Ir. Fajar Seto Hardono, M.M.
Membina Kaum Muda Melalui Badan Kerjasama Pelayanan Antar Kampus

417 dibaca
Ir. Fajar Seto Hardono, M.M. Peduli kaum muda Kristiani.

BERITANARWASTU.COM. Wakil Ketua Umum Badan Kerjasama Pelayanan Antas Kampus (BKPAK), Ir. Fajar Seto Hardono, M.M. adalah sosok anak muda yang peduli pada persoalan gereja, masyarakat dan bangsa ini. Itu sebabnya, melalui lembaga yang ia pimpin, dan ia dipercaya sebagai wakil ketua umum, ia mengajak kaum muda Kristen agar sejak mahasiswa menyiapkan diri dibina untuk menjadi calon pemimpin. BKPAK yang ia pimpin bersama Ketua Umum BKPAK Mangasa Butarbutar, M.M., Fajar Seto Hardono tidak hanya bicara kerohanian. Tapi juga bicara tentang persoalan kebangsaan, hukum, politik, dunia usaha dan profesional serta media massa dan media sosial (medsos).

Sekadar tahu, Badan Kerjasama Pelayanan Antar Kampus mirip-mirip dengan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) dan PERKANTAS. Dan pada November 2016 lalu BKPAK telah mengadakan pelatihan kader terhadap generasi muda untuk dipersiapkan menjadi calon-calon pemimpin Kristen yang berkarakter. Dan pelatihan kader tersebut tadinya diikuti lebih dari 100 orang, namun setelah ada penyaringan, lalu hanya diikuti 30 orang.

Menurut Fajar Seto Hardono yang berjemaat di GPIB, narasumber (pembicara) yang mereka undang adalah figur atau tokoh yang menurut BKPAK, sudah teruji dan punya karya nyata di tengah gereja dan masyarakat. Untuk pelatihan kader muda Kristen yang diadakan di Jakarta pada hari Sabtu malam selama bulan November 2016 lalu misalnya, pembicaranya, yakni Laksdya TNI Desi A. Mamahit (petinggi TNI Angkatan Laut), Pdt. Johny Tambariki (Rohaniwan), Brigjen TNI (Purn.) Harsanto Adi S., M.M., M.Th (Ketua Umum DPP API dan mantan Asisten Deputi VII Menkopolhukam RI), Brigjen TNI (Purn.) Junias M. Tobing, M.Sc (mantan Kepala Pusat Kajian Strategis TNI), sejumlah profesional dan Jonro I. Munthe dari pimpinan media Kristiani. Dan pada 2017 ini, pakar politik dan mantan anggota DPR-RI yang dikenal cerdas, nasionalis dan religius, Gregorius Seto Harianto pun sudah mereka undang berbicara guna memberi pencerahan politik di BKPAK.

“Pak Jonro Munthe kami undang sebagai pimpinan media Kristiani yang selama ini sudah kami dengar namanya, dan kami lihat jejak rekamnya untuk berbicara tentang pemimpin muda Kristen di tengah bangsa ini,” ujar Fajar.  “Lembaga kami ini punya visi untuk mempersiapkan 100 calon pemimpin muda di tengah bangsa ini. Apakah mereka nanti ingin jadi profesional, politisi, pengacara, akademisi atau pemimpin di gereja, mereka mesti dipersiapkan dari sekarang. Sehingga mereka perlu mendapat pelatihan dari figur-figur yang kita akui kiprahnya di tengah gereja dan masyarakat,” pungkas Fajar.

BKPAK yang mulai dibidani pendiriannya oleh seorang aktivis mahasiswa Kristen, Patar Parasian Tambunan ini, mulai diaktenotariskan lembaganya pada 18 Juni 1998 lalu. Dan organisasi ini terdaftar di Departemen Agama RI DKI Jakarta, Kementerian Agama RI dan Kementerian Hukum dan HAM RI dengan SK Nomor: AHU-50.AH.01.07 22 Maret 2013. BKPAK ini sudah tersebar dalam aktivitas pelayanannya di sejumlah provinsi, seperti DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, serta sejumlah kota, seperti Depok, Kota Bekasi dan sejumlah daerah.

Visi dari BBKPAK, yakni “Mempersiapkan pemimpin bangsa berkarakter Kristus melalui kampus (Ulangan 28:13)”. Dan misinya, “Membangun kesatuan untuk membentuk karakter mahasiswa dengan melakukan pekabaran Injil, pembentukan karakter, pengkaderan pemimpin dimulai dari kampus (Yohanes 17:21.” Organisasi pelayanan yang concern terhadap kaum cendekiawan muda (mahasiswa) Kristen ini, juga aktif mengadakan acara-acara doa, seperti kebaktian Natal di Jakarta.

Fajar Seto Hardono yang tak pernah lelah membicarakan persoalan generasi muda Kristen itu, pernah mengatakan, saat ini tantangan kaum muda kita adalah memanfaatkanm gadget. Karena, katanya, melalui gadget orang bisa mendapat banyak informasi, dan sering tak bisa dibedakan mana informasi yang hoax di media sosial, dan mana informasi yang benar. “Sebab itu, iman kaum muda Kristen harus teguh, dan cerdas dalam menyaring setiap informasi. Masyarakat kita sekarang sangat mudah dipengaruhi informasi hoax, apalagi saat berlangsung Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Salah satu persoalan mahasiswa Kristen saat ini, salah satunya banyak menghabiskan waktunya untuk memanfaatkan gadget. Memanfaatkan gadget pun mesti cerdas dan bijaksana,” ujarnya.

Fajar Seto Hardono lahir di Jakarta, 30 April 1975. Dia menyelesaikan pendidikan SD Negeri Harapan Mulia 05 Pagi, Jakarta, SMP Negeri 78 Jakarta, STM Negeri Pembangunan, Jakarta, Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, dan Universitas Kejuangan 45, Jakarta. Saat duduk di bangku STM ia dudah dipercaya sebagai pimpinan Persekutuan Rohani Kristen (Rohkris) di STM Negeri Pembangunan, Jakarta, dan pengurus Persekutuan Oikoumene Civitas Akademi Universitas Krisnadwipayana (POSA Unkris), Jakarta.

Selain itu, Fajar dipercaya sebagai President Chapter of Cibubur Raya of Full Gospel Businessman Fellowship International (FGBMFI), Jakarta, dan anggota DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jakarta Pusat. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai profesional ini, aktif pula mengikuti perkembangan sosial politik kemasyarakatan dan gereja-gereja. Dan ia sudah ikut di dalam kegiatan diskusi FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU). Karena, menurutnya, melalui diskusi FORKOM NARWASTU, selain ia mendapat ilmu dan mendengar pengalaman-pengalaman tokoh-tokoh senior yang menginspirasi dan memotivasi, ia pun mendapat sahabat baru dari forum tersebut. 

Berita Terkait