Pemenang di Pilkada DKI Jakarta Menentukan Capres RI 2019

558 dibaca
Tiga pasangan calon Gubernur-Wagub DKI Jakarta. Kader muda terbaik di DKI Jakarta.

            BERITANARWASTU.COM. Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI Jakarta telah berlangsung putaran pertama pada 15 Februari 2017 lalu, meski dikabarkan banyak kekurangan di sana-sini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah menetapkan hasil perhitungan suara Pilkada DKI Jakarta dengan hasil Agus-Sylvi memperoleh 17,37 persen suara, Ahok-Djarot 42,87 persen suara, dan Anies-Sandi memperoleh 39,76 persen suara.

Hanya saja perolehan suara keduanya belum ada yang mencapai angka 50 persen plus satu. Padahal syarat agar cagub-cawagub DKI Jakarta lolos satu putaran adalah memperoleh minimal 50 persen suara. Kedua pasangan itu pun akan bertarung dalam pilgub (pemilihan gubernur) putaran kedua.

Panasnya persaingan menuju putaran kedua mulai terlihat, termasuk di media social (medsos). Berbagai pernyataan, terkadang berita hoax (berita bohong/menyesatkan), pun bermunculan dengan nada saling tuding, cerca, mengklaim, dan bahkan menjatuhkan.  Semua tentu berharap meski kondisi memanas, namun perjalanan demokrasi di Indonesia, khususnya Jakarta ini, dapat berjalan dengan aman dan lancar. 

Lantas, bagaimana mekanismenya jika keduanya lolos putaran kedua? Menurut Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016, Gubernur DKI Jakarta hanya ditentukan oleh suara mayoritas, yakni mengikuti prinsip 50+1. Jika tidak ada pemenang tunggal, maka dua pasangan calon dengan suara terbanyak harus mengikuti pemilihan putaran kedua.

Setelah proses pemungutan suara berakhir, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta akan melakukan rekapitulasi suara antara tanggal 16 hingga 27 Februari 2017. Ketetapan mengenai putaran kedua akan diumumkan selambat-lambatnya tanggal 4 Maret 2017. Jika Pilkada DKI memasuki putaran kedua, maka KPU akan melakukan rekapitulasi daftar pemilih antara 5 hingga 19 April 2017. Saat yang bersamaan kedua pasangan calon diizinkan melakukan sosialisasi terbatas untuk mempertajam visi dan misi. Hingga 15 April 2017, kedua pasangan calon harus menyudahi program kampanyenya.

Setelah itu Pilkada DKI Jakarta memasuki masa tenang antara 16 hingga 18 April 2017. Adapun pemungutan suara dilakukan sehari seteahnya, yakni 19 April 2017. KPUD membutuhkan waktu hingga 1 Mei untuk menuntaskan rekapitulasi suara. Pada 5 atau 6 Mei, KPUD akan menentukan pasangan calon pemenang Pilkada. Jika hasil penghitungan suara disengketakan ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka pengumuman pemenang Pilkada DKI Jakarta harus diundur hingga paling lambat tiga hari setelah diumumkannya keputusan MK.

 

Berebut Suara Warga DKI Jakarta

Nah, memasuki putaran kedua, pasangan calon akan bersaing Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, serta pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, harus memperebutkan suara terakhir buat memenangkan kursi gubernur pada 19 April 2017 mendatang. Namun begitu semua pihak sepakat belum mau membahas koalisi buat putaran dua pilkada hingga berita ini diturunkan. Kubu Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni yang didukung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional juga belum bersedia mengalihkan dukungan.

"Terlalu dini. Kita tunggu saja perkembangannya," kata Jurubicara Partai Demokrat, Ramadhan Pohan seperti dikutip dari detik.com.  Juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Wakil Sekjen Daniel Johan mengungkapkan, belum menentukan sikap, karena, "Masih menunggu ketetapan KPU dulu," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI itu.

Rayuan koalisi pertama kali dilancarkan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. Ketika ditanya mengenai pemilih Agus dan Sylvi, ia mengaku, "Pasti akan mengajak," mereka untuk ikut mendukung Anies dan Sandiaga. "Karena visi-misinya sama. Kemudian latar belakang para pemilihnya banyak yang sama," ujarnya kepada pers tidak lama setelah pemungutan suara. Hal senada diungkapkan Ahmad Riza Patria, Ketua DPP Gerindra.

"Tentu untuk memenangkan putaran kedua, kita akan bekerja sama dengan semua pihak. Tidak tertutup kemungkinan dengan Agus-Sylvi," ujarnya seperti dikutip dari detik.com.  Sebaliknya Ahok mengaku tidak terlibat langsung menggalang koalisi parpol. "Tanya timses saja. Saya kerja saja," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan pada Rabu, 15 Februari 2017.

 

Ujian Bagi Toleransi Beragama dan Pluralisme

Yang menarik, media-media internasional sepakat menilai Pilkada DKI Jakarta 2017 menjadi ujian bagi toleransi beragama dan pluralisme di Indonesia.  Harian liberal kiri Amerika Serikat, New York Times, menulis putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan menjadi ujian bagi toleransi di Indonesia. "Kendati isu seperti pendidikan, layanan kesehatan, transportasi dan pembangunan infrastruktur masih penting buat pemilih, kampanye pemilihan gubernur dibayangi oleh isu keagamaan dan ras yang jarang disaksikan sebelumnya di era demokrasi Indonesia," tulisnya.

Bagaimana Pilkada DKI Jakarta bisa mengubah Indonesia menjadi fokus stasiun televisi CNN. "Persaingan antara Basuki Tjahaja Purnama melawan dua lawan politiknya yang beragama Islam menimbulkan pertanyaan apakah negeri berpenduduk Muslim terbanyak di dunia masih berpandangan moderat. (Hasil Pilkada) ini bahkan mungkin akan ikut menentukan siapa yang akan menjadi presiden baru Indonesia setelah Pemilu 2019."

Kekhawatiran serupa ditulis media Jerman, ARD. Dalam laporan berjudul "Akhir Toleransi?", stasiun televisi pelat merah itu menulis, Indonesia selama ini dijadikan contoh Islam yang toleran. "Tapi pengadilan penistaan agama terhadap gubernur Kristen Jakarta menunjukkan pengaruh kaum radikal yang kian meluas. Pemilihan gubernur di ibukota menjadi ujian bagi toleransi," tulisnya.

Sementara harian Singapura, The Straits Times, lebih menyoroti perang proxy antara tiga tokoh politik terkuat di Indonesia. "Pemilihan ini juga merupakan perang proxy untuk pemilu kepresidenan 2019. Karena gubernur petahana yang didukung partai penguasa PDIP, berhadapan dengan lawan yang disokong bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Soebianto, bekas calon presiden dari Partai Gerindra." KL

 

Berita Terkait