Mayjen TNI (Purn.) Darpito Pudyastungkoro
Kini Semakin Giat Bersaksi Soal Kasih Kristus

1611 dibaca
Mayjen TNI (Purn.) Darpito Pudyastungkoro

 Beritanarwastu.com. Meskipun tak menjabat lagi sebagai Pangdam Jaya tak serta merta membuat Mayjen TNI (Purn.) Darpito Pudyastungkoro yang kerap dijuluki “Pak Pendeta”, larut dalam status purnawirawan. Ia sekarang justru dikenal menjadi “laskar Kristus” di dalam ladang pelayananNya. Berbekal ketaatan layaknya seorang murid, ia menebar kabar kebenaran atau Firman Tuhan lewat ibadah-ibadah dan KKR guna membawa jiwa kepada Sang Pemilik Hidup. Sampai akhirnya, dalam sebuah konferensi persekutuan berskala internasional, ia pernah mendapat kehormatan untuk berbicara di depan orang nomor satu Amerika Serikat (AS), Barrack Obama.

 Sebagai mantan tentara, Darpito Pudyastungkoro sangat kaya akan pengalaman dan sarat dengan kedisiplinan. Pria asal Semarang yang mengabdikan hidupnya demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, punya semangat nasionalis yang mendarah daging, dan rupanya ia pun menyimpan keprihatinan yang dalam terhadap kondisi Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Darpito saat ditemui Majalah NARWASTU di sela-sela keberangkatannya ke Yerusalem, Israel, jenderal purnawirawan bintang dua ini mengungkapkan kegalauannya. ”Negara ini telah jauh dari misi Tuhan Yesus yang datang ke dunia, dan itu ada di Doa Bapa Kami, datanglah kerajaanMu di bumi seperti di surga,” ujarnya.

“Itu misi Yesus, sehingga Kerajaan Allah bukan nation tertentu, tapi Kerajaan Allah, yaitu bagaimana umat manusia melaksanakan ataupun melakukan perintah-perintah Tuhan. Kemudian hikmat takut akan Tuhan menyenangkan hatiNya, tapi semuanya hilang karena orang kini lebih suka korupsi, pembunuhan, pemerkosaan dan kisruh antarkelompok,” katanya prihatin.

 Kini Darpito memang tak duduk lagi di dalam kursi kepemimpinan TNI, tapi bukan berarti ia menutup mata dan telinga dengan kondisi Indonesia terkini. Sebagai laskar Kristus yang aktif berkarya di ladangNya, jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) ini mengatakan, Indonesia selalu menjadi pokok dalam doanya. Bahkan, suami dari Odelia T.W. ini semakin bergiat untuk mengabarkan Injil demi membawa jiwa kepada Yesus. Selain merambah pelayanan ke daerah pelosok Indonesia, Darpito pun pernah mendapat kehormatan untuk berbicara di depan orang nomor satu Amerika Serikat (AS), Barrack Obama di sebuah konferensi berskala internasional baru-baru ini. ”Tidak mengira jika hal ini bisa terjadi, apalagi di depan Barrack Obama,” kenang Darpito.

 Pelayanannya yang sudah malang melintang ke negeri orang, bukanlah hal yang asing baginya. Namun, hal itu tidak membuatnya bermegah diri. Untuknya, pelayanan di luar atau di dalam negeri adalah bagian dari kesempatan dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Prioritasnya bukan mencari ketenaran apalagi sampai mencuri kemuliaan Tuhan. Akan tetapi, supaya banyak orang mengenal, dan mengaku dengan sungguh bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang hidup.

 Makanya, ia kerap tak kuasa menahan air mata saat melihat ada jiwa yang dimenangkan dan mengaku bahwa Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Hal itu pun terulang saat Darpito dan keluarga mendapat  kesempatan untuk menginjakkan kaki ke Tanah Perjanjian (Israel) beberapa waktu lalu. “Saat di Santa Anna kami menyanyi lagu Halelluyah sampai beberapa kali, dan itu luar biasa sekali. Di situ saya sempat menangis, karena merasakan kehadiran Tuhan. Dan diteguhkan kembali di Sungai Yordan dan saya merasakan peneguhan perkawinan di Kana. Dulu di situ ada mukjizat Tuhan pertama mengubah air menjadi anggur,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

 Bisa melihat secara langsung tentang daerah asal muasal Tuhan Yesus merupakan bagian dari mimpinya yang kini telah terwujud. Kini, Darpito telah meninggalkan kesatuannya dan menjadi “tentara Kristus” dan ia tetap optimis dan memiliki harapan besar tentang Indonesia. “Saya akan berdoa untuk bangsa dan negara ini, agar damai dan bersatu seperti dalam Firman Tuhan. Dialah damai sejahtera yang telah mempersatukan. Jadi kalau ada orang-orang yang ingin mengacaukan negara dan bangsa kita ini melalui kuasa Tuhan mereka disadarkan,” tegasnya.

Bersama HMT Tours & Travel pimpinan Ronny B. Tambayong, Darpito Pudyastungkoro sudah kerap tampil memberikan kesaksiannya di berbagai acara, terutama setelah pergi ke Tanah Perjanjian atau Israel.  “Apa yang dikatakan dalam Firman Tuhan bahwa saya bisa masuk ke kota itu, adalah atas perkenanan Tuhan. Jadi kalau kita bisa berangkat dan bisa menikmati di sana, itu semata-mata pekerjaan Roh Kudus,” katanya saat bersaksi di depan para tamu undangan di sebuah acara yang digelar HMT Tours & Travel di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kesaksian Darpito ini membuat banyak orang terkesima, apalagi saat pemutaran film secara singkat tentang potret Tanah Perjanjian (Israel dan sekitarnya). Mulai dari tempat-tempat sejarah di mana Yesus membuat banyak mukjizat sampai dengan kehebatan dari teknologi yang diciptakan oleh Israel di segala sektor kehidupan, baik dalam bidang industri, pertanian, perikanan, serta masih banyak lagi. Hal itu, tentu saja sesuai dengan Firman Tuhan dalam Kejadian 22:18, ”Oleh keturunanmu itulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firmanKu”.

Kepada Majalah NARWASTU Direktur Utama PT. HMT, Ronny B. Tambayong pernah menuturkan, banyak orang Kristen yang imannya semakin bertumbuh setelah mendengar kesaksian dari Pak Darpito. Pak Darpito, kata Ronny, tidak hanya mampu memberi inspirasi bagi banyak orang, tapi beliau juga bisa memberikan motivasi agar kita semakin dekat kepada Tuhan. Orang yang dekat kepada Tuhan, mau melayani dan mau bekerja keras, pasti akan diberkati Tuhan. 

Berita Terkait