Munas V APERSI di Jakarta Sukses

720 dibaca
Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

 BERITANARWASTU.COM. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada Rabu-Jumat, 14-16 Desember 2016 lalu. Selain melakukan evaluasi kepengurusan periode 2013-2016, menyusun program kerja untuk empat tahun ke depan, dan memberi rekomendasi kepada pemerintah, serta yang terpenting adalah pemilihan Ketua Umum APERSI periode 2016-2020.

 Untuk pemilihan ketua umum diikuti oleh dua kandidat, yakni H. Vidi Surfiadi, S.H. dan Junaidi Abdilah, S.E., M.M. Namun, saat proses berlangsung terjadi aksi walk out (WO) dari kubu Vidi Surfiadi. Proses pemilihan itu berjalan cukup panjang, namun tetap menjunjung rasa kekeluargaan. Secara aklamasi dari 21 DPD yang hadir dan memiliki  hak suara, dan yang lain tidak hadir dalam agenda sidang lanjutan. Dan akhirnya kursi Ketua Umum APERSI berhak diduduki oleh Junaidi Abdilah.

 

 

Kendati secara keseluruhan munas itu berjalan lancar, akan tetapi aksi walk out yang dilakukan beberapa DPD-DPD yang merupakan voter (pemilih), antara lain dari DPD Sumatera Utara dan Banten menjadi catatan tersendiri dari munas ini. Dan itu amat disayangkan oleh Ketua Panitia Munas V, Salmon Siagian, S.H., M.H., yang dikenal pula advokat muda dan aktivis ormas Kristen.

Dengan demikian kedua DPD yang melakukan WO itu tidak lagi menyampaikan aspirasi untuk pembangunan serta kepentingan daerahnya masing-masing. Padahal itu nantinya akan menjadi cikal bakal program yang akan dilakukan oleh ketua umum terpilih secara khusus pembangunan bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Walaupun begitu, Ketua Umum terpilih tetap yakin akan optimal bagi seluruh wilayah dalam rangka menunjang keperluan seluruh DPD. Sebab harapan masyarakat terhadap penyediaan perumahan, tak terkecuali sarana dan prasarana sebagai kebutuhan pokok menjadi bagian dari tantangan APERSI.

 

  

 

 Tak dipungkiri ada sejumlah pekerjaan rumah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Dan hal ini butuh terobosan pemerintah terkait persyaratan dalam proses pemberian fasilitas pinjaman/KPRS untuk para calon konsumen, penyediaan lahan, perizinan, pembiayaan modal kerja dalam membangun serta ketersediaan infrastruktur dan lainnya. Diharapkan dalam hal ini mendapatkan formula yang tepat. Sehingga pembangunan perumahan rakyat bisa berjalan sebagaimana diharapkan agar kebutuhan rumah tinggal dapat diperoleh sebagaimana mestinya demi menuju Indonesia hebat. BTY

Berita Terkait