Partai Demokrat dan SBY Didoakan Pendeta Agar Menjaga Bhinneka Tunggal Ika

1024 dibaca
Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak bersama Pdt. DR. Nus Reimas dan Hinca Panjaitan (Sekjen Partai Demokrat) serta Ibu Ani Yudhoyono.

                BERITANARWASTU.COM. Pada Sabtu malam, 21 Januari 2017 lalu, Partai Demokrat menggelar Natal Nusantara di Jakarta Convention Center (JCC) yang dihadiri 2.000 kader partai berlambang mercy itu. Dalam acara itu hadir sejumlah tokoh Partai Demokrat, seperti Letjen TNI (Purn.) Cornel Simbolon, Letjen TNI (Purn.) E.E. Mangindaan, Vence Rumangkang, Prof. Irsan Tanjung, Hinca Panjaitan dan Ketua Panitia Dr. Benny K. Harman.

                Benny K. Harman menerangkan, acara Natal Nusantara ini digelar di tengah kondisi negeri yang memprihatinkan, dan ada potensi konflik yang melibatkan segenap anak bangsa. Makanya mereka menggugah kembali semangat kebangsaan untuk ikut membangun persatuan, perdamaian dan rasa peduli untuk negeri ini. Sedangkan Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya menerangkan, saat ini penting diperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai kebhinnekaan, apalagi terkait dengan potensi perpecahan bangsa saat ini.

                SBY mengatakan, Indonesia bukan negara agama, namun negara berke-Tuhan-an dengan ideologi Pancasila. Sehingga negara harus melindungi semua agama, tanpa membeda-bedakan identitas, serta menyatukan sebagai bangsa yang rukun dan damai. “Indonesia bukan negara agama, tapi negara Pancasila yang berke-Tuhan-an,” tegasnya. SBY juga yakin bangsa ini bisa melalui ujian yang saat ini sedang dihadapi. “Saya yakin dan percaya DNA Partai Demokrat, darah Partai Demokrat tetap darah kebhinnekaan.

                SBY menambahkan, nilai-nilai kebajikan moral dan etika yang diajarkan setiap agama dapat diaplikasikan di dalam dunia sosial politik. Dan semua pemimpin politik, pemimpin agama, dan tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama mendewasakan kehidupan politik dan demokrasi. Dikatakan lagi, agama mengajarkan umatnya untuk berbagai kasih, bukan untuk saling membenci, memusuhi, menyakiti, menghina, menindas dan melakukan kekerasan. Menurut SBY, melalui Natal Nusantara bersama Partai Demokrat ia hadir bersama anak-anak bangsa untuk berbagi kasih dan pengharapan. Dan ia berharap lewat perayaan Natal ini ada pengharapan bagi bangsa ini.

                Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviani Murni, yang merupakan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI Jakarta 2017 yang didukung Partai Demokrat, yang hadir dalam kesempatan itu, juga memberikan sambutan. AHY menegaskan, Partai Demokrat teguh dan punya komitmen untuk membangun DKI Jakarta sebagai barometer Indonesia. Itu sebabnya, kalau terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta AHY mengatakan, mereka akan terus menumbuhkan toleransi, silaturahmi dan kebhinnekaan di Jakarta, agar kota ini selalu nyaman, sejahtera dan bermartabat.

 

Pdt. DR. Nus Reimas tampak bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Natal Nusantara Partai Demokrat.

 

                Natal Nusantara Partai Demokrat 2017 ini, kata panitia yang juga fungsionaris DPP Partai Demokrat Jackson A.W. Kumaat, “Melalui acara ini kita berdoa untuk bangsa dan negara agar dilindungi Tuhan. Kita pun berdoa untuk Pilkada DKI Jakarta agar damai, demokratis dan lancar.” Jackson yang merupakan Wakil Bendahara Umum Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 Partai Demokrat dan Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara menerangkan, acara ini diadakan sebagai wujud syukur umat Kristiani dalam merayakan Natal dan memasuki Tahun Baru 2017.

                Pria yang tahun lalu merupakan Ketua Umum Panitia Natal Partai Demokrat itu menerangkan, kita sangat perlu berdoa untuk kebaikan dan kedamaian bangsa ini. Termasuk Pilkada DKI Jakarta kita doakan, dan siapapun pemenangnya harus kita terima dan dukung untuk membangun DKI Jakarta agar lebih baik dan sejahtera. “Siapapun yang menang kita imani dialah yang dikehendaki Tuhan. Kalau misalnya mas Agus (AHY) yang dikehendaki Tuhan untuk menang, kita tak bisa protes kepada Tuhan. Demikian juga kalau Ahok yang menang. Jadi kita jangan memaksakan kehendak Tuhan, misalnya harus si A atau si B yang menang, tapi biarlah kehendak Tuhan yang jadi,” papar Jackson yang juga mantan Calon Wali Kota Manado ini.

          Jackson yamg semasa mahasiswa merupakan aktivis yang ikut berjuang di era reformasi, dan termasuk dalam “20 Tokoh Kristiani 2010 Pilihan NARWASTU” menerangkan, dari berbagai hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga saat ini posisi atau elektabilitas AHY-Sylviana Murni berada di nomor satu. “Litbang Kompas dan LSI Denny JA dan sejumlah lembaga survei lain yang punya reputasi menyatakan elektalibilitas AHY-Sylvi nomor satu. Kita lihatlah perkembangan politik ke depan,” ujar pria cerdas dan vokal yang juga pengusaha muda ini. Jackson menilai, AHY adalah figur tokoh muda nasionalis, cerdas dan berkarakter, serta dibutuhkan bangsa ini.

Dalam ibadah Natal Nusantara Partai Demokrat ini, hadir pemberita Firman Tuhan, Pdt. DR. Nus Reimas, tokoh gereja aras nasional dan pemuka lintas agama yang tak asing lagi. Dalam khotbahnya, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII ini menegaskan bahwa makna Natal adalah kasih dan penyelamatan Tuhan terhadap semua umat manusia. Dan kalau saat ini di negeri ini ada darurat terorisme, ke mana-mana orang takut karena bom, ada bahaya korupsi, bahaya narkoba, pelecehan seksual dan darurat intoleransi, itulah dilema sosial dan politik sekarang di Indonesia.

Karenanya, Pdt. Nus Reimas yang juga Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU mengingatkan kader-kader Partai Demokrat agar bisa menjadi garam dan terang di tengah bangsa ini. Dan Pdt. Nus Reimas pun mendoakan Partai Demokrat dan SBY agar terus menjaga Bhinneka Tunggal Ika tumbuh baik di negeri Indonesia tercinta ini, serta agar Pilkada serentak pada 2017 ini berjalan aman, lancar dan rukun. Dalam acara ini hadir sejumlah penyanyi untuk memeriahkan acara Natal Nusantara ini, seperti Joy Tobing, Delon, Jelita Tobing, Paduan Suara Dayak, Paduan Suara Bukit Sion HKI, Paduan Suara Batavia Madrigal dan Paduan Suara Flores. TK

Berita Terkait