Said Damanik, S.H., M.H. :
Kita Doakan agar Kapolri Baru Sukses dan Dilindungi Tuhan

661 dibaca
Jenderal Pol. Tito Karnavian (kiri) dan Said Damanik, S.H., M.H. (kanan).

Beritanarwastu.com. Advokat dan pengacara senior, Said Damanik, S.H., M.H. ternyata selama ini mengikuti kiprah atau jejak rekam Kapolri baru Jenderal Pol. Tito Karnavian. Menurut mantan Plt. Sekjen DPN PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) dan kini dipercaya lagi sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI itu, Tito yang pernah jadi Kapolda Papua memang seorang perwira polisi terbaik. Tito, dalam pandangan anggota jemaat gereja GPIB Jemaat Gloria, Kota Bekasi, ini seorang perwira yang banyak bekerja, berprestasi dan agak beda dari petinggi Polri lainnya.

                “Saat beliau sebagai perwira menengah di Polda Metro Jaya, saya sudah beberapa kali berdialog dengan Pak Tito, karena selama ini hubungan kita dengan kepolisian cukup baik. Tentu kita mengucapkan selamat dan sukses untuk Pak Tito yang telah dipilih Pak Joko Widodo selaku Presiden RI. Kiranya Tuhan melindungi dan memberi kesuksesan dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolri baru kepada Pak Tito,” ujar salah satu Penasihat PERWAMKI dan figur yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU” itu.

                Said Damanik menerangkan, Tito selama ini dikenalnya seorang perwira tinggi Polri yang sukses memimpin Densus 88 Antiteror dan pernah pula menjadi Kapolda Metro Jaya serta Kepala BNPT. Dari jejak kariernya, apalagi ia seorang yang sukses dalam bidang akademis, maka Tito itu kompeten dan berprestasi. “Dan kita berharap agar Kapolri ini mampu menjaga komunikasi di antara elite Polri agar solid dan mampu berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” ujar Wakil Ketua Germasa GPIB Gloria, Kota Bekasi, Jawa Barat ini.

                Selain dalam tugas penegakan hukum, menjaga keamanan, tugas polisi adalah mengayomi masyarakat serta memberi rasa aman di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harapkan agar polisi yang di bawah bisa diarahkan Kapolri supaya tidak diskriminatif dalam penegakan hukum ke depan. “Kalau melihat keadaan negeri ini, maka Pak Tito yang selama ini kita kenal punya nyali akan berhadapan dengan ormas-ormas anarkis atau ‘polisi swasta' kelompok intoleran, bahkan elite-elite politik. Kita doakan beliau bisa tegas terhadap kelompok masyarakat yang melawan hukum,” tegas mantan aktivis KNPI dan FKPPI ini.

                Said menambahkan, dalam mengamankan tempat ibadah umat Kristiani atau gereja, misalnya, baik seperti di GKI Yasmin (Bogor) maupun di Aceh Singkil kita harapkan agar polisi berani bertindak dan mengingatkan kepala daerah tertentu agar taat hukum. “Kepala daerah yang suka berada di belakang ormas-ormas tertentu, yang kerap melawan hukum pun harus diingatkan Kapolri baru ini. Kalau di era yang lalu tak ada Kapolri yang punya nyali terhadap kelompok-kelompok intoleran,” pungkas mantan Caleg DPR-RI ini.

                Hukum harus dijalankan sesuai prosedur, demi keadilan, kebenaran, kenyamanan dan kedamaian di tengah masyarakat. Polisi harus terus menegakkan hukum sesuai dengan bukti-bukti dan fakta-fakta, bukan karena tekanan elite politik atau ormas tertentu. “Kita berharap banyak kepada Pak Tito dalam menjalan tugasnya agar sukses dan bisa menegakkan hukum, tidak diskriminatif dan memberi kenyamanan terhadap masyarakat,” papar pejuang HAM ini.

                Hanya saja, Said Damanik yang selama ini pun giat mencermati jejak kepolisian di Indonesia menuturkan, Pemerintah dan DPR pun harus memperhatikan kesejahteraan para polisi Indonesia sebagai garda terdepan untuk memberi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. “Jangan sampai Polres dan Polsek untuk menangani sebuah kasus tidak punya uang bensin atau pulsa. Sehingga kesejahteraan mereka harus dijamin. Dan kita harapkan Pak Tito pun memperhatikan itu. Jangan pula keluarga polisi tidak sejahtera. Polres dan Polsek adalah etalase dari kepolisian negeri kita, sehingga harus diperhatikan kesejahteraannya. Kita sampaikan selamat bertugas buat Pak Tito,” ujar tokoh senior di AAI (Asosiasi Advokat Indonesia) itu. MT

Berita Terkait