Lin Niko Ingin Tampil Berani Sebagai Wakil Rakyat dari Partai NasDem

177 dibaca
Lin Niko calon wakil rakyat dari Partai NasDem.

Beritanarwastu.com. Kini nama Niko Yehezkiel, S.Kom,  kerap menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Jakarta, lantaran gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan berani dalam menyatakan kebenaran. Hal itulah mengingatkan kita kepada sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok (Basuki Tjahaya Purnama/BTP).

Saat dijumpai wartawan di kafe Kopi Dony di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, calon anggota legislatif (Caleg) Partai NasDem, Daerah Pemilihan (Dapil) 2 DKI Jakarta yang meliputi Kelapa Gading, Koja, Cilincing dan Pulau Seribu, dengan nama Lin Niko Yehezkiel dari Partai Nasdem nomor urut 9 ini merasa terpanggil untuk menjadi wakil rakyat.  “Saya terpanggil untuk menjadi calon anggota dewan, bukan mau cari uang atau cari kerjaan. Tetapi saya ingin membenahi hal-hal yang mulai melenceng saat dibangun Pak Ahok. Secara ekonomi, saat ini saya merasa sudah lebih dari cukup. Saya memulai dengan membuka usaha di bidang komputer, tepatnya di bidang IT. Puji Tuhan, usaha berjalan dan sangat diberkati Tuhan,” papar pria kelahiran 27 Oktober 1973 ini bersemangat.

Niko yang juga menjabat sebagai  Ketua Umum Paguyuban Warga Jakarta Peduli,  terbeban ingin menolong orang lain yang ekonomi lemah. Berbagai cara dibuatnya untuk dapat membantu “orang yang ekonomi lemah”, di antaranya menggelar baksos dan juga memberikan lapangan kerja (modal) membuka warung dengan  yang namanya berjualan serba 1.000.

Apa yang dilakukannya itu ternyata tidak dapat membantu atau mengurangi dengan cepat banyaknya “orang yang ekonomi lemah.” Saat itu terlintas di pikirannya untuk membantu “orang yang ekonomi lemah” mesti dengan jalan terjun ke dunia politik, tepatnya menjadi anggota dewan, sehingga dapat mengawal semua program ekonomi kerakyatan yang sudah dibuat oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) saat masih memimpin.

 “Program ekonomi kerakyatan yang dikerjakan Ahok saat masih memimpin, saat ini mulai tidak jelas. Ini membuat saya semangat untuk terjun ke dunia politik, saya akan memperjuangkan ekonomi kerakyatan,” katanya, dan mempertegas untuk terjun ke politik, ia berdoa terlebih dahulu. “Panjang ceritanya, sampai akhirnya saya menjadi caleg. Singkatnya saya memulainya dengan doa dan meminta persetujuan istri. Bagi saya, kalau dari Tuhan tentu Tuhan juga berbicara lewat istriku. Jadi istri harus sepakat, kalau tidak sepakat, berarti bukan dari Tuhan, tapi dari keinginan saya sebagai manusia,” tukas Niko sembari mengutip firman Tuhan dalam Kitab Yeheskiel 2:4-8 yang akan akan dijadikan pedoman ketika terpilih jadi anggota DPRD.

Sebelum menjadi caleg, Lin Niko Yehezkiel, mengaku pernah menjadi Ketua RT di tempat tinggalnya, baik di Gading Pelangi Indah dan ketika pindah ke Mitra Gading Vila. Ia pun pernah menjadi Wakil Ketua RW 016 di Pengangsaan Dua semasa di Gading Pelangi Indah. Lin Niko Yehezkiel, juga pernah dipercayakan menjadi anggota POKDAR Kelapa Gading dari tahun 2002, Bendahara DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Dewan Pembina Relawan Jokowi-Bersatu, dan Direktur Logistik Tim Kampanye  Nasional Jokowi Wilayah DKI Jakarta.

Dengan pengalamannya, Lin Niko Yehezkiel, menuturkan, akan konsisten dengan visinya, mengawal semua program ekonomi kerakyatan sehingga dapat berjalan dengan baik.   “Ekonomi kerakyatan sebenarnya sudah dijalankan Ahok, di antaranya pendidikan gratis (KJP), kesehatan gratis (KJS), dan tempat tinggal gratis (Rumah Susun), juga transportasi gratis (Trans Jakarta). Ketika ada kenaikan harga barang, ini tidak akan banyak berpengaruh, karena semua yang utama dalam hidup masyarakat sudah gratis. Sebaliknya kalau ada kenaikan upah, itu sangat terasa manfaatnya,” katanya, dan menyayangkan ketika Ahok sudah tidak menjabat, banyak program ekonomi kerakyatan tidak berjalan dengan baik.

   Akibatnya, kembali terjadi kesenjangan ekonomi. Dalam penilaiannya, hal itu dapat memicu gangguan terhadap NKRI. “Kalau kesenjangan makin tajam, maka intoleransi akan meningkat dan dapat mengancam NKRI. Untuk menjaga NKRI, saya akan berjuang bersama dengan teman-teman di Partai NasDem untuk paling tidak mengurangi atau memperkecil kesenjangan,” tegasnya seraya mengurai yang dimaksud, yaitu mengawal program-program ekonomi kerakyatan yang Ahok sudah mulai untuk mensejahterakan rakyat.

Lin Niko Yehezkiel di akhir perbincangan berkata, bila dirinya dipercayakan oleh rakyat yang ada di Dapil 2 Jakarta untuk duduk di DPRD, maka ia tidak sebatas hanya menyampaikan keluhan masyarakat Jakarta ke Fraksi Partai NasDem, tetapi ia sendiri yang akan segera memanggil kepala dinas untuk menyelesaikan keluhan masyarakat.  “Saya membutuhkan dukungan dan doa dari masyarakat yang ada di dapil 2 sebanyak 30.000 suara untuk dapat menjalankan program ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. SM

Berita Terkait