Jisman Munthe
Ompu Josua Doli Munthe Syukuri Ulang Tahun Ke-75

2380 dibaca
Jisman Munthe dan Keluarga.

Beritanarwastu.com. Ada terlihat rasa haru dan sukacita di wajah istri, anak-anak, menantu dan cucu dari Jisman Munthe yang bergelar Ompu Josua Doli, saat ibadah syukur atas hari ulang tahun (HUT)-nya ke-75 diadakan pada Selasa pagi, 28 Juni 2016 lalu di rumah keluarga ini di Jalan Pemuda No. 44, Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Acara sederhana khas Batak Toba yang dihadiri lebih dari 300-an undangan itu, berlangsung familiar, khusuk dan reflektif, serta diawali dengan kebaktian dengan pengkhotbah Pdt. M. Simamora, M.Th dari Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jemaat Dolok Sanggul Kota. Dolok Sanggul yang dikenal kota dingin itu, sering pula dijuluki “Kota asal Daging Kuda” dan “Gudang Kemenyan.”

Dalam khotbah yang dikutip dari Mazmur 23 tentang Tuhan Adalah Gembalaku, Pdt. M. Simamora yang juga mantan Sekjen Sinode GKPI mengatakan, adalah berkat yang luar biasa kalau seorang ayah bisa mensyukuri berkat atau kebaikan Tuhan dengan perayaan HUT-nya ke-75. Ketika seorang bapak itu sehat dan bisa melihat anak-anak dan para cucunya hidup rukun dan harmonis serta bisa beribadah bersama, itulah berkat Tuhan terindah. “Tuhan akan memerintahkan berkat-berkatNya kepada orang atau keluarga yang hidup rukun. Dan kita bersyukur Ompu Josua Doli ini mendapat anugerah Tuhan yang luar biasa di usia ke-75 tahun,” tegas Pdt. Simamora.

Namun, kata Pdt. Simamora, ketika orangtua sudah semakin sepuh, maka anak-anak dan cucunya pun harus semakin perhatian untuk mengurus kelangsungan hidup orangtua tersebut. Acara itu diisi pula dengan kesaksian pujian dari Paduan Suara Kaum Ibu Parari Selasa dari GKPI Dolok Sanggul, Paduan Suara Kaum Ibu Keluarga Besar Punguan Ompu Banua Munthe se-Dolok Sanggul, kesaksian pujian dari anak-anak dan para cucu Ompu Josua Doli berjudul “Na Gumalunsang”, “Di Doa Ompungku” dan “Selamat Ulang Tahun Ma Di Ho Amang (ayah).”

Lagu “Di Doa Ompungku (kakek dan nenek)” dinyanyikan cucu terbesar, Rahel Elita Siahaan (17 tahun), siswa SMA Kristen Penabur Harapan Indah, yang dikenal berprestasi dan juara “Story Telling (bercerita dengan bahasa Inggris)” pada 2014 lalu di SMA Penabur se-Jabodetabek. Lagu itu membuat sejumlah undangan tak bisa menahan air mata, termasuk sang nenek tercinta Aline boru Pasaribu (Ompu Josua Boru/72 tahun), karena lagu tersebut terasa mengharukan. Ibu Aline Pasaribu dikenal pula sesepuh di Paduan Suara Kaum Ibu Parari Selasa GKPI Dolok Sanggul, dan mantan bidan di Rumah Sakit Umum (RSU) Dolok Sanggul.

Sekadar tahu, Ompu Josua Doli yang semasa mudanya sempat jadi guru olahraga, pengusaha ternak kerbau dan kuda, sudah mengalami pahit getirnya kehidupan. Dan ia menjalani kehidupan dengan selalu bersyukur dan bersandar kepada Tuhan Yesus yang maha rahmat. Ompu Josua Doli bersama istri tercinta Aline boru Pasaribu punya cucu 15 orang dan enam anak (tiga pria dan tiga wanita), dan semua sudah menikah. Salah satu putra Ompu Josua Doli, yakni Jonro I. Munthe, S.Sos (anak kedua) yang dikenal pula Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Kristiani NARWASTU.

Tak heran, kalau di sepanjang arena tempat ibadah syukur itu banyak terpajang karangan bunga dari sejumlah tokoh Kristiani, seperti Pdt. DR. Nus Reimas, Edwin P. Situmorang, S.H., M.H., Pdt. DR. Ruyandi Hutasoit, Togap Balduin Silalahi, S.H., U.T. Murphy Hutagalung, MBA, Dr. Eliezer Hardjo, Dr. H.P. Panggabean, Prof. Marten Napang, Drs. Sahrianta Tarigan, M.A., Pdt. Dr. Jaharianson Saragih, Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H., Pdt. DR. Anna Nenoharan, Anton Zagota, Y. Deddy A. Madong, S.H., Rhonny Kumontoy, Pdt. Lusiana Pella, M.Th, bahkan Drs. Nikson Nababan (Bupati Tapanuli Utara).

Seusai ibadah dilanjutkan dengan makan siang bersama, seperti tradisi khas masyarakat Batak Toba. Setelah itu, para undangan baik sahabat dari gereja, saudara sekampung, keluarga besar Munthe dan keluarga besar Sihombing dan Pasaribu dari hula-hula menyampaikan ucapan selamat dan doa syukur kepada Ompu Josua Doli atas anugerah umur panjang yang diterima kakek yang semakin bijaksana menyikapi kehidupan itu. Lalu  dilanjutkan dengan acara hiburan, seperti bernyanyi dan manortor bersama, serta dibagikan pula cendera mata berupa payung kepada para undangan. Dibagikan juga buku kecil yang menampilkan foto-foto perjalanan hidup Ompu Josua Doli.

Di akhir acara, Jonro I. Munthe mewakili keluarga bersama kakak ipar (lae)-nya P. Siahaan, S.E., Ak, QIA menyampaikan terima kasih kepada para undangan dan Hamba Tuhan yang sudah mendoakan ayahanda mereka yang berulangtahun ke-75. “Kami mengadakan acara syukur ini sesungguhnya surprise. Ayahanda dan ibu kami ini malah baru tahu acara ini akan diadakan beberapa hari kemudian. Ini kami adakan sebagai wujud syukur kami kepada Tuhan yang begitu baik kepada orangtua kami dan keluarga besar ini,” papar Jonro Munthe saat menyampaikan sambutan.

“Kami kakak beradik ada yang tinggal di Jakarta, Medan, Pangkal Pinang dan Dolok Sanggul reuni untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan. Kami mohon maaf kalau ada sikap atau tutur kata kami yang kurang berkenan di acara ini. Kami juga bersyukur karena banyak sahabat dari Jakarta yang mengirim papan bunga, kiranya Tuhan memberkati Bapak/Ibu yang mendoakan dan memberi atensi kepada orangtua kami. Sahabat saya Bupati Tapanuli Utara Pak Nikson Nababan, tadinya sudah menjadwalkan akan hadir di acara ini, bahkan tadinya ia akan menyumbang lagu, namun tiba-tiba beliau ada rapat dengan Gubernur Sumut. Beliau menitipkan salam hormatnya untuk kita semua,” pungkas Jonro Munthe di acara yang berakhir pukul empat sore itu dengan damai, lancar dan cuaca cerah itu. RR

Berita Terkait