Natal Nasional 2016 di Sulawesi Utara Dihadiri Presiden RI Joko Widodo

609 dibaca
Presiden RI Joko Widodo hadir di acara Natal Nasional 2016 di Sulawesi Utara.

BERITANARWASTU.COM. Meskipun sempat dijadwalkan akan mengikuti perayaan Natal Nasional 2016 di Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, namun akhirnya Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menuju Minahasa, Sulawesi Utara, untuk merayakan Hari Kelahiran Yesus Kristus, pada Selasa, 27 Desember 2016 lalu. Presiden Jokowi yang hadir bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo disambut meriah sekitar 20.000 umat dari berbagai denominasi gereja, yang memadati gedung pertemuan Wale Ne Tou milik Pemerintah Kabupaten Minahasa.

‎Natal Nasional 2016 ini bertema “Hari ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud” (Lukas 2:11), dan Sub Tema “Memperkuat Persaudaraan dan Cinta Anak Bangsa.”  Perayaan yang berlangsung meriah itu, berjalan penuh hikmat dan tanpa ada gangguan berarti.  Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menegaskan, umat Kristiani Indonesia patut bersyukur, karena dapat merayakan Natal di tengah keberagaman. Jokowi menilai, semangat Bhinneka Tunggal Ika ialah yang memungkinkan segala keberagaman tersebut menjadi bersatu padu.

“Kita bersyukur bahwa kita merayakan Natal dalam keluarga besar bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam agama, bermacam-macam suku, bermacam-bermacam tradisi, dan bermacam-macam latar belakang politik, namun tetap kita disatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya. Dia juga mengingatkan kepada seluruh pihak, dalam suasana Natal ini, sesungguhnya umatNya diajak kembali untuk menghayati dan mengamalkan perdamaian sejati. Perdamaian yang terwujud nyata demi ketenteraman bangsa Indonesia.

“Kita juga diajak kembali untuk menghayati nilai-nilai perdamaian yang sejati. Perdamaian dalam keluarga besar bangsa Indonesia. Perdamaian yang lahir apabila kita menghayati Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perdamaian sejati dan kecintaan pada bangsa itulah artikulasi nilai-nilai spiritualitas Natal. Kita semua dipanggil untuk mewujudkan iman lewat perbuatan yang nyata bagi sesama, negara, dan bangsa Indonesia,” tutur Presiden RI ke-7 ini.

Oleh karena itu, sebagai wujud rasa syukur dan perdamaian tersebut, Presiden Jokowi mengajak kepada bangsa Indonesia untuk terus merawat warisan asli nusantara yang telah mempersatukan, yakni semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Karena itu, sebagai warisan asli Nusantara, spirit Bhinneka Tunggal Ika harus selalu dirawat bersama-sama. Dan kita tidak boleh lupa pada Tuhan yang memberi jalan terang,” ujarnya.

 

 

  

 

 

Bergandeng Tangan

Dalam acara itu, Presiden Jokowi pun mengingatkan, sesungguhnya masyarakat Indonesia adalah bersaudara. Karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama saling melindungi, saling membantu, dan juga saling menghormati antara sesama. “Karena kita saudara, marilah kita saling tolong menolong, saling bantu membantu, saling hormat menghormati, saling menghargai, saling melindungi, dan saling mengayomi di antara kita. Karena kita sebetulnya adalah saudara, saudara sebangsa dan saudara se-Tanah Air. Jangan lupakan itu,” tegas Presiden.

Karena kita semua saling bersaudara, maka Kepala Negara ingin agar sebaran kebencian, hasutan, fitnah, caci maki, dan semacamnya dihentikan. Sebab menurutnya, bila hal tersebut terus terjadi, bangsa Indonesia akan kehilangan identitas dan menjadi bangsa lemah. “Apabila itu diteruskan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus menjadi bangsa pekerja keras, bangsa optimis, dan pemenang. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak produktif,” tegas Presiden RI.

Biar bagaimanapun juga, lanjut Presiden RI Jokowi, Natal harus membawa perubahan sikap yang mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Apalagi di tengah kompetisi global seperti sekarang, diperlukan sinergi dan gandeng tangan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi persaingan keras tersebut. “Dibutuhkan insan Indonesia yang mau bekerja keras, mandiri, berjiwa merdeka, jujur, adil, dan cinta sesama. Musuh kita sebenarnya kemiskinan, ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antarwilayah, dan juga korupsi,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Joko Widodo sekali lagi menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Ia berharap agar umat Kristiani di Indonesia dapat bersama-sama dengan pemerintah bergandeng tangan menjadikan Indonesia yang lebih jujur, adil, dan sejahtera. “Selamat Hari Natal 2016 bagi seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia, dan Selamat Tahun Baru 2017,” pungkas Presiden Jokowi.

Perayaan Natal Nasional 2016 ini dihadiri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR-RI E.E. Mangindaan, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan sejumlah duta besar negara sahabat. TK

Berita Terkait