Natal & Tahun Baru 2019 Majalah NARWASTU: Alat Tuhan untuk MemuliakanNya

* Oleh: Betty Bahagianty, S.Sos 168 dibaca
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos saat diwawancarai wartawan TV di acara Natal & Tahun Baru 2019 Majalah NARWASTU. Hanya alat untuk memuliakanNya.

Beritanarwastu.com. Ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 yang diadakan Majalah Kristiani NARWASTU pada awal tahun 2019 lalu, merupakan acara rutin tahunan sekaligus dibarengi dengan pemberian penghargaan kepada 21 Tokoh Kristiani. Pemberian penghargaan yang didasarkan oleh penilaian dari tim redaksi juga melibatkan sejumlah tokoh terkemuka yang duduk sebagai Penasihat Majalah NARWASTU. Pertimbangan lainnya adalah, para tokoh yang terpilih dinilai memiliki karya, gagasan, pemikiran yang tidak biasa, Pancasilais, mencintai NKRI, punya hati melayani, dan memberikan dampak positif pada sekitarnya, sehingga mampu menginspirasi banyak orang.

Acara yang sukses digelar pada Jumat, 11 Januari 2019 lalu di Graha Bethel, Jakarta Pusat, itu barangkali memang masih jauh dari sempurna. Namun di balik kondisi tersebut, setidaknya perayaan yang diisi dengan puji-pujian dan khotbah oleh Pembina Majalah NARWASTU, Pdt. DR. Nus Reimas itu mengajak kembali setiap kita yang hadir, bahwa tantangan hidup yang akan dilalui di tahun 2019 ini dirasa memang tidak mudah. Tapi justru hal itu harus menjadi pemantik semangat untuk bertumbuh dalam Dia. Kalau di tahun sebelumnya kita tetap dipeliharaNya, terlebih di masa sekarang. Bukankah Dia Allah yang berdaulat atas kehidupan setiap orang. Selama masih ada Tuhan, selama itu juga harapan akan selalu ada.

Bicara tentang penyertaanNya, kami mengucap syukur kalau Majalah NARWASTU masih diizinkan olehNya untuk dapat mengadakan ibadah Natal dan Tahun Baru 2019. Tidak hanya itu, sebagai salah satu media cetak rohani, Majalah NARWASTU yang dipimpin Jonro I. Munthe, S.Sos bisa tetap ada dan terbit, semata-mata bukan karena kuat dan gagah kami. Melainkan hanya karena kemurahan dan anugerahNya, kalau sampai sekarang dipercaya untuk mengelolanya.

Sejatinya setiap kita dipanggil dalam berbagai bidang kehidupan melalui profesi yang diemban. Salah satu tujuannya agar setiap kita dapat memuliakan nama Tuhan di tempat kita bekarya. Tidak heran, jika Alkitab menulis dengan tegas dalam Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Ketika kita bekerja secara maksimal tanpa bersungut-sunggut, sesungguhnya kita sedang menyenangkan hatiNya. Dan kepuasan itu akan berdampak juga untuk orang sekitarnya (menjadi berkat). Sebab, secara tidak langsung kita sedang mendemontrasikan karakter Kristus melalui etos kerja. Karakter yang terpuji didapat saat kita bergaul erat denganNya. Kita adalah duta Allah untuk dunia. Bicara tentang duta, berarti orang yang diutus. Jika diutus olehNya berarti Tuhan pun akan memperlengkapi kita dan memelihara kita, seperti para tokoh di dalam Alkitab. Dengan kata lain, setiap kita dijamin Tuhan untuk dapat menyelesaikan panggilan masing-masing sampai akhirnya dipanggil untuk menghadap Dia.

Demikian pula dengan Majalah NARWASTU, kalau hari ini masih ada, dan kami tetap dipercaya untuk mengelolanya, sekali lagi, itu hanya karena kebaikanNya.  Itu berarti bukan hanya sekadar menggelar perayaan atau ibadah Natal dan memberi penghargaan untuk para tokoh. Melainkan menjadi duta dalam pengabaran Injil melalui tulisan-tulisan di media. Pikiran manusia amatlah terbatas, namun ketika pikiran itu dituangkan dalam sebuah tulisan yang diilhamkan oleh kuasa Roh Kudus, ada kekuatan besar di dalamnya. Bukan hanya menjadikan si pembaca semakin luas wawasannya, tapi bisa jadi mukjizat Tuhan bekerja di dalam dirinya tanpa bisa diselami oleh akal sehat. Sehingga terjadi pemulihan, baik secara fisik maupun jiwa. Karena sejatinya, kami hanyalah alat di tanganNya, namun Dialah yang menyelesaikannya dengan sempurna. Syalom dan salam kasih NARWASTU.
 
* Penulis adalah jurnalis Majalah NARWASTU, pengurus PERWAMKI dan lulusan IISIP Jakarta. 

Berita Terkait