MUKI Luncurkan Buku dan Adakan Rapimnas 2017 di Jakarta

510 dibaca
Buku otobiografi Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba, S.H. “Hidup Adalah Ibadah: Anak Holang Bangkei.” Buku itu ditulis penulis senior dan handal dari Medan, Jannerson Girsang, yang juga cendekiawan di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

Beritanarwastu.com. Sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) yang diakui oleh Pemerintah RI, pada Kamis-Jumat (1-3 November) 2017 lalu, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) yang dipimpin Djasarmen Purba, S.H. (Anggota DPD-RI) mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hotel Bunga-Bunga kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Rapat pimpinan nasional yang menghadirkan seluruh DPW, DPP serta penasihat dan pengawas MUKI tersebut mengambil tema “Kebenaran dan Keadilan yang Terbalut dalam Kasih” dan sub temanya Memperjuangkan untuk Kebenaran dan Keadilan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika demi Mempertahankan NKRI dan Pancasila.

Salah satu agenda acara melaporkan kinerja DPP kepada semua DPW. Dan sebelumnya dibuka dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Martin L. Sinaga. Dalam khotbah yang terambil dalam Kitab Yeheskiel 37:7-11 tersebut dikatakan, sebagai salah satu organisasi masyarakat, MUKI secara tidak langsung menjadi penjaga umat. Dengan demikian, maka sudah sepatutnya memiliki keteladanan dari Yesus dan Pancasilais mengingat fungsi yang dimilikinya sangat strategis.

Mengenai tema yang mengusung soal kebangsaan tersebut, Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba, S.H.  dalam wawancara dengan Majalah NARWASTU mengemukakan, sudah seharusnya keadilan dan kebenaran diperjuangkan mengingat kondisi yang tergerus rasa kebangsaan saat ini. Maka, imbuhnya, bagaimana untuk mengangkat dan mempersatukan kembali sesuai dengan bingkai NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan luar biasa sekali apa yang dinyatakan oleh kebenaran firman Tuhan bahwa MUKI adalah penjaga umat.

“Nah, penjaga umat bagaimana supaya bisa menyatakan kebenaran. Kalau tadi disebut negatif itulah ketidakbenaran, dan juga berani menyatakan kebenaran itu sendiri, sehingga ada teladan di tengah-tengah MUKI ini, ke depan baik di pusat maupun daerah-daerah. MUKI juga berperan serta dalam hal katakanlah karakter, karena salah satu misi MUKI adalah pemberdayaan umat sesuai fungsi dan tugasnya,” jelas Djasarmen Purba yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan Majalah NARWASTU.”

 

Suasana acara peluncuran buku di acara MUKI di Jakarta.

 

  Dari hasil rapat pimpinan pusat salah satunya, yakni MUKI menyatakan sikapnya dalam mendukung Perpu Ormasmenjadi Undang-Undang. Di samping itu, pendirian koperasi telah dilakukan dan memberdayakan para anggota MUKI yang juga telah melantik para pengurusnya.  “Terus terang kami bukan masuk dalam simpan pinjam, tapi kami akan lakukan dari segi produksi termasuk dalam hal kerjasama pembinaan majelis, bagaimana penataan keuangan dan administrasi bahkan dengan musik. Seperti kita lihat musik tadi luar biasa, dan ini akan kita sebarluaskan, sehingga seluruh gereja bisa memakainya,” kata Djasarmen Purba yang sehari sebelumnya meluncurkan sebuah buku otobiografi berjudul “Hidup Adalah Ibadah: Anak Holang Bangkei ini semangat.

Buku itu ditulis penulis senior dan handal dari Medan, Jannerson Girsang, yang juga cendekiawan di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Buku berjudul “Hidup Adalah Ibadah: Anak Holang Bangkei itu sarat dengan kisah inspiratif dan memotivasi, serta nilai-nilai juang seorang Djasarmen Purba yang sudah merasakan pahit getirnya kehidupan. Namun Djasarmen Purba yang juga aktivis gereja selalu mengandalkan Tuhan Yesus di dalam kehidupannya. Sehingga ia pun kini sukses sebagai seorang kepala di dalam keluarga, seorang pengusaha dan seorang senantor (anggota DPD-RI dari Provinsi Kepulauan Riau) yang prorakyat dan gigih berjuang untuk masyarakat.

            Ketika disinggung kepada Pak Djasarmen Purba mengenai pendirian Christian Center yang rencananya akan ada di tempat-tempat yang dinilai sebagai kantong Kristen, dengan bijaksana ia menjawab, “Untuk Sumatera dipusatkan di Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku (Ambon), serta Papua Barat dan Papua.Itu juga diakui Ketua Panitia Rapimnas MUKI 2017, Drs. Chrismes Haloho.

Acara Rapimans MUKI 2017 ini pun dihadiri perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri sekaligus menyerahkan pernyataan sikap MUKI terhadap Perpu Ormas yang akan berubah menjadi Undang-Undang Ormas itu, dan disaksikan oleh Penasihat MUKI Laksma TNI (Purn.) Drs. Ir. Bonar Simangungsong, S.E., M.Sc., Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi, M.M., Capt. Shadrach M. Nababan serta tamu undangan lain. Di akhir wawancaranya, Djasarmen Purba menguraikan harapannya kepada Gubernur DKI Jakarta yang baru terpilih, Prof. Dr. Anies Baswedan, “Untuk Jakarta pembangunan itu bisa dilakukan secara menyeluruh dan tidak terkotak-kotak. Artinya bagaimana kemacetan bisa diatasi, dan perumahan juga bisa berjalan dengan baik, sehingga bekerja lebih baik dari pada berbicara.” BTY

Berita Terkait