat. Elok kita mengacungkan jempol kepada Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) yang dipimpin oleh saudara Lintong Manurung karena mampu menuangkan berbagai pemikiran tajam tersebut dalam sebuah buku yang kompak dan cukup komprehensif.”

    “Seperti kita ketahui, sejak 17 Agustus 1945 Indonesia telah menyatakan sebagai negara yang merdeka, jadi pada tahun 2045 nanti Indonesia mencapai 100 tahun kemerdekaannya. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, namum kekayaan tersebut bisa habis jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pada tahun 2045 nanti, Indonesia akan mendapat Bonus Demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya adalah usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun serta diatas 65 tahun). Mereka itulah yang dikenal dengan sebutan Generasi Emas 2045 yaitu para pemuda yang diharapkan bisa menjadi perintis perubahan dalam membentuk kehidupan dan peradaban bangsa yang lebih baik dengan bermodalkan kecerdasan komprehensif, yaitu aktif, kreatif, inovatif dan interaksi sosial yang baik.

                Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof. Dr. Sri Adiningsih, dalam sambutannya di buku ini pun menulis, ”Saya menyambut baik terbitnya buku Strategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan Menyongsong Tahun 2045. Buku ini tidak hanya menguraikan kinerja industri dan perdagangan, permasalahan, kebijakan serta peraturan-peraturan pada saat ini saja; tetapi juga melihat ke depan hingga tahun 2045 menyongsong Indonesia menjadi negara maju dengan pandangan yang optimis.  Tulisan-tulisan di dalam buku ini cukup komprehensif setelah melalui serangkaian diskusi, kajian dan seminar. Saya mengharapkan agar buku ini yang merupakan sumbangan tulisan dari para pakar yang tergabung dalam Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk mewujudkan kemandirian dan daya saing sektor Industri Indonesia di masa depan.”

“Buku ini juga mengusulkan berapa rekomendasi dalam pengembangan industri ke depan agar menang di pasar global seperti penurunan biaya tinggi, meningkatkan daya saing, dan mendorong investasi baru (star up). Selain itu juga menyoroti peran strategis sumber daya manusia (SDM) agar menang diera digital- era Revolusi Industri 4.0. Di mana Indonesia dituntut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mendorong investasi teknologi, pendidikan, pelatihan dan vokasi khususnya dalam digital. Tantangan yang dihadapi oleh SDM Indonesia tidak hanya berkisar pada teknologi digital yang dapat bekerja secara sangat efisien serta cerdas, tetapi juga persaingan kapasitas dan keterampilan dengan SDM dari negara lain karena globalisasi. Oleh karenanya kesiapan SDM Indonesia harus menjadi fokus utama kebijakan industri dan perdagangan menyongsong tahun 2045. Semoga dengan kehadiran buku ini dapat memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif menuju Indonesia emas 2045, yang maju, adil dan sejahtera pada satu abad setelah kemerdekaan,” tulis Sri Adiningsih.

   Ir. Lintong Manurung, M.M. sendiri dalam pengantarnya di buku ini menulis, “Terbitnya buku Strategi dan Kebijakan Industri dan Perdagangan Menyongsong Tahun 2045 ini menunjukkan tingginya keperdulian, komitmen, semangat, dan usaha yang tidak pernah lelah dari seluruh pemerhati dan pakar yang tergabung dalam Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) ini untuk memberikan sumbangan pemikiran dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi lndonesia, sebagaimana diamanatkan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga JPIP guna mewujudkan kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa di masa depan.”

     Menurutnya, berbagai masalah secara nasional, regional, dan global yang dihadapi oleh bangsa dan negeri kita saat ini adalah obyek kajian dalam tulisan ini agar kita lebih cerdas dan bijaksana mempersiapkan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam kita secara efektif dan berkelanjutan untuk penyediaan kebutuhan-kebutuhan pangan, energi, dan air yang semakin meningkat, demikian juga untuk mempersiapkan kita menghadapi persaingan produk dan jasa yang semakin ketat dan perkembangan informasi yang sudah memasuki aspek kehidupan manusia, karena perkembangan teknologi digital di era industri 4.0 ini yang harus kita hadapi dengan cerdik, serta kesiapan kita untuk membangun dan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia sebanyak 264 juta orang ini sebagai modal dasar pembangunan agar menjadi sumber daya yang memiliki produktivitas tinggi, menguasai teknologi maju, menjadi pionir, dan pasar yang sangat potensial untuk menggerakkan ekonomi di dalam negeri.

     Kita, tulisnya, sudah pernah mengalami terjadinya pasang surut dalam perkembangan ekonomi bangsa sejak negeri ini merdeka, dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat pada era Orde Lama dan perkembangan ekonomi kita yang naik-turun sejak era Orde Baru, sampai dengan era Reformasi sekarang ini. Kita mengalami lonjakan pertumbuhan ekonomi (economic booming) di dalam negeri sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1973, pada tahun 1983 sebagai akibat melonjaknya harga komoditas minyak, dan pada tahun 2003 permintaan produk ekspor untuk komoditas nonmigas seperti CPO, mineral, dan produk pertanian yang tinggi.

      Namun pada saat keadaan ekonomi kita baik, kita tidak mempergunakan kesempatan untuk menggunakan penerimaan ekstra itu untuk membangun sektor-sektor ekonomi andalan masa depan dan infrastrukur yang memadai untuk mendukung pengembangan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Akibatnya sampai sekarang ini transformasi ekonomi belum terjadi di dalam negeri. Hingga 73 tahun merdeka kita masih mandeg sebagai negara dengan penghasilan menengah rendah (lower middle income country).

   Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, imbuhnya, dengan mempertimbangkan kondisi strategis ekonomi dunia saat ini yang sedang mengalami perlambatan pertumbuhan dan tantangan akan penyediaan sumber daya yang semakin terbatas, sedangkan di pihak Iain kebutuhan sumber daya yang semakin meningkat serta daya dukung dan masalah lingkungan yang semakin kritis, kita masih diberikan semangat dan harapan untuk mewujudkan negara dan bangsa Indonesia masuk dalam zona ekonomi negara maju berpenghasilan tinggi (high income country) pada tahun 2045.

                  “Kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh pihak yang telah membantu dan turut berpartisipasi untuk menyusun dan terbitnya buku ini, terutama kepada Bapak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Bapak Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut BP Panjaitan, dan Ibu Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Sri Adiningsih. Tuhan memberkati Indonesia,” tulis Lintong Manurung. SF

Berita Terkait