Paskah Oikoumene 2017 di Sumatera Utara

416 dibaca
Parlindungan Purba, S.H., M.M. layak dijuluki “Tokoh Kerukunan Umat Beragama dari Sumut.”

Beritanarwastu.com. Pada Sabtu 20 Mei 2017 lalu, sejumlah tokoh Kristiani di Sumatera Utara (Sumut) menggelar ibadah perayaan Paskah Oikoumene Umat Kristiani Sumut. Dan menampilkan pengkhotbah Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap. Temanya dibuat “Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita dari Kuasa Kematian” (Roma 6:10) dan sub tema “Dalam Damai dan Sukacita Paskah, Kita Membangun Persaudaraan Sejati dan Perdamaian Lestari.” Selain ibadah, ada penampilan lagu-lagu gerejawi. Dan hadir tokoh-tokoh Kristiani dari berbagai latar belakang gereja di acara ini.

Tokoh masyarakat Sumut yang juga anggota DPD-RI dan Ketua II Komite DPD-RI, Parlindungan Purba, S.H., M.M., mengatakan, acara Paskah Oikoumene se-Sumut ini baru pertama kali diadakan, sehingga ke depan bisa diadakan rutin. Berbeda dengan ibadah Natal yang sering diadakan setiap akhir tahun, Paskah kali ini diadakan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Sekadar tahu, Parlindungan Purba sudah beberapa kali dipercaya memimpin ibadah Natal Oikoumene se-Sumut, dan berlangsung sukses di Stadion Teladan, Medan, yang bisa menampung 50 ribuan umat.

Selain ibadah Paskah, diadakan pula “Dialog Interaktif Kebangsaan” bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama di Sumut.

 

Selain ibadah Paskah, diadakan pula “Dialog Interaktif Kebangsaan” dengan tema “Merajut Kebhinnekaan Indonesia.” Acara ini pun digelar dalam rangka perayaan Paskah tersebut. Menurut Parlindungan Purba yang juga termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan Majalah NARWASTU” dalam dialog kebangsaan itu, dalam diskusi antartokoh banyak dibahas tentang persoalan-persoalan umat yang di grass root, seperti penyakit sosial, yang di dalamnya ada pengangguran, peredaran narkoba, perjudian, premanisme dan kriminalitas.

Menurut Parlindungan Purba, dalam dialog itu, hadir juga tokoh dari Islam (MUI), PGI, KWI, Budha, Konghucu dan Hindu. Dan para tokoh agama ini sepakat untuk ikut membangun dan mensejahterakan masyarakat, serta membangun nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Sumut yang dihuni masyarakat yang majemuk, mereka harapkan bisa menjadi provinsi yang rukun dan damai, serta tidak terpengaruh dengan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Selama ini, Parlindungan Purba memang dikenal tokoh yang peduli berdialog dengan tokoh-tokoh agama di Sumut, dan tak heran kalau ia layak dijuluki “Tokoh Kerukunan Umat Beragama dari Sumut.” KG 

Berita Terkait