Organisasi Kristen Sampaikan Seruan Moral Terkait Situasi Politik di Indonesia

774 dibaca
Presiden RI Joko Widodo (tengah) bersama Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (Purn.) Wiranto (kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri). Harus didukung dan didoakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

            BERITANARWASTU.COM. Sejumlah lembaga keumatan Kristen bersama-sama mengeluarkan seruan moral menyikapi situasi politik di Indonesia saat ini. Dalam seruan moral yang dikeluarkan lembaga keumatan Kristen, seperti Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMK), Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPP PIKI), Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI), Dewan Pimpinan Pusat Partisipasi Kristen Indonesia (DPP PARKINDO), dan  Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI (PNPS GMKI) pada 29 November 2016 lalu itu, ditegaskan pernyataan sikapnya sebagai berikut.

            Pertama, kita sekalian adalah Indonesia. Kita adalah bagian dari satu bangsa besar yang bernama Indonesia. Bangsa yang diperjuangkan dengan darah dan air mata, yang kita rawat keberagaman dan persatuannya melewati sejumlah badai besar sosial dan politik.

            Kita bangga tetap terus menjadi Indonesia yang bersatu dalam kebhinnekaannya, dan semestinya tetap demikian dengan restu dan dukungan seluruh komponen bangsa Indonesia. Maka menghadapi dinamika politik yang terus memanas akhir-akhir ini, kami menyerukan agar kita semua, segenap komponen bangsa, terus ingat bahwa kita Indonesia.

 Kedua, berkenaan dengan itu, kepada seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia kami minta agar tetap tenang, tetap terus waspada dan tidak terprovokasi dengan keadaan, dan kemudian malah bereaksi tidak produktif. Tetaplah mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari, dengan tidak tergoda melakukan pekerjaan dan aktifitas yang malah menambahi beban pemerintah dalam mengupayakan ketenteraman dan ketertiban bagi hidup berbangsa dan bernegara kita.

Kami pun mengajak kita untuk bersikap lebih bijaksana, berhati-hati dan arif dalam menyampaikan informasi agar tidak sebaliknya menyebarkan rasa ketakutan atau menimbulkan reaksi negatif atas informasi yang kurang layak dipublikasikan di media sosial sekalipun.

              Ketiga, seluruh elemen lembaga keumatan Kristen secara reguler melakukan pertemuan-pertemuan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama melakukan koordinasi dan pertemuan-pertemuan internal dan juga lintas agama serta lintas organisasi untuk memastikan bahwa komponen utama bangsa ini tetap berkomitmen untuk menjaga ke-Indonesia-an. Kami berharap kita semua, akan tetap mengutamakan pluralisme, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

             Keempat, seluruh lembaga keumatan Kristen mengimbau agar kita semua memberi kepercayaan penuh kepada Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo beserta seluruh aparat Pemerintahan (TNI/POLRI) untuk bertindak demi dan atas nama konstitusi dan hukum yang berlaku. Mari kita memberi dukungan penuh atas semua upaya Bapak Presiden untuk menggunakan kewenangannya dengan tetap taat kepada Pancasila dan UUD 1945.

           Dukungan kita terutama agar Bapak Presiden tidak tunduk kepada tekanan-tekanan, dan pemaksaan kehendak yang justru akan mencederai prinsip penegakkan hukum. Karena hanya dengan cara tersebut, maka Indonesia tidak akan terpecah belah dan kita tetap akan terus menepuk dada dengan bangga karena kita Indonesia.

           Kelima, mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali mengenang serta mengingat bahwa ke-Indonesia-an kita kembali dalam ujian berat. Tekanan ekonomi yang masih belum berkurang ditambah dengan gejolak politik yang terus menerus memanas. Memperhatikan masalah-masalah besar tersebut, marilah kita tetap memperjuangkan aspirasi politik masing-masing dalam koridor dan saluran yang semestinya.

             Marilah kita tetap mengutamakan pendekatan HUKUM dengan terus merawat Indonesia yang beragam, terus membangun solidaritas sesama anak bangsa. Kami percaya dengan cara inilah kita akan melampaui ujian ini, menjadi Indonesia yang kita banggakan.

             Keenam, menyerukan agar kita terus berkoordinasi, sehingga memiliki landas informasi yang membuat kita berkarya dan bertindak secara baik dan konstruktif  bagi ke-Indonesia-an kita. Sembari kami mendorong kita semua untuk terus memanjatkan doa bagi bangsa dan negara kita, bagi para pemimpin bangsa agar mengutamakan kepentingan bersama dan terus berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat. Karena itupun adalah komitmen dan panggilan kita. KT

 

Berita Terkait