MUKI Minta Warga Gereja Berdoa dan Tenang Menyikapi Tragedi Bom di Samarinda

573 dibaca
Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba, S.H.

BERITANARWASTU. COM. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), yang dipimpin Djasarmen Purba, S.H. (Ketua Umum) dan Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th (Sekretaris Jenderal) pada 14 November 2016 mengirimkan pernyataan sikap atas tragedi bom di Gereja Kristen Oikoumene (GKO) Samarinda, Kalimantan Timur. Sekadar tahu, Djasarmen Purba juga anggota DPD-RI Kepulauan Riau dan termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU.”

Dalam pernyataan sikapnya, DPP MUKI menyampaikan, sehubungan dengan peristiwa ledakan teror bom di Gereja Oikoumene Sengkotek, Kota Samarinda, Kaltim, pada Minggu 13 November 2016, MUKI menyatakan,

Pertama, MUKI mengecam tindakan teror bom dan keprihatinan yang mendalam dengan adanya korban luka-luka maupun korban jiwa dari peristiwa teror yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Kepada keluarga korban dan jemaat Gereja Oikoumene kiranya mendapat kekuatan dari Tuhan kita Yesus Kristus.
Kedua, MUKI mengimbau dan mengajak seluruh umat Kristen  tetap tenang dan berdoa, serta mempercayakan kepada Tuhan Allah seluruh peristiwa yang sudah terjadi dan memohon senantiasa perlindungan-Nya, mengampuni dengan kasih orang yang melakukan tindakan keji dan tidak beradab ini yang menelan banyak korban.
Ketiga, MUKI mengajak seluruh umat Kristen untuk mempercayakan penanganan masalah ini kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum, khususnya kepada Kepolisian Republik Indonesia, mengungkap serta menyelesaikannya dengan tuntas, agar teror yang sama tidak terulang di kemudian hari.
Keempat, MUKI mengajak semua warga masyarakat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam tindakan-tindakan yang dapat merusak tatanan berbangsa dan bernegara, keragaman dan kemajemukan yang telah ada dan menjadi ciri khas negara Indonesia, sehingga tujuan dan cita cita bangsa dan negara masyarakat yang adil dan makmur dapat tercapai. ED

Berita Terkait