PDS Gelar Ibadah Tahun Baru 2017 dan Siap Berlaga di Pemilu 2019

2435 dibaca
Pengurus inti DPP PDS pimpinan DR. Tilly Kasenda dan Pdt. Dr. Ruyandi Hutasoit diabadikan seusai acara ibadah Tahun Baru 2017.

Beritanarwastu.com. Ketua Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS), DR. Tilly Kasenda yang ditemui oleh
NARWASTU pada Rabu, 18 Januari 2017 di Jakarta, mengharapkan agar ke depan
PDS bisa maju bertarung di Pemilu 2019 supaya ada partai politik Kristen yang tetap eksis di Indonesia. Hal itu ditegaskannya  saat diadakan acara ibadah syukur Tahun Baru 2017 di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan.   

Diharapkannya, PDS yang ia pimpin bersama Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit bisa maju menuju sukses
di tahun 2019 seperti tahun 2004 lalu yang bisa membuat Fraksi PDS di DPR-RI. Dan harapan Tilly pada Pilkada 2017 ini, yakni supaya pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan
aman, damai, lancar dan terkendali.  Dan kepada umat Kristen, Tilly Kasenda mengharapkan supaya umat   tekun berdoa dan meminta pertolongan Tuhan, supaya dibukakanNya jalan kehidupan di tahun baru ini. “Dan musibah yang saat ini dialami oleh bangsa Indonesia bisa terlewati,” kata Tilly.

Menurut Tilly Kasenda, kasus hukum PDS sekarang sudah selesai dan inkrach (berkekuatan hukum tetap). Karena sudah dua kali menang, yakni di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.  Sehingga kini, katanya, ia lega karena PDS yang dipimpinnya sah dan tak ada lagi PDS yang lain. “Sekarang ada pembaharuan PDS, yaitu konsep, cara kerja dan jabatan. Untuk cara kerja yang baru lebih terbuka di PDS di seluruh daerah. Dan jabatan baru, yaitu Sonny Setiawan menjabat sebagai
Sekjen PDS. Lalu Hendrik Asa menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PDS, dan Bendahara Umum PDS Fabian Pascoal, S.H. Lalu Dr. Ruyandi Hutasoit sebagai Ketua Dewan Pembina PDS,” ujar wanita yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU” itu.
                  Dan pada acara ibadah Tahun Baru 2017 “Partai Salib” itu, Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Ruyandi Hutasoit. Mantan Ketua Umum DPP PDS yang juga pimpinan Yayasan Doulos ini menerangkan, orang percaya harus melakukan perkara besar. Di Yeremia 33:3 dikatakan, berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau, dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.

                “Jadi selama kita hanya mengerjakan hal-hal yang biasa, berarti kita belum hidup dalam rencana Tuhan. Lebih banyak orang tidak berani berpikir dan berbuat yang besar dan menghalangi kuasa Tuhan bekerja dalam dirinya. Karena perkara besar bicara tentang pekerjaan besar dan biaya besar,” kata Pdt. Ruyandi, yang juga penerima penghargaan dari Presiden RI sebagai “Tokoh Anti Narkoba Nasional 2001.”  Katanya, dulu waktu hendak mendirikan PDS, ia pernah ditanya oleh Bendahara Umum PGI (saat itu), Pdt. Suyapto dengan pertanyaan, berapa banyak orang yang siap mati untuk PDS. Pertanyaan selanjutnya, apa ada dana Rp 100
miliar untuk membangun partai ini. Karena untuk mendirikan suatu parpol harus mampu secara finansial.

               Lalu Pdt. Ruyandi menjawab pertanyaan ini, sesuai dengan isi Lukas 15:31 yang mengatakan, kata ayahnya kepadanya, anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Jadi, menurut Pdt. Ruyandi, tidak harus orang kaya yang bisa mendirikan sebuah partai politik, tetapi orang yang bisa dipercaya. Karena jika orang tidak percaya dan tidak menyetorkan uangnya, lalu mau buat apa. Partai tidak bisa berjalan karena tidak ada uang, maka PDS ini berjalan karena Firman. “Kalau dasarnya hanya uang, maka jika kurang uang tidak bisa berjalan,” pungkasnya.  

               Atau, imbuhnya, anggota bisa berpindah ke partai lain yang membayar lebih besar. Tetapi kalau dasarnya kuat, yaitu karena visi besar, bekerja untuk Kerajaan Allah melalui partai politik, visi itu
lebih mahal daripada uang dan jabatan. “Dengan visi orang siap mati. Di Hakim-Hakim 6:16 diceritakan tentang kondisi Gideon yang takut dan terintimidasi oleh orang-orang Midian. Seharusnya Gideon mengirik gandum di tempat gandum, tetapi ia malah bersembunyi di dapur. Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Gideon. Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis,” ujar Pdt. Ruyandi.

              Dikatakan lagi, Gideon sebagai pahlawan yang gagah berani. Artinya, seringkali kita tidak tahu apa rencana Tuhan buat hidup kita. Kalau ada rencanaNya pasti Tuhan sudah siapkan fasilitasnya. Contoh lain, waktu Musa membawa keluar bangsa Israel dari Mesir, negara yang superpower pada waktu itu. Musa mendengar Firman Tuhan, dan Firman Tuhan yang membuat Musa mampu. Bukan hanya
membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tetapi Musa menghancurluluhkan keadaan Mesir saat itu. Di mana anak sulung bangsa Mesir yang mewariskan tahta kerajaan di Mesir habis dalam waktu yang bersamaan, oleh seorang Musa yang mendengarkan Firman Tuhan,” ujarnya.
             Menurut Pdt. Ruyandi, untuk dapat terlibat menjalankan PDS diperlukan orang yang tidak punya beban yang berat, karena beban dapat merintangi. Kita harus melepaskan beban itu. Di Matius 11:28-29 yang berbunyi, marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut, rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. “Mungkin ada beban berat yang kita hadapi, tetapi kalau
 itu beban dari Tuhan, beban berat itu akan terasa ringan,” ujarnya di acara yang diisi pula dengan diskusi dan santap malam bersama itu.  JK

Berita Terkait