Main Pecat di STT Pokok Anggur Bukan Karakter Yesus

1987 dibaca
Mantan Kepala Pusat Kajian Strategis TNI Brigjen TNI (Purn.) Junias Marvel Tobing, M.Sc.

                BERITANARWASTU.COM. Mantan petinggi militer Brigjen TNI (Purn.) Junias Marvel Tobing, M.Sc ikut juga berkomentar soal kisruh di STT Pokok Anggur, Jakarta, yang lembaga itu dinaungi Yayasan Sakti Dasa Indonesia (Yasadi). Baru-baru ini, Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk yang merupakan pendiri utama Yasadi, dan Puket I di STT Pokok Anggur sudah diisukan ke mana-mana bahwa ia dipecat. Tak hanya itu, pria low profil ini dituding orang yang tak menyukainya menyalahgunakan uang dan wewenang di lembaga tersebut.

              Dan tudingan-tudingan negatif pun muncul di media sosial (medsos), seperti Face Book. Tak ayal, akibat tudingan tak berdasar itu, menurut Yusak, ia mem-print postingan-postingan di Face Book itu, dan ia segera akan laporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Yusak kini sudah didampingi pengacara senior, Josias Pontonuwu, S.H., M.H. untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik itu ke aparat kepolisian.

                   “Ini negara hukum, jangan asal bicara, hati-hati. Hukum akan bertindak jika merugikan atau menghina seseorang,” tegas Yusak yang dikenal pula Ketua Umum BPP PERWAMKI. Atas kasus main pecat dan pencemaran nama baik ini, Brigjen TNI (Purn.) Junias Tobing yang mantan Kepala Pusat Kajian Strategis TNI dan pakar kepemimpinan menerangkan, prihatin kalau ada sikap yang suka main pecat dan menyebarkan kabar miring kepada sesama pelayan Kristus.

            “Teladanilah karakter Kristus yang penuh kasih. Bukan main pecat dan menyakiti hati orang lain,” ujar pakar masalah teroris dan salah satu figur yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan Majalah NARWASTU” itu. Pelayan itu, kata Junias yang juga dosen di LEMHANNAS, mesti rendah hati dan jangan punya “mental kerajaan” yang sok berkuasa main pecat. Menurut Junias, karakter Yesus Kristus mesti ditiru oleh pendeta, pemimpin gereja atau pelayan.

         “Pelayan itu harus mau merangkul dan memberdayakan, serta mau membina. Bukan membinasakan atau memecat,” tegas Junias yang kini sering diundang bicara oleh lembaga Kristen guna berbicara kepemimpinan dan strategi. Menurut Junias, coba kita renungkan kisah Yesus saat Dia mendatangi Petrus, nelayan yang belum mendapat ikan. “Ketika itu, Yesus memberikan semangat kepada Petrus. Yesus memberikan berkat berupa ikan yang banyak bagi Petrus saat ia membawa perahunya ke tengah. Itu artinya, pemimpin memberi semangat bagi yang lemah. Petrus lemah, karena ia belum dapat ikan,” tegas salah satu pencetus berdirinya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan pria yang pernah menjadi lulusan terbaik di LEMHANNAS itu.

           Sementara advokat/pengacara senior dan mantan Plt. Sekjen DPN PERADI, Said Damanik, S.H., M.H. berpendapat, amat konyol secara hukum kalau ada pengurus yayasan memecat pendiri atau pembina. “Itu harus dilawan secara hukum. Kalau di dalam sebuah PT, ibaratnya pendiri adalah pemilik. Lha, kok, pemilik dipecat,” ujar Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI yang juga salah satu Penasihat PERWAMKI yang sering diundang berbicara seputar undang-undang yayasan di berbagai diskusi dan seminar itu.

                Said Damanik yang juga pejuang HAM dan sering bicara seputar hukum, HAM dan sosial politik di berbagai media dan seminar, menerangkan, para aktivis gereja atau pemimpin gereja harus cermat, bijaksana dalam melihat undang-undang yayasan atau aturan organisasi. “Tak bisa dong main pecat. Ini negara hukum. Apapun yang kita ucapkan atau lakukan, itu ada konsekuensi hukumnya. Semua warga negara di Indonesia  sama di mata hukum. Hukum harus dijadikan menjadi panglima. Jangan arogan dengan main-main pecat,” pungkas Said Damanik yang mantan aktivis FKPPI dan KNPI serta mantan Caleg DPR-RI itu.

                Kuasa hukum Yusak Tanasyah, Josias Pontonuwu kepada NARWASTU menerangkan, mereka sudah berkoordinasi dengan aparat hukum di Polda Metro Jaya soal kasus pencemaran nama baik Yusak itu. “Kita lihat perkembangan. Kita coba jalur PTUN dulu. Kalau mereka ada niat baik untuk bicara baik-baik, kita akan coba dengarkan. Tapi kita telah siap melaporkan ini ke kepolisian,” tegas anggota jemaat Gereja POUK yang kini Biro Hukum di PGI Wilayah DKI Jakarta itu.  LK 

Berita Terkait