Natal Mengingatkan Kita akan Anugerah dari Tuhan

765 dibaca
Soleman Matippanna, S.T. Punya komitmen tinggi melayani.

BERITANARWASTU.COM. Saat tiba Hari Natal, itu mengingatkan kita agar bersyukur atas kebaikan Tuhan. Jadi ingat Natal, ingat pula untuk bersyukur, karena kita sudah menerima anugerah besar dari Tuhan di dalam hidup ini. Ketika kita sudah menerima anugerah dari Tuhan, maka kita harus mau ikut melayani dan memotivasi sesama kita, terutama mereka yang miskin dan kurang beruntung. Sebaiknya kalau kita merayakan Natal, maka tak usah hura-hura, cukup sederhana adakan sederhana. Karena dana yang ada itu bisa kita pakai untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung.

Hal itu diungkapkan pengusaha muda yang juga punya kepedulian tinggi melayani kaum narapidana lewat YKMI (Yayasan Karmel Ministry Indonesia), Soleman Matippanna, S.T. yang semasa muda sudah aktif melayani di kampusnya di Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Soleman yang pernah dipercaya sebagai Ketua Pemuda GBI Oikoumene di Makassar menambahkan, saat tiba Natal, selain spiritualitas kita harus semakin bertumbuh, seperti makin tekun berdoa dan beribadah, maka kita harus punya kepedulian untuk membantu sesama, misalnya, melakukan aksi sosial.

“Kami di YKMI misalnya, memperhatikan pelayanan pada kaum narapidana, yang banyak masuk penjara karena kasus narkoba. Nah, bagaimana mengantisipasi anak-anak muda agar antinarkoba, itu perlu dipikirkan,” papar Soleman yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU.” Ia menambahkan, kalau tiba Hari Natal ia bersama keluarganya selain biasa beribadah bersama, ia pun melakukan refleksi atas kehidupannya di masa lalu. “Bagaimana komitmen pelayanan kita kepada Tuhan, itu penting kita refleksikan kembali,” ujarnya.

Di akhir tahun, seperti saat merayakan Natal kita harus semakin dekat kepada Tuhan untuk menyerahkan hidup kita kepada Dia lewat doa dan ibadah. “Saat kita berdoa, itu sebuah kekuatan. Ketika kita  berserah kepada Tuhan, itu luar biasa. Sekarang kita lihatlah situasi bangsa ini. Keadaan sekitar, keadaan ekonomi yang sering gonjang ganjing, pun kondisi politik dan banyaknya kekerasaan, itu menakutkan banyak orang. Saat orang takut, imannya terguncang. Apalagi kalau kita dengar informasi dari media massa, kerap menakutkan. Itu membuat iman kerap lemah,” paparnya.

Kalau kita melihat keadaan sekitar dan menerima informasi tentang bangsa ini, agaknya secara logika kita akan khawatir. “Namun sebagai orang percaya kita harus berdoa dan berserah kepada Dia agar Tuhan yang menuntun hidup kita. Bagi pebisnis, ketika nilai rupiah guncang dan harga minyak naik, itu pengaruh pada dunia usaha. Namun kembali kita harus tekun berdoa. Ketika kita takut, kita percayakan hidup ini kepada Tuhan sebagai Penolong kita. Kalau kita punya pengalaman pribadi ditolong Tuhan saat menghadapi masalah, maka iman kita akan kuat menghadapi tantangan,” ujarnya.

“Saat tak ada jalan keluar ketika permasalahan hidup hadir, maka serahkan hidup pada Tuhan. Saat kita makan, saat tidur dan saat bekerja, mari serahkan agar Tuhan yang menjaga dan menolong kita lewat doa. Berdoa itu berarti berkomunikasi intens dengan Tuhan. Kita sampaikan apa yang ada dalam hati kita kepadaNya. Dan serahkan persoalan kita. Saya sering mengalami pertolongan ajaib dari Tuhan. Misalnya, kita mau bayar tagihan sekarang, dan tak ada uang, namun banyak piutang belum bayar. Dalam kondisi seperti itu kita hanya berserah pada Tuhan. Ajaibnya ada saja pertolongan dari Tuhan hadir. PertolonganNya tak terlambat,” paparnya bersaksi.

Kalau YKMI berdiri untuk melayani kaum narapidana, kata Soleman, itu wujud rasa syukurnya kepada Tuhan. Kita mesti ikut melayani, karena dengan melayani ada sukacita. “Jangan berharap ada imbalan dari pelayanan, tapi harapkan imbalan dari Tuhan. Ada hukum tabur tuai. Karenanya, saat kita senang atau susah, mari berikan hati untuk melayani. Jangan tinggalkan pelayanan, karena itu sama dengan meninggalkan Tuhan. Melayani bukan hanya tugas pendeta, namun semua orang percaya mesti ikut melayani,” pungkasnya.

Di mata Ketua YKMI Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Min, Soleman yang merupakan pengusaha muda yang giat melayani, sejak muda sudah punya komitmen tinggi dalam pelayanan. “Sejak mahasiswa sampai ia berkeluarga, ia punya kepedulian tinggi melayani. Banyak pengalaman rohaninya bersama Tuhan, yang membuatnya semakin tekun melayani. Dia tegas, peduli sesama, dan saya pernah menjadi gembalanya. Dia pekerja keras yang pantang menyerah, dan selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya,” ujar Pdt. Osil Totongan. KS 

Berita Terkait