Menyikapi Aksi Teror dari Kaca Mata Firman Tuhan

355 dibaca
• Oleh: Pdt. Dr. Ir. Tjepy Jones B.

Beritanarwastu.com. Yesaya 54:14, “Engkau akan ditegakkan di atas kebenaran. Engkau akan jauh dari pemerasan, sebab engkau tidak usah lagi takut, dan engkau akan jauh dari kekejutan (versi King James: teror), sebab ia tidak akan mendekat kepadamu.

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan peristiwa yang sangat menyedihkan atas terjadinya bom bunuh diri, oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab sehingga merenggut korban jiwa. Dan bagi kita yang percaya akan Firman Allah melihat seolah-olah kejadian ini tidak sama dengan apa yang telah difirmankanNya di dalam Alkitab. Tapi satu hal yang harus kita percaya bahwa berharga kematian setiap orang yang dikasihi Tuhan (Mazmur 116:15), dan maut sekalipun tidak dapat memisahkan kita dari Allah kita (Roma :38-39). Entah kita hidup atau mati, kita ada bersama dengan Allah, karena kita sudah memiliki hidup kekal di dalam roh kita di dalam Yesus Kristus sejak kita masih di dunia (Yohanes 3:15). Dan kematian hanyalah proses bagi kita untuk pindah alam, dari alam yang fana kepada kekekalan seutuhnya.

Namun demikian, janji Firman Tuhan adalah benar bahwa Dia selalu melindungi kita dari segala bahaya yang mengancam kita. Terlepas dari adanya fakta yang kita lihat, memang ada terjadi teror yang merenggut nyawa manusia. Dan justru karena itu kita harus semakin berani percaya dengan mengambil sikap hati dan pikiran kita bahwa Allahlah tempat perlindungan kita, sekalipun malapetaka terjadi di sekeliling kita, maka hal itu tidak akan menimpa kita (Mazmur 91:5-8).  Jangan hanya melihat kepada fakta, lalu kita menjadi kecil hati, sebab 2 Korintus 4:18 menulis, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan (fakta) adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan (FirmanNya) adalah kekal.

Fokuskan pikiran kita kepada janji-janji Firman Tuhan akan perlindunganNya bagi kita serta keluarga, lingkungan, bahkan negara kita yang kita cintai ini. Maka Tuhan akan memelihara hati dan pikiran kita dengan damai sejahteraNya yang melampaui akal dan pikiran manusia. Yesaya 26:3 versi Amplified Bible berkata, “Engkau akan memelihara dengan sempurna dan dengan damai sejahtera yang terus menerus bagi mereka yang pikirannya teguh dan fokus kepadaMu di dalam penyerahan diri, karakter dan perilaku, karena mereka ini percaya penuh dan telah menjadikan Engkau perlindungannya dengan penuh pengharapan dan keyakinan yang teguh.

              Kita bisa belajar dari kasus Yohanes Pembaptis ketika ia dipenjarakan oleh Raja Herodes setelah Yohanes menegur keras Herodes soal istrinya dan kejahatannya. Seorang Yohanes Pembaptis yang adalah pembuka jalan bagi berita Injil, mengenal Mesias, dan tentunya pernah mendengar Yesus berkhotbah akan memberitakan pembebasan bagi orang-orang tawanan, malah justru dia masuk ke dalam tahanan. Yohanes menjadi tertekan dengan keberadaannya, lalu mengirim muridnya untuk bertanya kepada Yesus, ”Engkaukah Mesias atau kami harus menunggu Seorang yang lain? Tetapi Yesus menjawab dengan perintah, lihatlah segala pekerjaan Allah dan segala mukjizatNya. Artinya pandanglah terus kepada kemurahan Allah. Kemudian Yesus melanjutkan lagi dengan berkata “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Lukas 7:23).

              Satu-satunya sikap hati kita yang berkenan bagi Allah di tengah-tengah keadaan yang serba menakutkan ini adalah, datang kepada FirmanNya. Dan percaya penuh dengan mengucapkan FirmanNya atas hidup kita, maka FirmanNya akan bertindak dan pasti berhasil dalam melaksanakan apa yang tertulis di dalamnya (Yesaya 55:11). Karena Firman itu adalah Allah sendiri. Fakta tentang ada iblis di baliknya hanya bertujuan mencuri Firman yang kita miliki, kemudian menteror, sehingga kita hilang pengharapan dan berusaha membinasakan.

        Tetapi Firman Allah datang agar tinggal di dalam hati dan pikiran kita, supaya kita memiliki hidup dan memilikinya dalam kelimpahan damai sejahtera Allah. Ingat selalu bahwa fakta di sekitar kita hanya bersifat sementara, tetapi Firman Tuhan adalah kekal dan selalu dapat mengubah fakta di sekitar kita menjadi kebaikan bagi kita semua (Roma 8:28). Amin.

Berita Terkait