Pdt. Nicodemus Sabudin, M.A., M.Th: Memasuki Tahun Baru 2019 Kita Tetap Optimis

690 dibaca
Sekretaris Umum BPS GKSI.Pdt. Nicodemus Sabudin, M.A., M.Th.

Beritanarwastu.com. Memasuki pengujung tahun 2018 dan awal 2019 lalu, ada begitu banyak peristiwa yang akan diperingati oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Apalagi kalau bukan perayaan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Suasana semarak Natal telah dapat dirasakan sejak di akhir November 2018 lalu. Dan saat semakin mendekat pada harinya, semua umat Kristiani berlomba-lomba menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa merayakan Hari Natal bersama keluarga, kerabat, sahabat dan lainnya.

Namun, di balik suka cita tersebut ada sejumlah musibah yang membuat Natal 2018 di tengah bangsa ini dilingkupi rasa duka cita. “Natal tahun 2018 ini, bangsa Indonesia banyak mengalami musibah. Sebagai warga negara sekaligus jemaat GKSI (Gereja Kristen Setia Indonesia) kita selalu berdoa dan mendukung kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi masalah,” jelas Pdt. Nicodemus Sabudin, M.A., M.Th yang dikenal sebagai Sekretaris Umum BPS GKSI, sedangkan Ketua Umum BPS GKSI, yaitu Pdt. Dr. Matheus Mangentang, M.Th.

Sebagai langkah untuk membantu pemerintah, kepada para korban bencana di Palu dan Donggala (Sulawesi Tengah) sekaligus sebagai ungkapan cinta kasih kepada sesama, maka GKSI ikut pula berpartisipasi menggalang bantuan bantuan bagi korban bencana alam secara langsung. Menurut pendeta yang murah senyum ini, dari Badan Pengurus Sinode (BPS) GKSI turut berduka cita dengan para korban. Dan kiranya Tuhan memberi kekuatan dan iman teguh kepada keluarga-keluarga yang terkena musibah, dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami (GKSI) ada di Mamasa pimpinan Pdt, Aris L., juga terlibat membantu yang ada di Palu saat terjadi bencana. Kami sangat proaktif membantu di sana. Bahkan, kami mendirikan pos bersama dengan teman-teman  dari gereja di sana,” ungkap Pdt. Nicodemus, baru-baru ini di sebuah acara di Jakarta. Di tahun 2019 ini akan dilaksanakan pesta demokrasi atau Pemilu 2019. Nah, terkait tentang hal itu, Pdt. Nicodemus menyatakan, secara keseluruhan teman-temannya di lapangan sudah menentukan sikap. Dari Sinode GKSI hanya mengarahkan saja, sebab gereja tidak boleh berpolitik praktis. Hanya orang-orangnya saja, ujarnya, yang boleh berpolitik sebagai warga negara Indonesia.

Dan arahan secara umum, ujarnya, sangat jelas, termasuk kriteria-kriteria apa yang akan dipilih oleh jemaat nantinya. Di ujung percakapannya dengan Majalah NARWASTU, ia mengatakan harapannya menjelang tahun 2019. “Biarlah memasuki Tahun Baru 2019 kita tetap optimis, karena Tuhan masih bersama dengan kita. Dan untuk para hamba Tuhan GKSI yang ada di daerah, kiranya mereka tetap menjadi inklusif dan bukan eksklusif. Sebagai negara yang multiculture, kata Pdt. Nicodemus, kita diciptakan sebagai warga negara Indonesia bukan faktor kebetulan. Melainkan perbedaan itu justru sebagai sebuah kekuatan. Selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 untuk seluruh umat Kristiani di Indonesia. Tuhan Yesus Kristus memberkati," ujarnya. BTY

Berita Terkait