Pdt. Lukas Kacaribu S.Sos, S.H., M.M., M.H., M.Pdk: Umat Kristiani Pada 17 April 2019 Jangan Golput

295 dibaca
Pdt. Lukas Kacaribu S.Sos, S.H., M.M., M.H., M.Pdk.

Beritanarwastu.com. Pertarungan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini cukup sengit dan meriah, di hari terakhir kampanye pada Sabtu, 13 April 2019 pun pesta kampanye pasangan calon nomor urut 01 masih bergema di GBK Senayan, Jakarta, setelah pada minggu sebelumnya pasangan calon nomor urut 02 kampanye akbar juga di GBK Senayan pada Minggu, 7 April 2019.

Menunjukkan identitas diri sebagai peserta calon presiden dan wakil presiden seolah masyarakat ditampilkan sebuah identitas yang sarat kemajuan, kesejahteraan, keadilan, prorakyat, kerja nyata, rakyat berakal sehat dan masih banyak lainnya. Rakyat dipertontonkan suatu pilihan yang akan ditentukan pada Rabu, 17 April 2019 dengan pesta demokrasi yang sedang berlangsung dalam satu bulan ini. Dan ada rakyat yang mendukung, ada juga rakyat yang tidak mendukung, dan ada pula rakyat yang abstain alias tak mendukung salah satu paslon di Pemilu 2019 ini atau sering disebut Golput (Golongan Putih).

Golput disasar banyak partai pendukung untuk menekan angka presentasenya yang dianggap naik signifikan acapkali Pemilu diadakan, tak hanya partai pendukung. Ternyata lembaga pemerintah, para profesional, pemerhati sosial budaya, pekerja seni, akademisi, agamawan serta praktisi hukum angkat suara untuk menekan presentase kenaikan Golput.

Berbagai cara dilakukan termasuk juga hamba Tuhan untuk menekankan kepada jemaatnya untuk tidak Golput, dengan cara ikut mencoblos pada 17 April 2019. Artinya kita menentukan arah pemerintahan Indonesia yang akan dilayarkan ke arah dan tujuan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Gembala Gereja Kristen kudus Indonesia (GKKI) Manna 2, Bandung, yang ditemuai tim Majalah NARWASTU di bilangan Komplek Ruko Segitiga Mas Kosambi, Bandung, turut memberikan masukan bagi Pemilu 2019 kali ini. Pdt.  Lukas Kacaribu, S.Sos, S.H., M.M., M.H., M.Pdk menerangkan, “Berbagai cara dapat kita lakukan sebagai seorang Kristen dalam menyambut pemilu. Ada yang menjadi calon presiden, calon legislatif DPR RI atau DPRD 1 dan 2, ada yang DPD. Semua ini adalah peran aktif para umat Tuhan dalam membangun negeri.”

“Sama seperti yang Tuhan katakan dalam Mazmur 23, kalau menjadi calon pemimpin, baik sebagai presiden maupun anggota dewan, harus bisa membaringkan konstituen yang memilihnya di padang yang berumput hijau. Juga membimbing kepada air yang tenang untuk menyegarkan jiwa, menuntun ke jalan yang benar, sekalipun pendukungnya berjalan dalam kekelaman mereka tidak takut bahaya, karena ada para pengawal yang sudah terpilih.”

Dan mengenai umat Kristiani yang tidak ikut dalam pencalonan, menurut pendeta yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan Majalah NARWASTU” ini, “Ada juga yang hanya jadi pemilih. Kalau jadi pemilih, jadilah pemilih yang bijak, jangan Golput, satu suara pun sangat menentukan nasib Indonesia 5 tahun ke depan. Kita ingin menjadi terang dan menjadi saksi-saksi Kristus hingga kebenaran firman Tuhan dapat diterima hingga ke ujung dunia, seperti yang Tuhan katakan di dalam Yesaya 49:6, "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari padaKu sampai ke ujung bumi."

Pendeta yang juga lulusan S-2 Magister Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung, ini mengungkapkan bahwa sebagai gembala dan ia juga sebagai ketua di beberapa organisasi Kristen, seperti Ketua DPD Asosiasi Pendeta Indonesia Jawa Barat, Ketua Umum Asosiasi Hamba Tuhan Indonesia, pendiri Forum Bhinneka Tungga Ika, serta juga seorang praktisi hukum yang memiliki Kantor Hukum di Bandung ini menginisiasi, setiap orang di dalam organisasinya, baik itu jemaat, hamba Tuhan, para karyawan, teman-teman mitra kerja, atau siapa pun yang berinteraksi dengannya, agar tidak Golput.

“Jangan Golput untuk semua umat Kristen di mana pun Anda berada. Kita ini umat Kristen yang memiliki mentalitas dasar iman sebagai ‘Utusan’, bukan ‘Orang Buangan.’ Jadi mari kita berpesta demokrasi yang baik, dengan memberikan suara kita pada Rabu 17 April 2019. Jadi apabila Anda sudah memiliki tiket untuk berlibur, atau terbang ke suatu daerah, atau sudah janjian untuk bisnis, tinggalkan, biarkan setiap tiket itu hangus, atau kalau masih bisa lakukan reschedule tiket karena apa. Ada banyak orang yang sangat memerlukan suara kita untuk kemajuan negeri Indonesia ini 5 tahun ke depan. Jangan sia-siakan kesempatan memilih pada  17 April 2019. Jadilah ‘utusan’ dan bukan ‘Orang Buangan’ yang Golput,” jelas Pdt. Lukas Kacaribu.

Sebagai umat pilihan Tuhan, selayaknyalah kita menjadi  warga negara yang baik, sebagaimana Tuhan juga memerintahkan kepada umatNya untuk menghormati Pemerintah yang sah. Jadi, jangan Golput, selamat berpesta demokrasi. NG

Berita Terkait