Natal Umat Kristiani se-Kota Bekasi Dihadiri 25.000 Jemaat

934 dibaca
Perayaan Natal umat Kristiani se-Kota Bekasi yang meriah dan dihadiri Ephorus HKBP Pdt. Darwin Tobing.

Beritanarwastu.com. Suara riuh rendah umat Kristiani dari berbagai interdenominasi gereja se-Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah terdengar dari kejauhan. Kegembiraan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan mereka datang guna merayakan Natal bersama di Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi, pada Sabtu, 14 Januari 2017. Senandung lagu-lagu Natal yang berkumandang terus menggema dan bertambah meriah saat kelompok tamborin berdendang begitu lincah. Dan itu disajikan secara apik oleh ratusan remaja putri.

Natal yang bertema “Telah Lahir Bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud (Lukas 2:11)” dan sub tema “Dengan Semangat Natal Mari Kita Bangun Kebersamaan dalam Kebhinnekaan Cinta Damai Dengan Jiwa Patriotisme Menuju Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan” dibuka dengan doa oleh Pdt. Samsir Sinaga (Ketua Umum PGIS Kota Bekasi), yang membawa segenap yang datang, yakni aparatur sipil negara, TNI/Polri dan umat Kristiani se-Kota Bekasi masuk lebih dalam ke hadirat Tuhan.

  

 

Lagu “Oh, Yesusku” menjadi pengantar untuk masuk dalam perenungan Firman Tuhan. Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus HKBP) sebagai pelayan firman mengambil renungan dari Injil Lukas 2:11. Ditegaskannya, kehadiran Tuhan benar-benar nyata dalam hidup kita di tengah situasi dan kondisi apapun. Dan Tuhan yang kita percayai adalah Allah Bapa dan Anaknya menjadi manusia hadir di tengah-tengah kita pada hari ini. Perayaan Natal ini dinamakan Natal Oikoumene dengan kehadiran aparatur sipil negara, TNI/Polri dan umat Kristiani se-Kota Bekasi. Dan ini sangat membanggakan atas kesatuan dan persatuan. Dengan ini, ujar Ephorus, kita bisa saling mengasihi sesama kita, dan itulah yang dikehendaki Tuhan Yesus Kristus.

 Natal ini, selain dihadiri petinggi gereja dan tokoh masyarakat, serta ada pula kepala daerah, seperti Dr. H. Rahmat Effendi (Wali Kota Bekasi), Ahmad Syaikhu (Wakil Wali Kota Bekasi), Kombes Umar S. Fana (Kapolresta Kota Bekasi), Hj. Maman Sulaiman (Kemenag),  Romo Sarto Mitakda SVD (Tokoh Katolik), Pdt. Ir. Pati Ginting dan hamba Tuhan dari berbagai aras. Dan tak terkecuali pemuda Amsor dan sebagainya.

  

 

Dalam kata sambutannya, Ketua Panitia Hotman S. Pane memaparkan mengenai perayaan Natal yang diadakan berdasarkan hasil dari surat kesepakatan bersama, dan dananya berasal dari swadaya masyarakat. Dan  di situ juga ia mendeklarasikan bahwa Wali Kota Bekasi beserta wakilnya menjadi “Tokoh Toleransi” umat beragama di Kota Bekasi. Selain itu, hasil dari kolekte perayaan Natal tersebut 25% akan disumbangkan kepada korban musibah bencana alam di Aceh.

Kebersamaan di perayaan Natal di Kota Bekasi ini tentu memberikan arti tersendiri bagi setiap orang. Bahwa nilai toleransi antarumat beragama masih terpelihara dengan baik. Hal itu pula yang dikatakan tokoh Katolik, Romo Sarto Mitakda, SVD yang mengatakan, Natal membawa rasa persaudaraan untuk saling menghormati. Dan, katanya, bukan hanya sekadar perayaan tapi harus diamalkan dalam martabat hidup Kristiani. Dan Natal mewajibkan kita untuk menjadi agen perdamaian.

  

 

Sedangkan Rekson Sitorus, S.H. mewakili tokoh masyarakat Kristen di Kota Bekasi mengatakan, Natal bersama di Kota Bekasi yang dirayakan oleh berbagai unsur menandakan bahwa Natal merupakan perdamaian antara manusia dan Allah. Sehingga, katanya, kita pun sanggup menciptakan keharmonisan kepada sesama. Humas perayaan Natal kali ini sekaligus Ketua Forum Umat Nasrani untuk Kota Ikhsan Bekasi (FOR BAKTI), Pdt. Djajang Buntoro, M.Th, menerangkan,  Natal ini sangat menggembirakan, dan ia mengapresiasi acara yang melibatkan semua unsur masyarakat, aras gereja dan lintas agama itu.

Hal ini, ujarnya, menegaskan kalau Kota Bekasi sangat menjunjung tinggi nilai tolerasi dan saling menghormati antarumat beragama. Perayaan Natal yang dihadiri sekitar 25.000 orang undangan tersebut berlangsung memukau. Di samping dimeriahkan oleh penyanyi rohani terkemuka, seperti Mawar Simorangkir, Lex’s Trio, Tetty Manurung, Barry Likumahua dan Erick Sitohang, ada pula parade marching band, devile dari Mahanaim serta paduan suara yang melibatkan 1.500 orang peserta yang diiringi tarian. BTY

Berita Terkait