Drs. Jopie J.A. Rory, S.H., M.H.
Pengusaha, Advokat dan Aktivis Gereja dari GPIB

1028 dibaca
Drs. Jopie J.A. Rory, S.H., M.H.

 Beritanarwastu.com.  Tak sedikit orang yang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat hanya untuk meraup keuntungan pribadi, dan kerap lupa akan tugas atau tanggungjawabnya, yakni membela kepentingan rakyat. Berbeda dengan sebagian politikus, Drs. Jopie J.A. Rory, S.H., M.H., yang kini menjabat sebagai Sekretaris Umum MPK (Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia) terpanggil berpolitik karena ingin memperbaiki negeri tercinta ini, terutama kampung kelahirannya, Manado sebagai wujud pelayanannya sebagai anak Tuhan.

Pria berdarah Manado yang lahir di Sulawesi Utara, 1 Maret 1962, ini walaupun sehari-harinya sibuk sebagai pengusaha, pengurus organisasi Kristiani, politisi dan advokat, namun Jopie masih membagi waktunya untuk aktif di gereja. Sekarang Direktur Utama PT. Intama Central Cargo, sebuah perusahaan ekspor impor, ini aktif pula sebagai salah seorang Pengurus Harian Majelis Jemaat (PHMJ) di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Sion, Jakarta.

Di dunia pendidikan, Jopie pernah menjabat sebagai Ketua I Yayasan Pendidikan Kristen (YAPENDIK) GPIB.  Dan pada 2005 dan 2006 lalu suami tercinta Denny E. Tambani, S.E. ini dipercaya sebagai Ketua Panitia BPKI (Bulan Pendidikan Kristen di Indonesia) di Jakarta. MPK saat itu yang memberi kepercayaan terhadap dirinya sebagai ketua panitia.

Penyuka lagu berjudul Kuberbahagia (Kidung Jemaat 392) ini telah dua periode dipercaya sebagai Sekretaris Umum MPK. Menurutnya, sekarang pendidikan di Indonesia perlu dibangun agar lebih maju dan baik. Sebenarnya, kata Jopie, kualitas pendidikan kita sudah lumayan baik, tapi perlu dikembangkan supaya kualitas anak bangsa ini lebih maju. Pendidikan adalah soko guru. Dari situlah awal majunya sebuah bangsa. “Saya punya kerinduan untuk memajukan pendidikan melalui gereja. Sebagai pengikut Kristus, saya juga terpanggil melayani di bidang pendidikan,” tukasnya.

Jopie yang juga seorang pengusaha muda sukses, meskipun sibuk sehari-harinya, tapi aktivitasnya yang banyak itu tak menyurutkan niat Jopie Rory untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat di daerah pemilihan (Dapil) Manado, Sulawesi Utara, dari Partai Gerindra. Pria ramah bergelar Master Hukum (MH) ini punya alasan untuk terjun ke panggung politik.

“Bagi saya, ini adalah suatu anugerah kalau sekarang terpanggil berpolitik. Saya melihat ini sebagai sesuatu wadah pelayanan yang baik. Karena, bagi saya, masuk di dunia politik tergantung dengan orangnya. Kalau kita mau melakukan sesuatu yang baik, harus dari dalam kita untuk mengubah, mewarnai ataupun jadi teladan. Kalau pun saya mencalonkan diri belum tentu mengubah, akan tetapi saya bisa menjadi teladan. Contohnya, bila dari awal di sana juga rawan korupsi, maka saya jangan ikut-ikutan untuk korupsi,” katanya.

             Terpilih atau tidak sebagai anggota dewan atau wakil rakyat di Pemilu 2014 mendatang, bagi pengusaha yang cinta Tuhan ini, tak menjadi soal untuknya. Karena ia selalu mengedepankan hati nuraninya untuk berbuat sesuatu bagi kesejahteraan orang banyak. Dan itu merupakan keinginan pribadinya yang ia idam-idamkan sejak lama. Sadar untuk mewujudkan semua itu agar berdampak maksimal, maka Jopie sejak 2009 lalu sudah bergabung di PKDI, lalu sekarang berjuang melalui Partai Gerindra. Menurutnya, Gerindra bisa menjadi wadah yang cukup baik baginya, dan bisa menjadi tempat menyalurkan aspirasi umat Kristiani dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan.

             Tak ditampiknya pula sebelum menjajaki kakinya bergabung di Gerindra, pria yang peduli membantu pelayanan media Kristiani ini telah ditawari untuk bergabung di sejumlah partai politik nasionalis yang berbasis kebangsaan. Namun visi dan misi yang dimiliki Partai Gerindra pimpinan Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto ini dianggapnya mampu menjawab keinginan dan kebutuhan rakyat Indonesia, yakni mewujudkan perubahan demi kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat. Dan itu juga harapannya sebagai anak bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

             Kendati pencalonannya bukan secara nasional, namun upayanya untuk memberikan perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya di Manado merupakan keinginan yang tulus. Dalam merealisasikan itu semua, memang tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi masyarakat Indonesia tengah dirundung krisis kepercayaan. “Begini saja, nggak usah jauh-jauh, dalam memberikan teladan atau contoh. Pertama, perkenalan saya tidak dengan memanjakan, tapi problem apa yang sedang dihadapi, dan kita akan beri solusinya,” cetusnya.

“Misalnya, ada guru sudah 10 tahun belum diangkat juga. Jika ini ada kaitannya dengan birokrasi dan pimpinan yayasan, maka saya akan berusaha untuk membuka koridor ini. Jadi saya mencoba untuk menjembatani,” terang Jopie yang berpenampilan tenang dan rendah hati ini.

            Upaya untuk maju sebagai calon wakil rakyat, kata Jopie, semata-mata hanya untuk memberikan kesejahteraan bagi orang banyak, dan itu selaras dengan harapannya untuk berbuat yang terbaik bagi gereja, masyarakat dan bangsa. Sebagai seorang intelektual yang memahami masalah sosial dan kemasyarakatan di negeri tercinta ini, bagi Jopie, politik bukanlah dunia yang asing. Di Pemilu 2009 lalu ia pun tampil sebagai caleg, namun Tuhan belum mengizinkannya kala itu untuk menjadi wakil rakyat. Sebagai aktivis gereja yang rendah hati, tentu Jopie kita harapkan dan doakan agar di Pemilu 2014 mendatang ia bisa menjadi berkat di dunia politik, dan sukses menjadi wakil rakyat. 

Berita Terkait