Anthony Putihrai, B.Sc
Mencari “Suara Tuhan” untuk Menghadapi Tahun Baru 2015

2105 dibaca
Anthony Putihrai, B.Sc

 

             Beritanarwastu.com. Saat kita akan memasuki tahun yang baru, seperti Tahun Baru 2015, kita sebagai orang percaya atau anak Tuhan harus berupaya mencari “suara Tuhan”. Melalui suara Tuhan kita akan tahu apa yang akan Tuhan rancangkan bagi kita hamba-hambaNya atau anak-anakNya. Sambil merenungkan apa yang sudah kita capai selama tahun 2014 kita pun saat memasuki tahun yang baru harus mau introspeksi, siapa tahu ada kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki.
              Demikian diungkapkan tokoh muda Kristiani, Anthony Putihrai, B.Sc kepada NARWASTU baru-baru ini di Jakarta saat ditanya komentarnya bagaimana anak Tuhan atau orang Kristen seharusnya di dalam menyambut Tahun Baru 2015 yang sering disebut sejumlah kalangan sebagai “Tahun Kambing”. Menurut pengusaha rohani, nasionalis dan tangguh ini, kalau ia akan memasuki tahun yang baru, biasanya ia mencari “suara Tuhan”, misalnya, dengan berkeliling ke sejumlah acara-acara KKR (kebaktian kebangunan rohani).
            Anthony Putihrai yang juga menjabat sebagai Regional President West 4 Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) yang meliputi daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dan Kalimantan Barat ini, menerangkan, saat ia mencari suara Tuhan untuk memenuhi kebutuhan spiritual itu, ia biasanya pergi ke Semarang untuk mendengarkan suaraNya lewat renungan atau nasihat yang disampaikan 6 Hamba Tuhan, salah satunya Pdt. Petrus Agung. “Dari sanalah hampir tiap tahun saya mendapat konfirmasi lewat pendengaran renungan Firman Tuhan, lalu apa selanjutnya yang akan saya lakukan untuk tahun berikutnya, bisa berangkat dari situ,” papar ayah dua anak, Abraham Putihrai (21 tahun) dan Anastasia Putihrai (18 tahun) dari buah cintanya dengan istri tercinta Junita Hartanto ini.
          “Apa yang akan kita lakukan untuk pelayanan, bisnis dan keluarga, biasanya saya selalu dapat jawaban atau konfirmasinya setelah mendengar suara Tuhan lewat hamba-hambaNya. Selain itu, saya  menyempatkan diri untuk membaca renungan dan berdoa khusuk sebelum terjadi pergantian tahun. Di situ kita mengucap syukur atas kasih setia Tuhan, atas semua perlindungan, pemeliharaan, pembelaan dan pertolonganNya kepada kita selama tahun 2014. Lalu kita berdoa untuk menyambut tahun yang baru agar Tuhan selalu menyertai kita,” terang Ketua Panitia “Celebrating 60 th Year Anniversary FGBMFI World Convention 2012” di Bali itu.
           Ketika kita meminta berkat kepada Tuhan, katanya, berkat itu bukan semata-mata uang, kenaikan jabatan atau pangkat dan materi, tapi berkat Tuhan itu bisa berupa kesehatan, hubungan yang harmonis dengan keluarga dan sesama serta pengalaman pribadi bersama Tuhan. Menurutnya, seperti ditulis di Kitab Yosua 1 ayat 8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan Kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
              “Orang yang setia beribadah dan mengasihi Tuhan, maka ia akan diberkati secara rohani dan jasmani. Itu janji Tuhan,” pungkasnya. Katanya lagi, kalau tiba di tahun baru, ia selalu berupaya meminta kepada Tuhan agar hidupnya semakin berkenan di hadapanNya. “Dengan kata lain, saya ingin menyenangkan hati Tuhan dengan kehidupan saya sehari-hari. Sebab itu, saya akan meminta Tuhan untuk memberikan kesehatan yang baik bagi saya dan keluarga, sehingga kita bisa dapat bekerja dengan maksimal. Percuma kita bekerja kalau sakit-sakitan,” katanya.
            Selain itu, ujarnya, ia selalu meminta hikmat, pengertian dan pengetahuan kepada Tuhan, seperti Salomo dan Yusuf yang mendapat hikmat dan diberikan Tuhan, “Sehingga kita dapat menjadi ‘bendahara-bendahara’-Nya Tuhan untuk membesarkan kerajaanNya di bumi. Juga saya meminta agar Tuhan memberikan keharmonisan di dalam keluarga, dan hubungan antara anak-anak dan orangtuanya semakin harmonis. Tentu saja kita berharap agar Tuhan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Jadi saya tidak muluk-muluk memintanya kepada Tuhan,” cetusnya.
             Dalam kehidupan kita sebagai pengikut Yesus Kristus, supaya kita lebih dewasa dan matang secara rohani, maka salah satu jalan untuk semakin dewasa adalah mengalami tantangan dalam kehidupan yang membawa kita pada level rohani yang lebih tinggi. “Memang kalau ada tantangan dalam kehidupan, itu tidak enak rasanya, namun itu merupakan penempaan dari Tuhan untuk kita lebih dewasa rohani dan mempunyai dasar yang kuat/teguh di dalam Tuhan karena pada akhirnya kita melihat terobosan dan mukjizatNya yang dahsyat dalam setiap tantangan. Kita sering lupa bahwa kita manusia yang punya keterbatasan, dan harus bergantung kepada Tuhan setiap saat,” terangnya.
         “Dalam hidup ini, kita harus semakin dekat kepada Tuhan di saat kita mengalami pencurahan berkat-berkatNya. Ada orang yang semakin menjauh dari Tuhan di saat hidupnya semakin mapan. Namun kita sebagai anak-anak Tuhan harus terus mencari wajah Tuhan, baik dengan ikut pertemuan-pertemuan rohani, baca Alkitab dan semakin tekun berdoa. Jadi, dalam menghadapi Tahun Baru 2015, kita harus punya iman teguh. Seperti ditulis di Kitab Ibrani 11:3, “Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh Firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”

             Sehingga, katanya, kalau kita beriman, maka kita harus berupaya berpikir positif atas apa yang tidak kelihatan di dalam kehidupan ini, “Jangan selalu berpikir negatif. Kita harus berpikir positif bahwa Tahun Baru 2015 harus lebih baik dari tahun yang lalu. Saya melihat dari perspektif Ilahi atau kacamata Firman Tuhan, maka 2015 harus jauh lebih baik dari tahun 2014. Tentunya bagi anak-anak Tuhan yang lebih dulu mencari kerajaanNya dan kebenaranNya, maka ia akan diberkati, karena ia mengandalkan Tuhan. Kita jangan lupakan itu, bahwa kita harus lebih dulu mencari kerajaanNya dan kebenaranNya,” tuturnya.
             Anthony Putihrai pun mengimbau agar anak-anak Tuhan jangan gampang menyerah di dalam menghadapi tantangan kehidupan, terutama dalam menjalani Tahun Baru 2015. “Dalam hidup ini kita harus sabar, jangan selalu berpikir negatif, dan tekunlah berdoa kepada Tuhan. Apapun tantangan di dalam hidup ini, sabarlah menghadapinya. Dalam hidup ini tak ada yang instant, semua perlu proses. Misalnya, kalau kita ingin membentuk otot kita, iya, kita harus mau berlatih dengan barbel. Begitu juga kalau kita ingin menurunkan berat badan yang gemuk, maka harus mau diet atau puasa tiga hari tiga malam he…he,” ujar Anthony Putihrai sembari tertawa dan senyum.
         Dalam hidup ini, katanya, kita harus siap ditempa Tuhan kalau ingin naik level secara rohani atau kalau ingin lebih sukses di dalam kehidupan. “Kita lihat banyak tokoh Alkitab yang lebih dulu diproses atau ditempa Tuhan dengan melewati berbagai rintangan dan tantangan menyakitkan. Setelah melewati rintangan dan tantangan itu, kemudian mereka jadi luar biasa. Seperti Yusuf, ia pernah dipenjarakan dan difitnah. Juga Daniel pernah dimasukkan ke gua singa, dan Daud pernah dikejar-kejar Saul untuk dibunuh. Mereka luar biasa, karena mampu menghadapi rintangan dan tantangan dengan mengandalkan Tuhan,” terangnya.
           Sebagai pengusaha Kristen yang juga giat melayani, Anthony Putihrai yang termasuk dalam 21 Tokoh Kristiani 2012 Pilihan NARWASTU menerangkan, ia melihat dalam Pemerintah baru Joko Widodo-Jusuf Kalla ini, Tuhan ikut bekerja sejak mereka mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, sehingga event politik yang berlangsung cukup menarik dan penuh dinamika itu berjalan dengan baik dan lancar. “Menurut pandangan saya, saya melihat Pak Joko Widodo (Jokowi) punya integritas tinggi, smart (cerdas) dan tegas sebagai pemimpin bangsa,” papar pria yang menyukai lagu Besar AnugerahMu ini.
               “Sebagai pelaku bisnis saya yakin di Tahun Baru 2015 ini ekonomi Indonesia akan semakin membaik di era Pemerintahan baru ini, dan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan masuk dalam 9 besar negara yang ekonominya bagus, kalau sekarang sudah masuk dalam 10 besar dunia. Asal jangan ada kerusuhan atau kekisruhan politik, serta hukum ditegakkan, maka ekonomi ke depan akan semakin membaik. Menurut kebijakan Pak Jokowi, dengan dikuranginya subsidi BBM (bahan bakar minyak), saya pribadi sangat setuju, dan itu baik. Karena subsidi akan dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia,” cetus pria yang dikenal sosok inspiratif dan motivator ini.
             Dengan dibangunnya infrastruktur, maka itu akan membuka lapangan kerja baru, maka  multiplayer  effek dari lapangan kerja itu akan berdampak cukup besar menentukan roda ekonomi di daerah-daerah yang dibangun infrastruktur-infrastruktur tersebut. Alasan masyarakat setuju atas kebijakan tersebut, maka itu akan membuat lebih sedikit uang subsidi disalahgunakan atau salah sasaran di mana banyak orang yang semestinya bisa menikmatinya, namun mereka tidak bisa menikmati karena ada oknum yang “bermain.”

 

 

            Anthony Putihrai menambahkan, kalau dilihat dari kaca mata rohani Pak Jokowi itu mirip Yusuf ketika berada dulu di Mesir. “Yusuf dulu punya visi besar untuk mengubah bangsa Mesir dan sekitarnya. Demikian juga Pak Jokowi punya visi besar untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Yusuf juga punya karakter terpuji dan baik. Dia punya integritas tinggi dan tidak tergoda dengan nyonya Potifar. Dan kita doakan dan kita harapkan agar Indonesia di era Pemerintahan Pak Jokowi akan semakin baik dan semakin sejahtera,” tukasnya.  Doa itu, katanya, sangat penting dipanjatkan untuk para pemimpin bangsa, agar Indonesia bisa  mereka pimpin dengan takut akan Tuhan dan bijaksana.
            “Doa orang benar itu sangat besar kuasanya. Ketika berlangsung Pilpres 2014 lalu, Full Gospel pun bergandengan tangan dengan hamba-hamba Tuhan yang tergabung di Jaringan Doa Nasional (JDN) untuk mendoakan Pemilu 2014 agar berjalan damai, lancar dan baik. Kami sangat yakin bahwa doa-doa yang kita panjatkan selama ini didengar Tuhan, sehingga pelaksanaan Pileg 2014 dan Pilpres 2014 berjalan aman dan baik. Tidak ada yang sia-sia kalau kita berdoa,” katanya.
            Sampai sekarang, ujarnya, Full Gospel dengan Jaringan Doa Nasional bermitra dan bergandengan tangan untuk terus mendoakan bangsa ini. “Dengan berbagai gereja pun kita bermitra dan kita gaungkan tentang pentingnya berdoa bagi Indonesia,” tegasnya. Menurutnya, ketika Pileg dan Pilpres 2014 berjalan dengan lancar dan aman, meskipun ada tantangan, di situ sebenarnya ada campur tangan Tuhan. Tuhan, katanya, ikut bekerja untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.
                 Mengomentari soal Tahun Baru 2015 yang juga disebut-sebut sejumlah kalangan sebagai “Tahun Kambing”, Anthony Putihrai menuturkan, sebagai anak Tuhan kita tidak perlu percaya soal tahun-tahun yang diidentikkan dengan nama hewan tertentu. “Karena, waktu, baik itu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun itu ciptaan Tuhan. Bagi saya, apapun tahunnya kita sebagai anak-anakNya harus terus mengandalkan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang-orang yang selalu mengandalkan Tuhan pasti akan selalu dipelihara dan diberkatiNya,” ujarnya.
                    Anak-anak Tuhan, imbuhnya, jangan percaya terhadap ramalan-ramalan, “Dalam hidup ini saya tidak melihat nama tahunnya kalau tahun berganti, tapi saya memandang kepada Tuhan saja. Saya tidak percaya kepada shio atau horoscope, karena yang saya percayai adalah Tuhan. Dengan mengandalkan Tuhan di dalam kehidupan ini, saya justru semakin merasakan bahwa dari tahun ke tahun tangan Tuhan tidak pernah berhenti untuk memberkati saya,” ujarnya.
                 Anthony Putihrai menambahkan, menurut saudara-saudara kita di kalangan Gereja Karismatik, tahun 2015 adalah “Ayin Hey 5775”. “Itu bahasa Ibrani yang berarti: mata Tuhan tertuju kepada bangsa Indonesia. Artinya, Tuhan akan terus memperhatikan anak-anakNya yang sungguh-sungguh melayani Dia dan mengikuti semua FirmanNya. Maka kelak akan ada perbedaan mencolok antara anak-anak Tuhan, di mana akan terlihat mana Kristen KTP (Kristen tanpa pertobatan) yang jarang beribadah, yang enggan berdoa dan yang tidak mau bersekutu dengan anak-anak Tuhan yang setia beribadah. Tahun 2015 adalah ‘Tahun Mega Blessings dan Mukjizat’,” katanya. TS/TB

 

Berita Terkait