Kita Harus Berdoa di Dalam Bekerja

Pdt. DR. Sarah Fifi, S.Th, M.Si. 1208 dibaca


Beritanarwastu.com. Tak ada yang terjadi secara kebetulan di dalam kehidupan orang yang percaya kepada Kristus. Hidup orang Kristen itu dikontrol oleh Tuhan, dan juga karena pengaruh doa-doa kita. Apa yang kita alami sekarang, juga terjadi akibat doa-doa yang kita panjatkan. Ada banyak orang datang ke gereja untuk beribadah atau berdoa dengan berbagai motivasi. Namun sebagai orang beriman kita harus persembahkan hati, jiwa dan pikiran kita untuk kemuliaan Tuhan. Dan jangan jemu-jemu datang kepada Tuhan untuk berdoa. 
 
Itulah yang diungkapkan Pdt. DR. Sarah Fifi, S.Th, M.Si baru-baru ini kepada NARWASTU saat berbicara soal doa. Tuhan, katanya, mengisi kehidupan kita dengan caraNya yang ajaib. “Sebab itu, kita jangan salah di dalam berdoa. Mintalah kepada Tuhan agar kehendakNya yang terjadi di dalam kehidupan kita, bukan kehendak kita yang terjadi. Sekarang sudah akhir zaman, ada krisis ekonomi, konflik di mana-mana, kasih makin menipis dan moral semakin keropos. Sehingga kita harus banyak berdoa,” paparnya.
 
Pdt. Sarah Fifi menambahkan, banyak saat itu orang yang melayani lewat doa, itu mesti kita syukuri. “Kalau kita berdoa kepada Tuhan, dan kita minta agar kehendakNya yang jadi, maka akan terjadi damai dan sejahtera. Kita mesti berdoa di dalam bekerja, bukan berarti kita harus berdoa terus di dalam kamar. Pintu hati kita pun mesti diperhatikan agar terbuka untuk Yesus Kristus. Di saat terjadi kemacetan jalan, seperti di Jakarta, kita jangan hanya mengeluh, dalam keadaan seperti itu pun kita bisa berdoa dan menaikkan syukur kepadaNya,” tukasnya.
 
Berdoa berarti kita berkomunikasi dengan Tuhan, dan tidak dibatasi ruang dan waktu. “Setiap saat kita mesti berdoa dan bersyukur, serta hindari bersungut-sungut. Berdoa juga mengucap syukur kepada Tuhan dan meminta kehadiranNya agar kehendakNya terjadi di dalam kehidupan kita. Kalau kita izinkan Tuhan hadir di dalam kehidupan kita, maka akan ada karya Tuhan di dalam kehidupan kita. Sehingga hadirkanlah selalu Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.
 
Pdt. Sarah Fifi yang selama ini dikenal giat melayani lewat telepon seluler (ponsel) seperti group BBM, mengatakan, kalau dulu ia giat melayani lewat renungan kaum profesional, Pijar, kini dengan tiga ponselnya ia bisa membagikan renungan-renungan segar yang didapatnya dari pembacaan Alkitab kepada para sahabat, warga gereja dan Hamba-hamba Tuhan. “Saya ingin membalas kasih Tuhan, sehingga saya terus melayani, termasuk lewat group BBM. Jadi pelayanan kita tak hanya lewat khotbah di mimbar gereja atau mengajar di kampus teologi,” tukasnya.
 
Pdt. Sarah Fifi menambahkan, orang yang tekun berdoa pasti mendapatkan berkat. Ada orang yang giat mendoakan sesama dan rajin mengirimkan renungan-renungan kepada saudara seiman, sering mendapat berkat Tuhan dengan ajaib. “Orang yang rajin berdoa itu juga tidak gampang stres, dan dia akan merasakan damai sejahtera, karena ia punya hubungan dekat dengan Tuhan. Kalau misalnya kita membaca sebuah ayat Alkitab yang kita buka, itu pun tak kebetulan. Karena ada Roh Kudus di dalam diri kita, jadi kita dituntunNya. Seperti ditulis di Yohanes 14:16, Tuhan mengirim kepada kita seorang penolong, yaitu Roh Kudus,” ucapnya.
Kalau Roh Kudus, imbuhnya, ada di dalam diri kita, maka tak mungkin perasaan-perasaan aneh atau kuasa-kuasa jahat ada di dalam diri kita. Sehingga undanglah selalu Roh Kudus agar menguasai pikiran kita dengan pikiran Kristus agar ada damai sejahtera. “Apa yang kita pikirkan itu berasal dari apa yang kita lihat atau dengar. Dan yang kita pikirkan itu menimbulkan perasaan, dan dari situ kemudian muncul ucapan atau perilaku. Perasaan timbul dari pikiran, dan pikiran itu muncul dari panca indra kita,” terangnya.
 
“Misalnya, saat seorang laki-laki melihat lawan jenisnya, dan mengatakan, cantik, itu manusiawi. Mengagumi sebagai ciptaan Tuhan yang cantik, itu manusiawi. Tapi kalau sudah muncul perasaan yang aneh-aneh, maka sudah tidak dikuasai Roh Kudus lagi. Agar Roh Kudus terus menguasai hati kita, maka kita harus tekun baca Firman Tuhan dan berdoa. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh adalah tempat tinggal roh kita. Jiwa kita adalah pribadi, dan roh kita terhubung dengan Roh Tuhan,” pungkasnya.
 
Menurut Pdt. Sarah Fifi, ada banyak orang yang enggan berdoa disebabkan beberapa faktor. “Kalau dia tidak dikuasai Roh Kudus, maka dia akan sulit berdoa. Termasuk orang yang menyimpan akar pahit atau kebencian akan sulit berdoa. Sehingga orang yang menyimpan akar pahit butuh belas kasihan Tuhan. Di dalam hidup ini bagian kita adalah memberitakan Injil, lalu Tuhan yang kemudian akan bekerja melalui Roh KudusNya. Tuhan senang dengan orang yang giat menginjili dan berdoa, karena mereka tahu bahwa Tuhan adalah Sumber Berkat. Kalau kita sudah dekat dengan Sumber Berkat, tanpa kita minta pun kebutuhan kita, Dia akan berikan, karena Dia Maha Kasih,” pungkasnya.   KT 
 

Berita Terkait