Pendeta Nus Reimas Rayakan HUT ke-65 Bersama Tokoh-tokoh Kristiani

1197 dibaca
Pdt. DR. Nus Reimas (ketiga dari kanan) tampak bersama Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Lebang (tengah) dan Ibu Dientje Reimas (ketiga dari kiri) saat ibadah HUT-nya ke-65 di Gedung LPMI, Jakarta Pusat.

                BERITANARWASTU.COM. Tokoh Kristiani dan tokoh lintas agama, Pdt. DR. Nus Reimas, pada 28 November 2016 merayakan hari ulang tahun (HUT)-nya ke-65 di Gedung LPMI, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam acara itu hadir sekitar 100-an undangan, termasuk sejumlah pimpinan gereja, pemuka Kristiani, politisi dan wartawan. Acara yang diawali dengan puji-pujian dan testimoni (kesaksian) itu, pun dihadiri Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat Lebang, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th, Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny Mandang, M.Th, Ketua Dewan Pembina PDS, Pdt. Dr. Ruyandi Hutasoit dan tokoh Jaringan Doa Nasional (JDN), Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman.

                Dalam testimoni yang disampaikan pengurus senior LPMI, Weim Wairata, dikatakannya ia banyak dibimbing secara spiritual oleh Pdt. Nus Reimas. Menurutnya, Pdt. Nus Reimas adalah pemimpin gereja yang kebapaan dan tak mau menyimpan amarah atau kesalahan orang lain. Pdt. Nus Reimas pun dinilainya tokoh rohani yang tak kenal lelah dan bisa memotori acara-acara gerejawi yang besar, bahkan melibatkan non-Kristen. Dalam kesempatan itu, pengurus Yayasan Doulos, Ir. Ferry Regar pun mengatakan, Pdt. Nus Reimas adalah Hamba Tuhan yang setia dan punya komitmen tinggi, serta tak pernah lelah mengabarkan Injil. Dan ia dicintai banyak orang.

                Sedangkan dalam renungan Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Henriette Lebang, dikatakan Pdt. Nus Reimas lewat LPMI sudah memberdayakan banyak orang. Dalam renungan yang dikutip dari Kitab Mazmur 71 tentang perlindungan di masa tua itu, kembali Pdt. Henriette menuturkan, meskipun usia Pak Nus Reimas semakin bertambah tua, namun semangatnya tetap muda untuk mengabarkan Injil. “Kasih Allah tidak pernah memudar di dalam kehidupannya sekalipun situasi berubah,” ujar Pdt. Ery Lebang, begitu ia akrab disapa.

                Sebelum memotong kue ulang tahun dan didoakan oleh Pdt. Ronny Mandang, Pdt. Nus Reimas mengatakan, ia sangat bersyukur, karena Tuhan terus menambahkan berkat-berkatNya bagi dia dan keluarganya. “Saya tiap-tiap pagi selalu berlutut berdoa dan membaca Alkitab bersama istri. Saya selalu serahkan hidup saya agar terus dipakai Tuhan sehabis-habisnya. Saya ini berasal dari sebuah desa kecil di Maluku. Dan saya bisa sekarang seperti ini, karena Tuhan yang menolong saya,” paparnya terharu.

                Pdt. Nus Reimas bersaksi, saat ia ditinggal oleh ibundanya yang dipanggil Bapa Surgawi ke sisiNya, ia sempat putus asa, karena merasa hidup ini tak ada gunanya lagi, karena ketika itu ia masih kecil. “Saat saya berada di tepi pantai di desa kami, dan saya lihat kuburan ibu, saya hanya berdoa pendek mengatakan, ‘Tuhan, tolong saya.’ Saya katakan demikian, karena saya sempat putus asa, dan merasa tak ada harapan hidup,” paparnya. Namun Tuhan campur tangan dalam perjalanan hidupnya. Setelah ia aktif sebagai guru sekolah minggu dan pengurus pemuda GPM (Gereja Protestan Maluku), perubahan di dalam hidupnya terjadi, dan ia merasa semangat lagi menjalani kehidupan.

                Ia akhirnya hijrah ke Jakarta untuk full time melayani di LPMI. Lewat bimbingan para seniornya, Pdt. Nus Reimas kemudian tumbuh menjadi figur tokoh muda yang aktif, dinamis, tangguh dan beriman teguh. Karena keberanian dan kecerdasan serta imannya yang tak pernah goyah, ia pun dipakai Tuhan lewat berbagai pelayanan yang luar biasa hingga ke dunia internasional. Bahkan, petinggi negeri ini dan petinggi TNI sudah pernah dilayaninya. “Itu semua karena anugerah Tuhan. Dulu kita mengejar berkat, sekarang kalau Tuhan yang memakai kita, maka berkat yang mengejar kita,” pungkas Hamba Tuhan yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGLII dan Ketua Dewan Pembina LPMI ini.

                Pdt. Nus Reimas yang sudah punya dua cucu, mengalami banyak pengalaman menggetirkan di masa mudanya. Namun tangan Tuhan yang kuat kuasa dan penuh kasih selalu menolong dan menyatakan mukjizatNya terhadap dirinya. Pada Januari 2017 ini ia tercatat sudah 44 tahun melayani di LPMI tanpa pernah digaji, namun berkat-berkat Tuhan tak pernah berhenti mengalir di dalam kehidupan keluarga dan pelayanannya.

                Pernah di dalam sebuah pelayanannya, seorang pengusaha yang mengundangnya berkhotbah melihat mobilnya yang butut. Lantaran dilihat ketulusan hati dan kegigihan Pdt. Nus Reimas dalam mengabarkan Injil, sang pengusaha itu menarik mobil bututnya, lalu mengganti dengan sebuah mobil baru. “Itu semua karena pertolongan Tuhan. Kalau Tuhan memakai kita sebagai alatNya, maka tak usah khawatir Dia juga yang akan memelihara kehidupan kita. Jangan lelah melayani Tuhan, karena Dia akan memberkati orang yang setia dan tekun,” ujar salah satu pencetus FORKOM NARWASTU dan Pembina/Penasihat Majalah NARWASTU ini. KT

Berita Terkait