Menata Hidup Setelah Kepergian Pasangan

762 dibaca


beritanarwastu.com. Tanya: Konselor FPK (Fokus Pada Keluarga), saat ini, saya merasa sangat sedih. Suami saya meninggalkan surat untuk saya tiga hari yang lalu. Dalam isi surat tersebut, suami menulis bahwa ia pergi meninggalkan rumah demi wanita lain. Ia berniat untuk menceraikan saya dan menikahi WI (wanita idaman) tersebut. Saya amat terkejut, karena suami saya tidak menunjukkan gejala-gejala perselingkuhan. Kami juga sudah menikah selama lebih dari 20 tahun. Pernikahan kami telah dikaruniai empat anak.

Peristiwa ini tidak hanya memukul saya, namun juga keempat anak saya. Saya tidak mengerti mengapa suami saya tega bertindak demikian. Saya sangat kecewa dengan tindakan suami saya tersebut mengingat pengorbanan saya selama ini. Selama 20 tahun usia pernikahan, saya yang bekerja keras dan berjuang membesarkan keempat anak saya. Sedangkan suami saya sulit sekali memberikan uang untuk biaya rumah tangga serta biaya pendidikan keempat anak. Padahal, ia cukup berhasil sebagai ahli di bidang kedokteran.

Saya merasa bosan hidup, karena apa yang saya lakukan selama puluhan tahun sepertinya sia-sia saja. Nafsu makan tidak ada, saya pun sulit tidur. Saya juga enggan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan dunia luar. Apa yang harus saya lakukan? (Ibu T di Bekasi, Jawa Barat)

Jawab: Ibu T  di Bekasi, kami dapat memahami perasaan ibu. Hati kami tersentuh oleh keadaan yang sedang ibu alami. Memang sakit rasanya bila dikhianati oleh pasangan yang kita kasihi, juga bila kebaikan kita dibalas oleh tindakan yang tidak sepatutnya. Menyikapi keadaan ibu saat ini, maka ada beberapa saran yang dapat kami berikan. Antara lain:

·         Belajar untuk tetap kuat dengan datanglah kepada Tuhan di dalam doa, dan terimalah kasihNya untuk membalut luka-luka hati ibu.

· bu dapat meluangkan kesedihan dan ratapan dengan menangis. Ibu juga dapat berkonsultasi ke Tim Konselor Fokus Pada Keluarga (54202077) atau pembimbing rohani ibu. Tindakan ini dapat membuat ibu merasa lega. Namun, jangan mengubur diri ibu dalam kesedihan yang berlarut-larut, karena masih ada empat orang anak yang memerlukan bimbingan, kehadiran dan pendampingan ibu walau suami telah pergi. Ibu harus tetap kuat dan tegar demi anak-anak.

Izinkan anak-anak menghibur ibu. Pengertian dan dukungan anak-anak akan memberikan kekuatan baru bagi ibu menjalani hidup selanjutnya, ibu tidak akan merasa sendirian.

Lepaskan pengampunan bagi suami. Tindakan ini akan membebaskan dan menyembuhkan luka hati ibu. Hidup ibu tidak tergantungan dari suami.

Walau tidak ada keinginan untuk makan, ibu harus tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ada beberapa makanan yang dapat membantu mengatasi emosi yang sedang tertekan, perbanyak minum juice buah.

Bila terus menerus sulit tidur, kunjungilah dokter keluarga terdekat. Dokter mungkin saja memberikan resep untuk ibu mengkonsumsi obat yang dapat meredakan ketegangan dan rasa sedih yang ibu alami.

Luangkan waktu untuk tetap berolahraga dan melakukan hal-hal yang ibu senangi atau hobi.

Memang ada waktunya untuk ibu menarik diri dari kehidupan sosial, tapi ada masanya untuk tetap berhubungan dengan dunia luar. Hal ini perlu agar ibu tidak merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup. Bangun jaringan pendukung. Misalnya, bergabung dalam terapi kelompok yang beranggotakan  ibu-ibu yang juga dikhianati oleh suami.

Percayalah dan yakinilah bahwa diri ibu berharga, walaupun suami memilih menginggalkan ibu demi wanita lain. Ibu tetap berharga di mata Tuhan.

Demikianlah masukan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat bagi ibu. Kami mendukung ibu di dalam doa dan kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberikan penghiburan bagi ibu. Teriring doa, Tim Konselor FPK.

Berita Terkait