Pembangunan Tempat Ibadah Seperti Gereja Dimulai di Kompleks DPR-RI

656 dibaca
Maruarar Sirait, S.IP (tengah) bersama panitia Natal DPR-RI.

BERITANARWASTU.COM. Seperti dikutip harian sore nasional Suara Pembaruan (Senin, 30 Januari 2017), tiga pimpinan lembaga perwakilan rakyat menerima batu sebagai simbol diserahkannya aspirasi untuk pembangunan gedung gereja, wihara, dan pura, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, dan Ketua DPD Muhammad Saleh, menerima tiga batu itu dari para anggota DPR dan DPD. Penyerahan dilakukan usai ibadat perayaan Natal MPR/DPR-RI, pada Jumat malam, 27 Januari 2017 lalu.

Ketua Panitia Natal, Maruarar Sirait, S.IP, mewakili para anggota parlemen menuturkan, “Izinkan kami memberikan simbol batu ini untuk diserahkan kepada pimpinan lembaga untuk dipertimbangkan. Saya yakin Indonesia adalah negara yang menghormati pluralisme. Kami akan ikuti aturan, izin tata ruang, dan sebagainya. Mohon izinkankan kami bisa beribadah di sini, dibukakan pintu."

Anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan, Ara, sapaan akrab Maruarar, Kompleks Parlemen Senayan sudah memiliki sebuah mesjid besar. Dan di setiap ruang komisi, ada mushala. "Bolehkah ada pura, vihara, dan gereja, yang kecil saja. Dengan kerendahan hati, kami mewakili panitia, dan ratusan anggota dan staf di parlemen, memohon kiranya pimpinan MPR, DPR, dan DPD, dibukakan kelapangan untuk mempertimbangkan," ujar mantan Ketua Bidang Olahraga dan Kepemudaan DPP PDI Perjuangan dan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih ini.

"Indah sekali kalau di sini ada mesjid, gereja, vihara, pura, inilah Indonesia kita," ujar putra politisi senior Sabam Sirait itu. Kata dia, semua gedung ibadah itu tak perlu besar-besar, yang penting, parlemen bisa membuktikan bahwa Pancasila memang dilaksanakan. "Kita melakukan ini demi membuktikan bahwa Pancasila adalah loving ideology yang kita percaya dan mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara," kata politikus yang kini disebut-sebut calon Gubernur Sumatera Utara itu.

Setelah penyerahan batu sebagai simbol, semuanya berfoto bersama, termasuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga hadir di acara itu. Panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, perbedaan suku, agama, bahasa di Indonesia harus menjadi sebuah kekuatan. Persatuan Indonesia harus dipastikan demi memenangkan Indonesia di tengah kerasnya persaingan global saat ini. Dalam acara ini yang menyampaikan khotbah adalah Pdt. DR. Stephen Tong. Dia memuji kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden RI dan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta yang antikorupsi. Dan bangsa ini agar lebih baik diminta agar terus mencegah bahaya korupsi. TS

Berita Terkait