LAI, PERWAMKI dan Penerbit Kristen Menyoal Ancaman dan Peluang Media Cetak

686 dibaca
Diskusi di Gedung LAI yang diadakan LAI melibatkan tim PERWAMKI.

BERITANARWASTU.COM. Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi pada dekade terakhir ini luar biasa pesat. Tak heran, media-media cetak Kristen, termasuk Alkitab terbitan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) merasakan dampak dari perkembangan tekonologi ini, karena sudah muncul pula banyak media digital (portal atau website). Karena itu pula LAI membuat Alkitab Digital agar bisa juga melayani kebutuhan warga gereja yang sudah akrab dengan gadget atau telepon seluler (ponsel).

Dan terkait dengan masalah itu, pada Rabu, 21 September 2016 mulai pukul 9.00 sampai 13.00 WIB, LAI bekerjasama dengan PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) dan sejumlah penerbit Kristen, mengadakan  Fokus Group Discussion (FGD) di Gedung LAI Lantai 10, Salemba Raya, Jakarta Pusat. Hadir sejumlah pimpinan dan perwakilan penerbit Kristen, seperti dari BPK Gunung Mulia, Bina Kasih, Immanuel, Perkantas, Visi serta sejumlah pimpinan media Kristen yang tergabung di PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristen Indonesia) yang dipimpin Yusak Tanasyah, M.Th, M.PdK.

Diskusi yang dipandu Chandradi Halim ini, juga dihadiri tokoh LAI, A. Moenir Rony yang sehari-harinya dikenal Bendahara Umum LAI. Dalam diskusi itu banyak dibahas tentang tantangan dan peluang media digital atau Alkitab Digital yang terus menerus diperbaharui oleh LAI. Dalam diskusi itu terungkap bahwa penjualan Alkitab, buku-buku dan media cetak Kristen pun mengalami penurunan sejak ada muncul sejumlah media digital, termasuk Alkitab Digital. Bahkan, di berbagai gereja sudah banyak anggota jemaat yang tak ragu-ragu lagi membuka Alkitab Digital, dan mereka tidak lagi memakai Alkitab cetak.

Dalam diskusi itu, disimpulkan bahwa LAI, penerbit dan media-media Kristen harus terus bersinergi untuk mengabarkan Kabar Baik atau Injil lewat media cetak atau digital. Masing-masing media punya keunggulan dan kelemahan. Dalam kesempatan itu terungkap pula bahwa ada media Kristen yang rontok, lalu berubah jadi media digital, namun media digitalnya pun kurang aktif menjalankan fungi pelayanan, karena minimnya sumber daya manusia (SDM) dan minimnya pendanaan. Karena menerbitkan media cetak atau media digital pun membutuhkan dana yang tak sedikit.

Disampaikan juga dalam diskusi itu, pimpinan LAI akan terus melayani lewat Alkitab, meskipun nanti ada Alkitab Digital yang lebih canggih akan diluncurkan. Dan pihak LAI meminta dukungan dari pimpinan media Kristen yang punya jaringan luas dan punya komunitas di kalangan umat agar bisa membantu sosialisasi program dari LAI.

“Kami akan kerjasama dengan Bapak/Ibu yang hadir di sini. Dan pertemuan kita ini tak hanya di sini, akan kita lanjutkan. Kami berterima kasih karena media-media Kristen yang hadir di sini mau hadir untuk memberikan pemikiran dan masukan yang sangat berharga kepada kami,” pungkas A. Moenir Rony.

Ketua PERWAMKI, Yusak Tanasyah yang juga Pemimpin Redaksi beritabaik.com, yang ikut berbicara pun mengatakan, PERWAMKI siap membantu LAI dalam mensosialisasikan program-programnya ke depan. Pemimpin Redaksi NTTOne.com, Celestino Reda juga menyampaikan, media-media Kristen yang tergabung di PERWAMKI punya keunggulan dan bisa dimanfaatkan LAI untuk bekerjasama. Redaktur Pelaksana Majalah Berita Oikoumene, Markus Saragih, S.Sos menambahkan, media cetak dan media digital masing-masing punya pembaca sendiri.

“Karena tidak semua orang senang dengan media digital, dan ada pula banyak yang fanatik membaca media cetak. Pembaca media cetak pun banyak yang fanatik. Jadi kehadiran media digital bukan berarti memberangus media cetak. Yang penting ditingkatkan pelayanan kepada para pembaca,” ujar Markus Saragih yang juga Sekretaris Mubes V (2016) PERWAMKI dan mantan Ketua PERWAMKI. Dalam diskusi ini, pengurus PERWAMKI, Denny Zakhirsah, M.A. dan Samuel Karwur ikut pula memberikan pemikiran soal perkembangan media digital yang mesti disikapi secara bijaksana dan beretika.

Pemimpin Umum/Pemred NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos juga mengungkapkan, di era media komunikasi sekarang kita harus jeli melihat peluang. Selain media cetak sudah punya penggemar, maka untuk memenuhi kebutuhan yang lain, maka media digital pun harus diperhatikan. Keduanya saling melengkapi. “Kita harus cerdas dan jeli menyikapi perkembangan zaman, terutama perkembangan media komunikasi dan teknologi. Suka atau tidak suka, kita harus ikuti perkembangan itu, namun kita jangan terbawa arus dalam menyikapinya,” cetus Jonro Munthe.

“Dan saya sepakat dengan pihak Bina Kasih dan Immanuel, bahwa kalau kita ibadah di gereja sebaiknya Alkitab cetak yang dipakai. Bagaimanapun sangat beda rasanya membaca Alkitab cetak dibandingkan dengan Alkitab Digital saat kita ibadah di gereja,” pungkas Jonro I. Munthe. Acara ini ditutup dengan santap siang bersama dan ramah tamah. KS

Berita Terkait