Menteri Agama RI Berikan “Harmony Award” Kepada Sejumlah Kepala Daerah

750 dibaca
Menteri Agama RI Dr. Lukman Hakim Saefuddin saat menyampaikan sambutan.

        BERITANARWASTU.COM. Menteri Agama RI, Dr. Lukman Hakim Saifuddin, dalam pidato pembukaan Rakernas Kementerian Agama RI, pada Minggu,  26 Februari 2017 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, menegaskan, tidak boleh lagi ada Aparat Sipil Negara (ASN) dalam lingkungan Kemenag yang belum tuntas masalah kebangsaan dalam dirinya. ASN Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kebangsaan Indonesia.

“Kita harus menjadi umat yang agamis, tetapi pada saat yang sama juga nasionalis sebagai bagian dari masyarakat majemuk Indonesia," tegas mantan Wakil Ketua MPR-RI dari PPP ini.  Lebih jauh Lukman menjelaskan, dirinya mensinyalir, banyak guru agama yang masih bertolak belakang dengan paham dan praktik kebangsaan kita. Buku-buku ajar dan buku teks, walau bukan produk Kemenag, juga masih terlihat di sekolah-sekolah. Oleh sebab itu, harus ada task force yang mengawasi dan menguji itu semua.

"Hanya Islam moderat yang bisa menjaga Indonesia, bukan praktik keagamaan yang ekstrem. Sikap moderasi ini tidak mengganggu akidah kita beragama. Oleh sebab itu, kita sebagai kelompok moderat, harus speak up mengisi ruang-ruang publik dan medsos (media sosial)," tukas Pak Menteri Agama yang dikenal moderat ini.

Lukman juga mengecam rumah-rumah ibadah yang digunakan untuk kepentingan politik, apalagi menjadi ajang ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.  Pada kesempatan ini, Menteri Agama juga memberikan Harmony Award kepada para kepala daerah yang memberikan pelayanan terbaik dalam kerukunan beragama selama 2016. Adapun Indeks Kerukunan Beragama yang dijadikan sebagai indikator penilaian meliputi dukungan kebijakan, anggaran dan kegiatan.

Harmony Award diberikan kepada H. Sugianto Sabran (Gubernur Kalimantan Tengah), Lukas Enembe (Gubernur Papua), dan Nurdin Basirun (Gubernur Kepri). Sementara untuk Bupati adalah Mathius Awoituw  (Jayapura), Dedi Mulyadi (Purwakarta), Ni Putu Eka Wiryastuti (Tabanan), Absullah Anwar Anas (Banyuwangi), Drs. Amon Djabo (Alor). Sedangkan Wali Kota,  Jimmy F. Eman (Tomohon), dan Asafri Jaya Bakri (Sungai Penuh).

Rakernas berlangsung pada 26-30 Februari 2017 di Hotel Mercure, Ancol, dan diikuti oleh para pejabat Eselon satu dan dua Kemenag dari seluruh Indonesia di bawah tema Layanan Bermartabat Makin Dekat dengan Umat.TS

Berita Terkait