Pdt. DR. Nus Reimas.
Kunci Kebahagiaan Menghadirkan Tuhan di Dalam Keluarga

3405 dibaca


Beritanarwastu.com, Kita harus selalu mengucap syukur dan selalu penuh sukacita di dalam kehidupan ini, sekalipun ada tantangan, kesulitan atau pergumulan yang kita hadapi. Karena Tuhan menginginkan kita selalu bersyukur dan bersukacita. Selalu bersyukur di dalam segala hal, adalah yang diinginkan Tuhan dari kita. Ketika jalan yang kita tempuh macet, tetap bersyukur. Imani dan percayalah bahwa Tuhan itu luar biasa baik. Dan syukurilah, karena Allah itu baik.

Jangan karena ada masalah sedikit, kita langsung mengeluh. Percayalah, Tuhan tidak pernah salah di dalam memimpin kita di dalam kehidupan ini. Demikian diungkapkan Pdt. DR. Nus Reimas saat menyampaikan khotbah dalam ibadah di Gereja Isa Almasih (GIA) Taman Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. Ketua Dewan Pembina LPMI dan Ketua Majelis Pertimbangan PGLII ini, ketika itu menyampaikan renungan Firman Tuhan seputar keluarga agar warga gereja selalu dekat kepada Tuhan.

Mengutip renungan dari Kitab Efesus 5:22-33, Pdt. Nus Reimas menerangkan, ketika di dalam rumah tangga suami dan istri saling mengasihi dan saling merendahkan hati, dan ada ucapan syukur kepada Tuhan, maka ke situlah Tuhan memberikan berkatNya. Menurutnya, istri itu harus tunduk kepada suami, sebaliknya suami harus mengasihi istrinya. Dan suami dan istri harus taat kepada ajaran Tuhan dengan selalu bersyukur, bersukacita dan selalu mengasihi.

“Ketaatan itu sesuatu yang sangat penting,” ujarnya. Pdt. Nus Reimas mengisahkan, ada banyak keluarga yang hancur karena tidak ada ketaatan, seperti suami terlibat selingkuh, sehingga istri merasa terluka. Sehingga kesetiaan di dalam rumah tangga penting. Saat ini, imbuhnya, kehidupan di dunia ini semakin egois, makanya suami dan istri jangan sampai egois.

“Hawa diciptakan Tuhan dari tulang rusuk Adam, sehingga Adam harus mengasihi Hawa yang juga tulang rusuknya,’” cetusnya. Pdt. Nus Reimas menuturkan, dalam rumah tangga atau keluarga hal yang tidak boleh kita lupakan adalah selalu menghadirkan Tuhan di dalam keluarga dengan berdoa bersama anak-anak dan membaca Alkitab. “Sasaran iblis  adalah keluarga. Kalau keluarga hancur, maka masyarakat juga akan hancur. Kalau keluarga-keluarga hancur, maka akan berdampak kepada gereja. Sebabnya, hadirkan selalu kedaulatan Allah di dalam keluarga agar iblis tidak menghancurkannya,” paparnya.

Sekarang, katanya, keadaan dunia semakin kacau. Selain terjadi masalah moral, korupsi, pernikahan sejenis, pembunuhan sadis seperti kasus Angeline, persoalan ekonomi, juga bumi makin panas, seperti di Pakistan banyak orang meninggal karena kepanasan. Juga bandara ada yang sampai tutup, karena gempa bumi seperti di Mesir. Juga ada letusan gunung, seperti di Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara.

“Karena itu kita harus menghadirkan Kristus di dalam keluarga. Keluarga-keluarga yang selalu menghadirkan Kristus di dalam rumah tangganya pasti mengalami perubahan di dalam kehidupannya. Sekalipun mereka menghadapi tantangan, pergumulan atau kesulitan, namun mereka kuat dan mampu merasakan pertolongan Tuhan lewat Roh Kudus,” paparnya.

Keluarga-keluarga Kristen, imbuhnya, harus bisa menomorsatukan Kristus di dalam kehidupannya. “Suami dan istri setiap hari sangat penting berdoa bersama dan menyerahkan kehidupannya kepada Tuhan. Apa yang kita cari atau usahakan tanpa pertolongan Tuhan, maka semua itu akan sia-sia. Sekalipun kita punya kekayaaan, namun tanpa pertolongan Tuhan semuanya akan sia-sia. Kunci kebahagian adalah hadirkan Tuhan di dalam keluarga kita,” paparnya.

“Kalau kita selalu berdoa dan berserah kepada Tuhan bersama keluarga, maka percayalah pasti akan terjadi perubahan dalam hidup kita. Kalau kehidupan kita dipimpin Roh Kudus, maka percayalah Tuhan akan memulihkan kehidupan kita. Biarlah di dalam rumah tangga kita Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Kepala, maka Tuhan dengan caraNya yang ajaib akan terus memelihara dan memberkati kita,” ujar Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU ini. TK

Berita Terkait