MissionCare Gelar Seminar dan Ibadah di Purwokerto

301 dibaca
Suasana acara MissionCare pada 23-24 Mei 2018 lalu di Purwokerto, Jawa Tengah.

Beritanarwastu.com. Hidupku bukannya aku lagi, tapi Kristus hidup dalamku (2 Korintus 3:3). Itulah yang menjadi penyemangat para hamba Tuhan asal daerah yang berkumpul pada perhelatan yang dibidani oleh MissionCare pada 23-24 Mei 2018 lalu di Purwokerto, Jawa Tengah. Sedikitnya 700 hamba Tuhan daerah berkumpul di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Martadireja, Purwokerto. Dalam acara ini MissionCare menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Acara yang diselenggarakan dua hari ini, terbagi menjadi dua sesi. Hari pertama merupakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan hari kedua diisi dengan seminar.

Dalam acara yang dihadiri para penginjil, siswa Sekolah Alkitab dan hamba-hamba Tuhan daerah (khusus yang berasal dari Jawa Tengah) ini dilayani oleh Pdt. DR. Erastus Sabdono, M.Th. Dalam setiap sesi yang dibawakan, Pendeta Eras, begitu ia akrab disapa, selalu menandaskan agar para hamba Tuhan semakin setia akan panggilannya dalam melayani. “Harus menjadi surat yang terbuka bagi Kristus,” tegas Pdt. Eras dalam khotbahnya.

Menjadi surat bagi Kristus, artinya harus menjadi teladan dan hidup dalam kebenaran Firman. “Contohnya, jika kita membawa orang datang ke gereja, percaya Yesus, kemudian dua atau tiga tahun lagi mau jadi apa? Harus ada perkembangannya, ada perubahan yang semakin menunjukkan kedewasan rohani. Bukan hanya sekadar ke gereja, harus ada buahnya,” jelas Pdt. Eras. 

“Menjadi surat terbuka itu harus menjadi saksi dan berpadanan dengan Injil. Jadi surat terbuka itu bukan hanya berbuat baik, menolong orang, melainkan harus membuat orang lain mencium bau sorga lewat hidup saudara. Hidup saudara harus bernilai yang jelas, katanya.

Lebih lanjut Pdt. Eras mengatakan, banyak pendeta, hamba Tuhan terjebak dalam rutinitas dengan segala visi dan misinya. “Jangan sibuk dengan visi misi, duit untuk bangun gereja, tapi sibuklah dengan kodratya. Semua yang kita capai di dunia ini akan hilang. Tapi kembali pada kodrat kita untuk menjadi sempurna sama sepeti Tuhan Yesus adalah sempurna, itu lebih penting. Karena Tuhan kita itu sempurna. Artinya, kehidupan rohani kita harus menjadi bau harum bagi Bapa, pungkasnya.

Dalam akhir sesi seminar yang terbagi menjadi tiga bagian, Pdt. Erastus berpesan agar MissionCare sebagai penyelenggara acara harus sering-sering mengadakan pertemuan atau seminar bersama pelayan misi daerah. “Supaya mereka juga semakin semangat dan mendapat pencerahan lagi. Ayo MissionCare bangkit lagi. Sepertinya saya harus sering-sering ketemu MissionCare, katanya.

Terus Berkembang dan Melayani

MissionCare yang didirikan oleh almarhum Pdt. Peter Tjondro saat ini diketuai oleh Tony Yudianto. MissionCare merupakan lembaga yang bergerak di bidang pelayanan untuk para hamba Tuhan yang terlibat dalam pelayanan misi ke daerah-daerah terpencil ataupun terbelakang yang secara geografis maupun ekonomis sulit untuk dapat menunjang kehidupan seorang pelayan Tuhan. Dengan subsidi tersebut kebutuhan kehidupan mereka akan tertolong sehingga bisa fokus pada pelayanan mereka.

MissionCare yang berdiri secara sah notaris pada Agustus 1995, lebih memilih menunjang pelayanan misi daerah terpencil dan sulit ekonomi, karena melihat kondisi belakangan ini pelayanan daerah menjadi ditinggalkan. Hal ini disebabkan karena tuntutan ekonomi, hamba Tuhan pun perlu “hidup.” Karena itulah MissionCare lebih konsen memilih jalur tersebut. Supaya pelayanan misi daerah tetap berjalan.

Dan yang menjadi target untuk disubsidi atau yang disebut partner adalah para hamba Tuhan, guru Agama Kristen dan siswa Sekolah Alkitab. Untuk menjalankan misinya, MissionCare didukung oleh para member, yaitu para pemberi sumbangan atau donatur yang saat ini sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sama dengan member, partner pun saat ini sudah tersebar di daerah-daerah minim di wilayah bangsa ini.

Sebagai Ketua Yayasan MissionCare, Tony berharap wadah ini makin bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan bersifat interdenominasi. Dan selama hampir 23 tahun ini, MissionCare terus mendukung, baik secara moril maupun spiritual bagi para hamba Tuhan daerah. Agenda tahunan yayasan ini, selain terus mendukung keuangan para partnernya, Missioncare juga melakukan kegiatan sosial lainnya.

Seperti pengobatan, pembagian sembako untuk daerah-daerah kekurangan dan melayani ke penjara. Setelah selesai mengelar seminar dan KKR di Purwokerto. Keesokannya MissionCare melanjutkan perjalanan ke Nusa Kambangan, Jawa Tengah, untuk mengunjungi dan melayani. Selain itu mengunjungi salah satu gereja perintisan yang ada di Kampung Laut. Ke depan, Tony mengatakan akan terus meningkatkan kepeduliaannya terhadap pelayanan daerah dan para pelayannya serta lebih giat mengadakan seminar atau pelatihan bagi para hamba Tuhan daerah agar makin termotivasi dalam melayani. Dee

Berita Terkait